ini blog yang berisikan kisah-kisah seks sedarah. bagi agan-agan yang tidak berminat dengan konten ini silahkan di minati. wkwkwkw

Showing posts with label kakak perempuanku. Show all posts
Showing posts with label kakak perempuanku. Show all posts

Thursday, November 24, 2016

DILEMA CINTA SIMALAKAMA X

"Enak ya pak, rasanya kaya kenyal-kenyal gitu. Baru kali ini siska makan ini." Lanjutku.
"Syukurlah kalo enak. Ayo tambah lagi." Sahut pak prima.
" bapak menghina deh, baru aja suapan pertama pak. Masa udah nambah aja." Aku melirik ke pak prima. Aku berusaha mengeluarkan semua aura kecantikan yang kupunya. " bapak kok pinter masak sih. Belajar dari mana?" Lanjutku lagi.
"Sebelum kerja di sini saya merantau kemana-mana dan pernah kerja jadi koki." Jawab Pak prima kemudian menyuapkan nasi ke mulutnya. "Siska bisa masak?"

Jeggeerrrrr,,, pertanyaan ini yang aku hindari dari tadi. Aku gak tahu mau jawab apa. Kalau jawab bisa nanti di test aku gak bisa apa-apa. Kalau di jawab gak bisa nanti dia jadi illfeel. Masa seorang perempuan gak bisa masak. Bilang aja deh bisa. Nanti kalau di test cari aja alasan. Batinku.

"Hmm.. Siska sih bisa pak masak." Tapi lidahku berat mau melanjutkanya. Di tambah lagi mata elang pak prima menatapku. Aku jadi makin salah tingkah.
"Masak apa? Masak air?" Timpal pak prima.

Aku cuma cengir aja. Ya mau gimana lagi, emang gitu kenyataanya.
"Gimana mau jadi ibu dari anak-anak ku, kalau gak bisa masak. Nanti anak kita mau di kasih makan apa?"

"Siska bakal belajar masak pak. Siska janji bakal belajar, ya meskipun awalnya nanti belum seenak masakan bapak. Siska janji bakal terus belajar." Jawaban spontan langsung meluncur dari lidah saya tanpa terkontrol.

"Hahahaha... Lucu kamu ya. Ya udah lanjutin makannya biar rada gede. Saya gak mau punya istri kerempeng."
Saya yakin dia mengucapkan kata-kata tadi itu bercanda saja. Tapi entah kenapa saya jadi baper. Bawa perasaan seolah-olah kami memang pasangan kekasih. Hatiku berbunga-bunga. Aku lanjutkan makan dan berimajinasi bahwa yang sedang makan di depanku sekarang memang suamiku.

" makan kok sambil senyum-senyum sendiri. Kamu menghayal yang jorok-jorok ya?"
Aku kaget dan langsung menundukkan kepala ke piring. Pak prima masih tertawa saja dari tadi. Tawa yang khas. Yang tidak akan pernah terlupakan.
.....

Semenjak hari itu kedekatankan dengan pak Prima makin intens. Aku semakin sering main kerumahnya. Kadang bantu2 dia menyelesaikan tugas kampus. Terkadang juga bantu dia beresin rumah ketika dia sibuk dengan pekerjaannya. Pak prima selain bertugas sebagai dosen di kampusku juga berprofesi sebagai arsitek dan ketika itu sedang menangani proyek besar. Pembuatan apartemen. Rumahnya terkadang tak terurus. Jadi aku lah memposisikan diri sebagai istrinya. Hehe

Di kampus sudah beredar gosip tentang kedekatan kami. Aku bukannya risih dengan gosip itu malah makin senang. Pak prima juga sepertinya tidak keberatan dengan gosip itu. Dia juga santai setiap ke kampus dan berkomunikasi dengan ku. Tidak ada yang berubah. Tidak lebih tidak kurang.

Sore itu, selesai kuliah pak prima menghampiriku minta bantuan lagi. Aku senang aja. Bahkan hari itu aku cepat pulang ke kost, mandi, dan langsunh mengenakan baju yang menurutku bisa membuat aku tampil cantik di matanya.
Aku mengenakan celana pendek setengah paha, baju kaos oblong yang lehernya udah melar. Plus rambut aku kucir tinggi. Leher jenjang dan bulu bulu halus leherku terpampang jelas. Aku berniat mau menggoda pak prima. Jam 4 sore aku udah sampai di kost beliau.

'Bapak mau kemana?' ketika aku sampai ke kostnya, mungkin lebih tepat disebut kapal pecah. Kertas berserakan di mana-mana. Baju dan piring kotor di lantai. Handuk basah di atas sofa. Tapi sekarang dia sudah rapi. Menjinjing tas. Sudah mau pergi.

'Saya ada presentasi sore ini. Bantu beresin rumah ini ya?' jawabnya sambil cengir kuda. 'Jam 7 saya pulang. Nanti kamu saya beliin hadiah?'

Sambil melangkah dia mengucek-ngucek rambutku. Entah kenapa yang di kucek rambut yang kacau malah hati. ^_^
Tidak perlu kau belikan aku hadiahpun akan kubereskan rumah ini pak. Asal kau selalu mengizinkan aku di dekatmu. Batinku.

Aku memulai pekerjaan beres-beres dengan hati sumringah. Pekerjaan berqt sekalipun kalau di kerjakan dengan cinta bakal terasa indah.

Aku membersihkan sofa, dan sebuah kaos dalam terselip di celah sofa. Aku coba tarik. Berat sekali. Aku mencoba memasukkan tangan kedalam celah sofa tersebut. Ada benda logam, keras dan dingin. Aku coba tarik keluar, susah sekali. Benda ini lumayan berat. Butuh perjuangan mengeluarkannya. Ketika benda itu keluar. Aku terhenyak mundur.

'Astagaaaaaa, kenapa dia memiliki ini?"

BERSAMBUNG

Monday, February 1, 2016

DILEMA CINTA SIMALAKAMA II



PART II, KENANGAN 
Masih terkenang kejadian-kejadian masalalu ketika masih SMA. Di kelas tiga SMA aku kembali di selamatkan Reno dan kejadiaaan itu tidak jauh berbeda dengan kejadian kami saat SD. Aku ada PR Fisika yang tidak aku mengerti karena ketika pelajaran berlangsung aku sedang mengikuti latihan Drum Band. Aku kebingungan menatap buku di meja belajar. Rumus-rumus di buku panduan dan buku catatan seperti menari-nari dan tarian itu sangat tidak ku mengerti. Kalau tidak di kerjakan udah pasti kena marah, pak Lubis, guru fisika yang paling killer yang pernah ada di jagat raya. Aku keluar dari kamar dan membawa buku catatannya dan buku panduan, ku lihat Reno lagi nonton.
“ Dek, bisa bantuin kakak gak?” aku duduk di sofa menghadap ke Reno.
“ gak bisa, lagi sibuk!” jawab Reno sambil tetap nonton acara TV.
“ye... ayo dong dek..bantuin kakak.” Aku pukul dia dengan bantal sofa. Dan akhirnya reno bereaksi.
“ Eh ni orang, minta tolong tapi mukul-mukul, pemaksaan ini namanya.” Hardik reno sambil cengar-cengir dengan nada mengejek.
“ aaaaa, ayo dong adek kakak yang pinter dan cakep. Bantuin kakak bikin PR. Kakak gak ngerti. Ntar kakak beliin kamu nasi goreng deh.” Aku bujuk dengan makanan kesukaannya.
“emang kakak punya duit?” ejek reno
“ minta sama papa. Hehe”
“ enak aku minta langsung aja sama papa, beres.” Takus reno di iringi tawanya
“ aaaa, ayo dong dek, bantuin.” Rengekku
“ eh kak, dimana-mana yang minta bantuin tu adek ke kakak, anak kelas 1 minta bantu bikin PR sama yang kelas 3. Bukan kebalik.” Ejek reno sambil memutar badan dan mengambil buku dari tangnku, tanda persetujuaanya.
“ cantik-cantik oon”. Balas Reno.
“biarin. Weee”. Aku cibirkan lidah kearah dia. Satu sisi dia mengejek, tapi dia juga bilang cantik, aku merasa tersanjung di puji.
“yaudah, mana PR nya?”
Aku pun membuka PR fisikanya, materi nya tentang penghitungan energi hukum Newton. Soalnya hanya ada tiga. Tapi satu soal aja jawabannya bisa 2 lembar buku. Mikirin aja aku udah pusing. Aku lihat reno sudah mulai menuliskan sesuatu di coret-coretannya.
“ini rumus nya mana?” tanya reno
“ gak tau. Hehe, di catatan ini kali.” Aku serahkan buku catatanku ke dia. Reno langsung membolak-balikkan halaman per halaman. Kadang matanya ke buku panduan, kadang ke buku PR kadang ke ke buku catatan. Sebentar-sebantar dia mencoret-coretkan sesuatu yang aku tidak mengerti di coretan. Coretannya panjang sekali. Udah lebih 3 kertas buram.
“ini kakak harus cari berapa nilai gaya nya dulu?” celoteh Reno dengan mata tetap fokus ke coretan-coretannya tidak menoleh ke arahku. Aku iya-iyain aja. Karena sedikitpun aku tidak mengerti. Di tambah dengan mata yang semakin berat. Suara-suara Reno kadang jelas kadang samar di telingaku penglihatan ku juga mulai redup. Aku menopangkan lengan ke sandaran sofa untuk mengganjal kepala ku yang diserang kantuk berat. Ini lah selalu yang ku alami, setiapa mau belajar. Kantuk nya menjadi-jadi. Mata ini tidak bisa di ajak kompromi. Terdengar sesekali suara reno, namun makin lama suara itu main jauh dan sayup. Aku tidak bisa lagi mendengarnya dengan jelas. Ah, menjam sebentar doang gak masalah, tar kalau selesai bisa aku pelajari sendiri. Batin ku menggumam.
...
“Siska!! Coba kerjakan PR kamu di papan tulis.” Perintah pak Lubis
Aku kaget setengah mati, padahal aku sudah berusaha menghindar dari pandangan beliau agar tidak maju kedepan. Tapi apa mau di kata, semua sudah terjadi. Namaku sudah di ucapkannya dan tidak bakal bisa di tarik lagi. Pasrah kulangkahkan kakiku ke depan. Entah apa yang harus ku lakukan. Biarlah tuhan yang membimbing tanganku. Ku ambil spidol dan kuarahkan ke papan tulis kelas.
Tanganku mulai menggoreskan tinta spidol ke papan tulis kelas bahkan sebelum diperintah oleh otakku. Dengan lancar tangan ini menuliskan angka-angka yang bahkan tidak ku mengerti. Ajaib Sekali. Tanganku benar-benar di bimbing Tuhan. Hanya dalam hitungan menit ketiga soal itu aku selesaikan. Kaki ini juga bergerak sendiri. Aku berbalik ke hadapan teman-teman yang masih terperangah. Mulutku juga melakukan tindakan sendiri. Lidah ku mengeluarkan kata-kata ilmiah dengan sangat lancar. Menjelaskan jabaran Rumus yang baru kutuliskan ke papan Tulis. Teman-teman terperangah dengan perubahannku, aku yang biasanya tidak bisa apa-apa sekarang menjadi begitu lancar. Ekspresi kaget juga ada di wajah pak lubis. Ekspresi kaget bercampur rasa hormat. Dia mengakui kehebatan baru ku ini. Spontan seluruh isi kelas bertepuk tangan. Dengungan-dengungan kagum ku dengar di seluruh penjuru kelas. Bahkan Spidol, papan Tulis, Buku, Meja dan kUrsi seolah juga mengutarakan kekagumannya kepadaku. Aku menjadi senang sekali. Perasaan bahagia dan bangga ini baru ini kurasakan.
Tok...tok...tok...
“Siska...!!!” mamaku muncul di depan pintu kelas. Suaranya melengking. Kenapa mama kesekolah ini mendadak.
“SISKA.!!!!! Bangun... udah pagi” makin lama suara mama makin jelas, dan teman-teman kelasku makin menjauh. Semakin mengecil di iringi oleh suara mama yang terus memanggil. Kelas menjadi gelap. Kemudian muncul pancaran cahaya yang menyilaukan mata dan aku dapati tubuhku masih berbaring di tempat tidur berwarna Pink. Di kamarku. Terjaga dari mimpi indah yang mungkin tidak pernah aku alami di dunia nyata.
“iya udah bangun” sahutku malas dari dalam kamar.
ASTAGA.. aku terhenyak, bagaimana dengan PR fisika ku. Aku ketiduran malam tadi. Dan bagaimana aku bisa pindah ke kamar. Siapa yang memindahkan ku ke kamar? Apa aku pindah sendiri? Baju ku juga sudah berganti. Malam tadi aku masih mengenakan baju kaos oblong dan celana jeans. Aku belum ganti baju dari sore. Sekarang aku sudah mengenakan daster tidur. Dan TANPA BH!!! Aku coba memutar kembali ingatan ku. Mengingat apakah aku sempat mengganti baju sebelum tidur. Aku bangkit cepat aku lihat bajuku malam tadi sudah tergantung di gantungan baju belakang pintu. BH ku juga ada di sana. Kejanggalan, Aku tidak pernah menggantung BH, aku hanya sekali sehari mengenakan BH. Sudah pakai aku langsung menaruhnya di keranjang pakaian kotor. Kenapa sekarang tergantung. Aku ingat-ingat lagi kejadian terakhir aku tertidur, aku tidur di sofa ruang tengah. Dan yang ada hanya Reno. Apakah reno yang memindahkan ku ke kamar. Kenapa aku tidak sadar ketika dia membopongku ke kamar.dan dia yang menggantikan bajuku. Berarti dia juga yang melepas BH ku. Dia sudah melihat tubuhku tanpa busana. Apakah dia melakukan sesuatu terhadap tubuhku ketika aku tidur. Spontan aku bangkit dan menghadap ke cermin. Ku lepaskan dasterku dan mengamati setiap jengkal tubuhku. Mungkin ada bekas merah yang di tinggalkan. Tapi kulitku mulus-mulus saja. Tidak ada bekas seperti bekas remasan di seputar payudara ku. Ku lihat pantat juga biasa saja. Vagina ku juga kering, tidak ada lendir atau rasa perih jika sesuatu masuk secara paksa. Aku masuk ke kamar mandi kamar, dan ku putuskan untuk ku tanyakan sendiri kepada Reno nanti.
Tidak lama aku keluar kamar dan sudah lengkap dengan seragam sekolah. Buku PR fisika ku masih tergeletak di atas meja. Lengkap dengan buku panduan dan catatan harian. Ku buka, dan ketiga soal itu udah ada jawabannya. Tulisan tangan ini ku kenal, bukan tulisan tanganku, melainkan tulisan tangan Reno. Kumasukkan saja kedalam tas dan Aku turun ke bawah, kulihat papa dan Reno sedang sarapan. Kutunda saja sejuta pertanyaan yang ada di kepala. Tidak enak jika di dengar papa.
“Buku PR kakak di atas meja sofa atas.” Ujar Reno ketika melihat ku turun dari tangga. Dia masih asyik menyantap sarapannya.
“Iya udah kakak ambil”. Jawabku sekenanya dan duduk di meja makan. Aku lihat papa yang dari tadi asik ngopi dan membaca koran pagi jadi memperhatikannku. Sudut matanya menyiratkan suatu kecurigaan.
“Kau minta buatin PR sama adik mu lagi Siska?” tanya papa. Nada suaranya tinggi, seperti menanyakan terdakwa di persidangan.
“uhuk... tidak pa, aku yang meminjam buku PR kakak, ada yang mau aku pelajari tentang hukum newton, dan kakak bilang kalau mereka juga sedang belajar materi itu. Jadi aku pinjam buku catatan, buku panduan dan PR nya sekalian.” Sahut Reno cepat untuk membela ku. Aku sudah gelagapan awalnya tidak tahu mau menajawab apa.
“loh kok kamu belajar pelajaran kelas tiga, emang pelajarannya sama?” selidik papa.
“ Aku di tugaskan oleh guru fisika kami untuk ikut Olimpiade sains kategori Fisika Astronomi. Dan materinya dari kelas satu sampai kelas tiga. Makanya pinjam buku kakak.” Jelas Reno. Reno tidak sepenuhnya berbohong. Dia memang ikut olimpiade Fisika. Tapi kali ini dia tidak pinjam untuk dirinya semata. Tapi untuk bantu PR ku juga. Aku diam saja biar tidak terjadi ke timpangan informasi. Toh, ini juga demi kebaikan bersama pikirku.
“ Ya Udah, kamu juga jangan terlalu menggantungkan diri sama adik kamu siska. Masa gak malu sebagai kakak di bantu adik terus. Bukan nya kakak yang membantu adik.” Serang papa. Kebiasaan nya berpidato sepertinya akan di mulai.
“iya pa.” Jawabku singkat.
“ cepat sudahi sarapan kamu, kita mau berangkat. Papa ada sidang hari ini.”
“ Kalau papa mau berangkat duluan gak papa. Aku bareng reno aja naik Motor”. Ujarku cepat. Toh memang ada yang ingin aku tanyakan ke Reno. Jadi nanti di motor bisa leluasa ku tanyakan.
“ ya udah, papa berangkat duluan.” “MA, Udah Belum?” teriak papa.
“udah. Bentar lagi mama keluar”
Reno bangkit dan cium tangan papa dan mama. Aku juga demikian. Tak lama kami juga udah berboncengan ke sekolah.
Jalanan pagi ini seperti biasa, macet. Reno terkadang nyelip-nyelip di antara kendaraan-kendaraan yang lain. Entah kenapa hari ini aku merasa tidak nyaman mau memeluk Reno. Tidak seperti biasanya. Aku merasa jangal jika aku memelukknya dan kedua bukit kembar ku menempel di punggungnya. Pikiran pun terasa tidak menentu, aku bingung bagai mana mau memulai pertanyaan untuk kejadian malam tadi. Aku masih diam saja di belakang Reno. Dan kami sudah berhentin di Lampu Merah pertama. Aku putuskan untuk bertanya
“ Kakak kok bisa tidur di kamar ya malam tadi. Perasaan kakak ketiduran di Sofa ruangan atas deh?” aku mulai pembicaraan sambil melirik ekspresi wajah reno dari Spion motor.
“ aku yang pindahin kakak ke dalam. Kasian aja tidur di luar. Tar kakak ku yang cantik ini di gigit nyamuk.” Canda reno sambil memutar kepalanya ke belakang dan tersenyum.
Benar dugaanku, artinya Reno yang memindahkan ku ke dalam kamar. Tapi masih banyak yang perlu aku pertanyakan.
“ kakak jalan sendiri ya?” tanya ku lagi.
“ hahaha.. kakak tidur kaya kerbau gitu, bagaimana caranya bisa jalan ke kamar”.
Ledekan Reno seperti ini memang sering ku terima, dan ungkapannya macam-macam. Mulai dari tidur kerbau, ini karena kalau aku sudah tidur aku susah untuk di bangunkan. Ada juga CCO. Cantik-cantik Oon. Ya, memang ku akui otak ku tidak secemerlang Reno. Ada barbie pengentut, dan macam-macam julukan-julukan aneh yang di anugrahkan si sempurna Reno. Kepada si Manusia paling tidak sempurna. Aku.
Aku kejar kembali kepertanyaan yang masih terngiang di kepalaku.
“trus gimana caranya kakak bisa pindah kekemar?” kejarku sambil mengencangkan pelukan ke pinggangnya. Kepala ku majukan kedepan. Berusaha melihat wajahnya secara langsung. Jika orang lain melihat, kami terlihat seperti sepasang Remaja yang sedang pacaran di atas Motor. Hehe
“ya aku gendong lah. Kaya film India.” Balas reno singkat. Matanya Fokus ke Trafic light.
“ Kamu juga yang gantiin baju kakak?” aku makin penasaran,
“Iya” jawab reno
dada ku bergemuruh. Perasaan aneh ku rasakan mengetahui kenyataan bahwa tubuhku telah di lihat oleh adik kandungku. Dalam kondisi tidur. Tubuhku yang belum di jamah oleh siapa pun sekarang telah di lihat oleh adik kandungku sendiri dan tubuh ini dalam kondisi hampir telanjang Bulat. Ada perasaan marah, kesal dan rasa ingin tahu. Apa yang dia rasakan ketika melihat tubuhku ini.
“ Kamu juga yang bukain BH kakak?” kejarku
“ Iya?”
Aku terdiam. Reno mengatakan itu tanpa ekspresi.
“gak usah takut deh, gak aku foto kok?” ledek Reno. “gak mungkin juga aku mau buat kakak aku .yang cantik ini jadi bintang Bugil Medsos. Haha”
Reno masih bisa bercanda di saat perasaan ku begitu berkecamuk. Dadaku bergemuruh, jantungku berdetak cepat. Perasaan ini aneh sekali. Mau di bilang ini marah, tidak juga, kesal, tidak juga, sedih, tidak terlalu. 
BERSAMBUNG 
(demi keberlangsungan blog ini, kami mengharapkan kesediaan  pembaca untuk meng-klik iklan-iklan yang ada di blog ini sebagai donasi kepada para penulis. terima kasih)

Friday, October 23, 2015

BERCINTA DENGAN KAKAK KANDUNG VI

sebelum membaca cerita di bawah. kami mengharapkan bantuan agan-agan sekalian untuk emmbantu meng-klik iklan yang ada di  blog ini. hal ini dapat membantu keberlangsungan hidup blog dan donasi para penulis. salam dari kami. selamat membaca
"hmmm. boleh deh. kakak pengen tau juga gimana surga dunia?" bisik kakwidya di teligaku, aku sudah tidak lagi menghadap wajahnya, aku cium lembut leher kirinya, naik ke belakang telinganya, pindah ke pipi dan ke hidungnya. kutatap kak widya dari dekat
"apa ya rasanya bibir seksi ini?" aku usap lembut bibirnya menggunakan jari telunjuk
"rasa strawberry kali?" sahut kak widya
aku dekatkan bibirku ke bibirnya, kali ini dia tidak menoleh ketempat lain. dia menerima. ku tempel lembut bibirku ke bibirnya. lembut sekali. memang benar ada aroma strawberry, aroma lipstiknya kali. aku belum membuka bibir. hanya menempelkan ke bibirnya. ku angkat kepala dan menetap wajahnya. tatapan mata kek widya manja, dan cantik sekali. aku ulangi cium bibirnya dan kulumat perlahan. kak widya mulai membalas, di kalungkan tanganya ke leherkku. kakinya yang tadi sejajar sekarang terbuka dan pahanya di buka. sekarang posisiku sudah ada di antara selangkangannya. aku jadi bernapsu sekali. aku lumat habis bibirnya, kumasukkan lidahku ke dalam mulutnya. terasa kak widya menghisap-hisap lidahku. batasan sebagai adik dan kakak sudah hilang entah kemana.
"dek, CD kakak d buka dulu, tar kotor lagi" kata kak widya
aku secepat kilat naik, dan membuka CDnya. vaginanya sudah berlendir lagi. ku tatap lekat-lekat sambil membuka pahanya lebar-lebar.
"dulu aku sering liat ini, tapi gak pernah tertarik liatnya. skarang ini celah bikin otak jadi gak waras" tuturku sambil elus-elus vaginanya. kak widya tidak menjawab. hanya desahan halus yang merdu yang menjawabnya. aku maikan clitorisnya dan desahannya makin kuat. ini saatnya menacapkan penisku.
aku naik kembali ku cium bibirnya pelan kemudian cium keningnya. kak widya tersenyum manis. ku arahkan penisku ke vaginanya.
"dalam dompet kakak ada kondom, pake dulu ya sayang, biar aman" kata kak widya pelan
aku berdiri langsung dan membuka lemarinya. ada dompet panjang di rak no 3. aku buka. ada kondom durex 2 biji. aku ambil semua, dan ku pakai satu kemudia secepat kilat naik ke tubuhnya lagi.
"gak sabaran amat sih, kayak belom pernah ML aja" canda kak widya
" sama manusia sering, tapi sama bidadari mau mlm ini" goda ku
"aaaaaaaaaa" jawab kak widya meniru gaya iklan traveloka
ke usap-usap kepala penisku ke vaginanya. kak widya mulai mendesah, aku masukkan pelan-pelan, agak susah.kuregangkan lagi pahanya. kudoronglagi. kepala penisku mulai masuk. ku dorong lagi dalam 1 hentakan
" aaagghhhhhhhhh" lenguh kak widya.
aku mulai goyangkan pinggulku maju mundur. desahan kak widya makin keras, vaginanya masih sempit dan hangat sekali. ku goyangkan terus sambil meremas payudaranya.
"cepet dek kakak udah mau keluar" kaki kak widya mengunci pinggangku san kukunya terasa menggores pinggangku salam cengkramannya. kupercepat sodokanku ke vaginanya. aku juga terasa mau keluar.
"ahhh...aahhh...aahhh.... ka..kak... ma..u... keluar, terus....teruss.."
"aku mau keluar juga kak"
"ayo sayang, barengan ...." desah kak widya
"aahhhhhhhh... kakak keluar.."
dan gumpalan sperma di ujung penisku muncrat juga. membentur ujung kondomku di dalam vaginanya. nikmat sekali. ini persetubuhan paling nikmat yang pernah aku rasakan.
sekian kisah saya gan, masih panjang kisah ini. ronde pertama nya udah dulu. pegel jari ngetiknya. klo agan mau liat video ilustrasinya klik  link lebih hot ini. yang mau komen dan sharing monggo di kolom komentar. saya balas kok. tunggu kelanjutan kisahnya.

KEMBALI  

Friday, August 21, 2015

BERCINTA DENGAN KAKAK KANDUNG PART V

sebelum membaca cerita di bawah. kami mengharapkan bantuan agan-agan sekalian untuk emmbantu meng-klik iklan yang ada di  blog ini. hal ini dapat membantu keberlangsungan hidup blog dan donasi para penulis. salam dari kami. selamat membaca
aku rebahkan kepalaku di bantal berwarna pink dengan motif hello kitty. wangi lembut. beda sekali dengan bantalku yang apek, bau asap campur iler. aku tidur di tepi ranjang, kak widya di tengah, sebelah kiri mepet ke dinding. dia tidur sambil membenampak kepalanya ke dadakiriku. aku peluk dan ku elus-elus rambutnya. nafasnya terasa hangat di dadaku. kakinya dari tadi sibuk menggesek-gesek ke kakiku. kebiasannya dari kecil.
"udah gesek-geseknya, kapan bisa tidur kalo kaki kakak goyang-goyang gitu?" timpalku
" kalo begini rasanya nya nyaman dek, udah kebiasaan. kalo tidur sendiri kakak gesek-gesek ke kaki kakak sendiri, kalao ada kamu ke kaki kamu lah. sensasinya beda, hihihi". sahut kak widya setengah berbisik
" ya deh. terserah kakak. jangan aja gesek-gesek yang lain. tar jadi begadang sampe pagi"
kak widya bangkit, sekarang posisinya sudah setengah menindihku.
"beneran kamu gak mau kakak gesek-gesek pake yang lain?" sambil menaikkan sebelah alisnya, kak widya menantang.
"kalau begini gimana?" kak widya menggerak-gerakkkan dadanya, sehingga payudaranya bergoyang-goyang menggesek dadaku.
"aku sih gak masalah, paling tar kalau aku jadi nafsu kakak juga yang repot" tantangku
"ihhhhhh, gak boleh dong. masa kamu nafsu ma kakak. kakak kan kakak kandung kamu, masa kamu lupa ndi. ck..ck..ck.. adek kakak udah amnesia kayaknya." nada sok lugunya bikin si junior kembali ingin beraksi.
"aku gak nafsu kok ma kakak, aku nafsunya ma cewek cantik yang gak pake BH dan sekarang lagi goyang-goyangin dadanya ke dada aku".
"emang tu cewek secantik mana?" sahut kak widya sambil terus goyang-goyangin dadanya
"cantik banget kak, seumur hidup aku belum pernah ketemu sama cewek yang lebih cantik dari dia, dia itu cantik, putih, mulus, bodynya perfek. mantap pokoknya..."
"ah, kamu bisa aja gombalin kakak"wajah kak widya bersemu merah
"yee... aku kan gak gombalin kakak, aku bilang tentang cewek tadi loh.. heheh. tapi sayang ada satu kurangnya" aku pasang tampang pura-pura serius
kak widaya langsung berhenti menggoyang-goyangkan dadanya. "kurang gimana?"
"orangnya rada oon. hehehe"
"aaaaaaaa" sahut kak widya dengan nada seperti orang yang di iklan traveloka. cewek yang bilang aaaa di pinggir jendela.
"lah emang rada oon kan. inget gak siapa yang ngisiin PR kakak waktu kakak nangis-nagis di SMA gara2 lupa bikin PR." canda ku
"iya..iya.. kakak akui kamu emang yang paling pinter. tapi ada sayangnya juga" hardik kak widya
"apa?"
"mupeng, muka pengen. hahahaha"
aku peluk kak widya. dan aku gulingkan dia kebawah. sekarang posisinya dia aku tindih.
"trus kalau emang aku pengen kenapa?" tanya ku dengan suara yang sangat pelan
"emang kamu pengen apa?" balas kak widya
"aku pengen ngajakin kakak terbang ke surga dunia?"
"emang di mana surga dunia?"
ada pokoknya, kakak mau ikut apa nggak?" ujarku sambil mulai menggesek-gesekkan penisku ke vaginanya.
"hmmm. boleh deh. kakak pengen tau juga gimana surga dunia?" bisik kakwidya di teligaku, aku sudah tidak lagi menghadap wajahnya, aku cium lembut leher kirinya
KEMBALI               
                                                                                                                                       BERSAMBUNG
Daftar cerita lain

BERCINTA DENGAN KAKAK KANDUNG PART V

sebelum membaca cerita di bawah. kami mengharapkan bantuan agan-agan sekalian untuk emmbantu meng-klik iklan yang ada di  blog ini. hal ini dapat membantu keberlangsungan hidup blog dan donasi para penulis. salam dari kami. selamat membaca
aku rebahkan kepalaku di bantal berwarna pink dengan motif hello kitty. wangi lembut. beda sekali dengan bantalku yang apek, bau asap campur iler. aku tidur di tepi ranjang, kak widya di tengah, sebelah kiri mepet ke dinding. dia tidur sambil membenampak kepalanya ke dadakiriku. aku peluk dan ku elus-elus rambutnya. nafasnya terasa hangat di dadaku. kakinya dari tadi sibuk menggesek-gesek ke kakiku. kebiasannya dari kecil.
"udah gesek-geseknya, kapan bisa tidur kalo kaki kakak goyang-goyang gitu?" timpalku
" kalo begini rasanya nya nyaman dek, udah kebiasaan. kalo tidur sendiri kakak gesek-gesek ke kaki kakak sendiri, kalao ada kamu ke kaki kamu lah. sensasinya beda, hihihi". sahut kak widya setengah berbisik
" ya deh. terserah kakak. jangan aja gesek-gesek yang lain. tar jadi begadang sampe pagi"
kak widya bangkit, sekarang posisinya sudah setengah menindihku.
"beneran kamu gak mau kakak gesek-gesek pake yang lain?" sambil menaikkan sebelah alisnya, kak widya menantang.
"kalau begini gimana?" kak widya menggerak-gerakkkan dadanya, sehingga payudaranya bergoyang-goyang menggesek dadaku.
"aku sih gak masalah, paling tar kalau aku jadi nafsu kakak juga yang repot" tantangku
"ihhhhhh, gak boleh dong. masa kamu nafsu ma kakak. kakak kan kakak kandung kamu, masa kamu lupa ndi. ck..ck..ck.. adek kakak udah amnesia kayaknya." nada sok lugunya bikin si junior kembali ingin beraksi.
"aku gak nafsu kok ma kakak, aku nafsunya ma cewek cantik yang gak pake BH dan sekarang lagi goyang-goyangin dadanya ke dada aku".
"emang tu cewek secantik mana?" sahut kak widya sambil terus goyang-goyangin dadanya
"cantik banget kak, seumur hidup aku belum pernah ketemu sama cewek yang lebih cantik dari dia, dia itu cantik, putih, mulus, bodynya perfek. mantap pokoknya..."
"ah, kamu bisa aja gombalin kakak"wajah kak widya bersemu merah
"yee... aku kan gak gombalin kakak, aku bilang tentang cewek tadi loh.. heheh. tapi sayang ada satu kurangnya" aku pasang tampang pura-pura serius
kak widaya langsung berhenti menggoyang-goyangkan dadanya. "kurang gimana?"
"orangnya rada oon. hehehe"
"aaaaaaaa" sahut kak widya dengan nada seperti orang yang di iklan traveloka. cewek yang bilang aaaa di pinggir jendela.
"lah emang rada oon kan. inget gak siapa yang ngisiin PR kakak waktu kakak nangis-nagis di SMA gara2 lupa bikin PR." canda ku
"iya..iya.. kakak akui kamu emang yang paling pinter. tapi ada sayangnya juga" hardik kak widya
"apa?"
"mupeng, muka pengen. hahahaha"
aku peluk kak widya. dan aku gulingkan dia kebawah. sekarang posisinya dia aku tindih.
"trus kalau emang aku pengen kenapa?" tanya ku dengan suara yang sangat pelan
"emang kamu pengen apa?" balas kak widya
"aku pengen ngajakin kakak terbang ke surga dunia?"
"emang di mana surga dunia?"
ada pokoknya, kakak mau ikut apa nggak?" ujarku sambil mulai menggesek-gesekkan penisku ke vaginanya.
"hmmm. boleh deh. kakak pengen tau juga gimana surga dunia?" bisik kakwidya di teligaku, aku sudah tidak lagi menghadap wajahnya, aku cium lembut leher kirinya
KEMBALI               
                                                                                                                                       BERSAMBUNG

Daftar cerita lain

Tuesday, May 12, 2015

BERCINTA DENGAN KAKAK KANDUNG PART IV

sebelum membaca cerita di bawah. kami mengharapkan bantuan agan-agan sekalian untuk emmbantu meng-klik iklan yang ada di  blog ini. hal ini dapat membantu keberlangsungan hidup blog dan donasi para penulis. agan-agan sekalian yang memiliki cerita sesuai konten dapat kita publikasikan di blog ini. kirimkan cerita saudara ke email azadie007@gmail.com syarat konten harus original. salam dari kami. selamat membaca
“ahhh…ahhh…ah…” desahan kak widya semakin cepat. Makin lama goyangan pantatnya makin cepat… “ dekkkk,,,, enak banget…..” nafsunya udah naik sangat tinggi, hingga mengeluarkan kata-kata yang tidak seharusnya dia keluarkan di depan adik kandungnya. Kak widya mencondongkan badannya kedepan. Dia tarik tanganku dan meletakkan di dadanya.
“aku remas ya kakakku yang cantikkkk”.
“iya adek sayang, remas aja sesuka adek” jawab kak widya dengan ekspresi yang sangat nakal.
“kakk… memek kakak hangat banget…”
“nikmati aja, mumpung kakak sedang gila” balas kak widya.
“Aaahh…ahhh…ahhh… dekkkkk… ka….kakkk…  gak tahan lagi….” Akhirnya aku merasakan kakak menekan vaginanya sekuat mungkin, kemudian tubuhnya bergetar getar. Dia sudah orgasme pikirku. Terfikir olehku satu hal jangan sampai dia sadar sebelum aku puas. Pengalamanku wanita kalau sudah puas akan kembali kea lam sadarnya. Hati nuraninya akan kembali menguasai otak. Bukan lagi nafsunya.
“adek, udah ya?” apa aku bilang, udah ngajak udahan ni orang. Cari enak sendiri aja.
“sedikit lagi kak. Goyang aja terus” balas ku.
“kakak capek dek” sembari kak widya melabuhkan badanya ke dadaku. Aku peluk dia sambil berusaha memasukan penisku ke vaginanya.
Kak widya mendongak. “ dek jangan!”
“biar cepet keluar kak” jawabku
“ jangan, kalau mau gesek-gesekin aja ke vagina kakak, kalau gak mau udah.”
“ya deh, kakak d bawah apa di atas?” tanyaku
“terserah kamu maunya gimana?” tutur kak widya pasrah.
Tanpa bicara, aku angkat tubuh kak widya dan aku rebahkan di sofa. aku letakkan penisku di atas vaginanya dan mulai aku gesek-gesek. Aku maju mundurkan. Kak widya memejamkan matanya. Tanpa respon. Aku remas payudara kanannya, awalnya kak widya melepaskan tanganku, tapi aku tidak mau kalah. Aku remas kemabali. Kuturunkan kepalaku, ku jilati lehernya. Uuggghhh kak widya mulai mendesah kembali. Terus aku gesek-gesek penisku ke vaginanya. Aku mau cium bibirnya, tapi dia menolak. Di rangkulnya leherku hingga kepalaku berada di sebelah kepalanya. Ku dengar kak widya mulai mendesah lagi. Dia mulai terangsang kembali. Aku mulai hilang kendali. Aku tarik penisku kebelakang dan langsung menghujam vaginanya, masuk. Aaahhhhh… ddeeeeekkkk….Nikmat sekali rasanya. Hanya dua hentakan kak widya melepaskan vaginanya. Secepat kilat dia berdiri.
Aku tercengang dengan responnya, kak widya mendelik tajam kearahku.
“jangan masuk, ini peringatan terakhir. Kalau masih juga, kakak gak mau puasin kamu.”
Aku diam saja, ku rentangkan tanganku mau memeluknya.
“ok..kakak sayang. Gak lagi deh”
Aku rebahkan lagi tubuhnya, sekarang aku main lembut, aku gesek-gesekkan kembali. Tapi perlahan-lahan.
“masa ya, cewek secantik kakak di selingkuhin ma bang rendi,”
Kak widya diam saja. Menoleh ke arah lain.
“kalau aku punya cewek secantik kakak, gak bakal aku lepasih deh. Cantik, mulus, baik, sempurna.”
Kak widya menatapku. “kakak gak mempan gombalan basi kamu”
“aku gak gombal kok, terserah kakak percaya apa enggak”
Kucium keningnya, sekitar 5 detik. Ke tatap mata kak widya. Tatapannya berrubah menjadi tatapan manja. Ku elus2 rambutnya.
“kamu emang ahli naklukin wanita ya”
Aku Cuma tersenyum, aku naikin badanku, kuremas payudaranya.
Aaahhhh…. Ku semprotkan maniku ke perut kakakku yang cantik ini. puas sekali rasanya.
“puaassss? Adekku yang nakal, nyemprotin mani ke kakak kandungnya sendiri.” Goda kakak ku kemudia dia ambil tisyu di atas meja dan membersihkan spermaku yang berceceran di atas perutnya.
Aku kenakan lagi CD dan celanaku. Kemudian tanpa bicara aku gendong kak widya.
“hey..hey.. kakak mau di bawa ke mana?”
“kakak kan hari ini lagi bersedih, jadi aku gendongin sampe kamar deh. Kakak gak usah capek-capek berjalan lagi.”
“ihhh,, kamu sok romantis” di rangkulnya leherku dan dia nempel di dadaku. Aku letakkan daster, CD dan BH di atas tubuhnya. Aku mulai berjalan mau menuruni tangga. Ku buka pintu kamarnya dan amku baringkan dia di sana. aku masuk ke kamar mandi yg ada di kamarnya, ku basahi handuk kecil. Kemudian aku lap tubuh kak widya. Leher, dada, perut dan vaginanya. Kamudian aku lap menggunakan handuk kering. Kak widya pasrah saja sambil tersenyum manis. Manis sekali. aku ambilkan CDnya yang bersih, aku kenakan.
“biar gak masuk serangga” candaku. Aku selimuti tubuhnya. Sebelum keluar kamar aku sempatkan mencium keningnya. Pokoknya aku perlakukan dia seperti aku sering memperlakukan pacarku. Aku mulai melangkah pergi ketika tangannya memegang tanganku.
“dek, tidur sini aja ya sama kakak. Tapi jangan macam-macam. Peluk kakak sampe pagi.”

“aku matiin lampu dulu.” Jawabku sambil tersenyum.
kembali 
                                                                                                             BERSAMBUNG.............. 

Daftar cerita lain


Saturday, May 9, 2015

BERCINTA DENGAN KAKAK KANDUNG PART III

sebelum membaca cerita di bawah. kami mengharapkan bantuan agan-agan sekalian untuk emmbantu meng-klik iklan yang ada di  blog ini. hal ini dapat membantu keberlangsungan hidup blog dan donasi para penulis. salam dari kami. selamat membaca
“ya bik” sahutku. Aku cepat keluar kamar. Takut bi narsih keburu naik.
“bibi mau pulang, kunci pintu dulu.”
Sial, ni bibik gangguin aja. Aku buru-buru turun, menutup pintu pagar, dan pintu rumah. Lampu ruang tamu langsung aku padamkan, biar gak ada tamu yang datang jadi tidak ada yang gangguin lagi. Kemudian aku buru-buru naik lagi keatas. Kak widya sudah mengenakan kembali dasternya.
“udah ya, kan kamu udah liat tubuh kakak. Sekarang kakak mau dengar hasilnya”.
Gagal deh, mungkin kak widya sudah mulai sadar, dan kembali waras. Jadi gak mau lagi aku kerjain. Tapi aku gak mau nyerah, aku coba strategi lain.
“gini, cowok tu kan lebih tertarik pada fisik wanita. Fisik kakak masih ada yang kurang sedikit. Payudara kakak gede sebelah. Pantat kurang montok. Kakak senam kegel deh. Biar bokongnya naik. Browsing aja gimana cara senam kegel. Trus payudara kakak harus di samain. Owh iya, bang rendi suka mainin yang sebelah mana?”
“hmmm… yang kiri deh rasanya.”
“trus apa yang terjadi.”
“ ya kakak langsung cepet naiknya, ujung-ujungnya ML.” jawab kakak mulai tanpa beban lagi dalam bercerita.
“siapa yang ngajakin duluan.”
“ kalau udah terangsang berat, kakak yang ngajakin main.” Jawab kak widya jujur.
“nah itu masalahnya, kakak udah bukan tantangan lagi sama dia. Dia udah tahu caranya naklukin kakak. Kakak kalo ML sama bang rendi klimaks gak?” kejarku
“hmmm. Kadang klimaks, kadang nggak. Tapi kakak senang kalau dia bisa klimaks walaupun kakak gak dapet”.
“bulshit itu, gak ada yang namanya bercinta gak nyari kepuasan. Kakak terlalu mengejar dia. Posisi nya kakak yang mengejar, bukan dikejar. Dalam cinta kita tidak bisa mengejar terus, bisa di tindas, tapi kalau di kejar terus bisa jadi yang ngejar bosan. Harus ada timbale baliknya.” Aku menjelaskan panjang lebar kepada kak widya tentang pengalamanku dulu, bisa berganti-ganti pasangan sesuka hati.
“trus kakak harus gimana?”
Aku mulai menyusun strategi kedua.
“gini, kakak harus berlatih tahan terhadap rangsangan. Jangan terlalu mudah terangsang. Atau meskipun terangsang bisa mengontrol dengan tepat kapan harus di lepaskan kapan harus di tahan. Dengan begitu kakak bisa membalikkan posisi sebagai yang di kejar. Kakak suka posisi apa, maksud aku kakak cepat klimaks kalau pake gaya apa?”
“kalo gak women on the top, doggie style. Tapi bang rendi sukanya dia di atas. Gaya konvensional.”
“hmmm.. sudah bisa di tebak. Sebenarnya Cowok paling suka doggie, tapi kalo pantat ceweknya montok. Kalau women on top juga gitu. Tapi itu bisa di perbaiki. Sekarang yang jelas kakak harus bisa mengontrol rangsangan.”
“caranya gimana dek” Tanya kak widya. Aku di rumah memang sering di panggil adek, karena paling bungsu. Mama, papa dan bi narsih juga memanggil aku adek.
Aku duduk semakin merapat ke kak widya. Aku elus lagi payudara kirinya. Kak widya mau menolak.
“masa latihannya sama kamu dek” tahan kak widya sambil tangannya memegang tanganku.
“trus kakak mau latihan sama siapa? Cuma sekedar teori. Lama… keburu kecantol sama meri bang rendinya. Kak widya melemahkan pegangan tanganya.
“tapi inget ya ini Cuma latihan, kamu jangan ambil ke untungan dari kondisi kakak ini. kakak gak mau terjadi hal yang tidak di inginkan.”
“iya..tenang aja deh. Gak mungkin aku nafsu sama kakak kandung sendiri.”
Aku mulai mengelus elus payudara nya lagi. Kadang aku remas perlahan. Aku focus pada payudara kirinya. Biar dia semakin cepat merangsang, uugghhh kak widya mulai mendesah, aku angkat dasternya hingga melewati kepala. Kak widya sudah mengenakan CD nya kembali. Aku mainkan putingnya yang mulai mengeras.. aaaahhhh desahan kak widya semakin keras. Aku semakin semangat. Kulihat kak widya memejamkan matanya. Ahh.. ahh… intensitas desahannya semakin sering. Ingin rasanya aku lumat bibir seksinya itu. Aku dekatkan wajahku ke dadanya.
“tahan ya…”
Aku mulai menjilati payudaranya. Aku mainkan putting payudaranya dengan lidahku. Kuputar-putar. Terkadang aku hisap-hisap. Penisku sudah berontak ingin keluar.
“aaaahhhhhh….. dekk…. Ahhh…” kak widya mulai mendesah. Kaki nya mulai merenggang.
Ini saatnya, aku yang duduk di sebelah kirinya , tangan kananku membelai-belai punggungnya, tangan kiri mulai merayap kebawah hingga ke daerah vaginanya.
“jangan kesana dek… aaahhhhhh…..” desahannya kakak makin kuat ketika tanganku masuk kedalam CDNya dan mengelus klitoris.
Aku mulai tidak sabar lagi. Kubuka CD abu-abu itu, aku elus-elus vaginanya dari atas kebawah. Desahan kak widya semakin jelas.
“ahh…ah…ah….” Kak widya memaju mundurkan pinggulnya, mengikuti gerakan tanganku.
“ahh…dek…ah… kakak gak tahan”. Aku tahu ini saatnya. Aku buka celana ku.
“ dek… ingat jangan ambil kesempatan dalam kesempitan.” Kak widya membuka matanya dan menatapku. Tapi tangannya masih menahan tanganku di vaginanya. Aku masukkan jari kedalam liang vaginanya.
“AAAHHHHHHHHHHH……. Adek nakal…” desahan kak widya makin kuat.
“nikmati aja kakak sayang….” Bisikku di telinganya.
Ahh..ahh…ahh…. desahan kak widya makin cepat dan kuat. Dia sudah hamper klimaks. Aku cabut tanganku.
“ahhh… adek jangan siksa kakak…” rengek kak widya manja. Aku jadi sangat geregetan.
“ aku pengen juga kak” akhirnya kata-kata itu keluar juga dari mulutku.
“jangan ya adek sayang, tabu” sambil kak widya menarik tanganku lagi ke aeah vaginanya. Matanya tertuju pada penisku yang nongol keluar dari atas celana.
“nanti kakak puasin, tapi janji jangan masuk.” Kata kak widya.
“iya janji.”
Kak widya menurunkan celanaku, penisku menjulang gagah ke angkasa. Raut wajah kak widya tampak terpesona melihat penisku yang panjang, diameter 3 cm panjang 16cm. mungkin dia juga tergoda. Kak widya berdiri di hadapanku naik di atas sofa. Aku yang duduk otomatis wajahku berhadapan langsung denganvaginanya. Ku julurkan lidahku dan menjilati clitorisnya.
“AAHHHHHH….. jangan di jilat dek..ampun,,,,ahh..ahh..ahh…” desahnya semakin kuat.
Kemudian kak widya mendorong kepala ku menjauh. Aku rebahan di sofa. Kak widya kemudian menduduki daerah selangkanganku, penisku di lipatnya ke atas, kemudian dia duduki. Au mersakan vaginanya yang hangat dan licin berada tepat di batang penisku. Kak widya mulai memaju mundurkan vaginanya. Hangat, licin, lembab bergerak maju mundur. Dari pangkal penisku hingga hamper ke ujung terasa nikmat, seperti di pijit-pijit… tangan kak widya bertumpu kebelakang. Ke lututku.
“ahhh…ahhh…ah…” desahan kak widya semakin cepat. Makin lama goyangan pantatnya makin cepat… “ dekkkk,,,, enak banget…..” nafsunya udah naik sangat tinggi, hingga mengeluarkan kata-kata yang tidak seharusnya dia keluarkan di depan adik kandungnya. Kak widya mencondongkan badannya kedepan. Dia tarik tanganku dan meletakkan di dadanya.
kembali...
                                                                                                                                       BERSAMBUNG

DAFTAR CERITA

BERCINTA DENGAN KAKAK KANDUNG PART II

sebelum membaca cerita di bawah. kami mengharapkan bantuan agan-agan sekalian untuk emmbantu meng-klik iklan yang ada di  blog ini. hal ini dapat membantu keberlangsungan hidup blog dan donasi para penulis.
“sorry ya” aku pura-pura pamit. Padahal udah gak tahan lagi pengen nyentuh payudaranya. Aku elus kedua bukit kembar itu dari luar dasternya. Dari pinggir keluar. Tangan kanan menyentuh payudara kirinya, tangan kiri untuk payudara kanannya. Aku elus sangat pelan. Aku putar-putar dan sengaja tidak menyentuh putingnya. Aku mau buat kak widya merangsang dan penasaran. Sekitar satu menit aku elus-elus payudaranya. Jariku semakin lama semakin ke dalam. Kulirik keatas sedikit, kulihat kak widya menggigit bibirnya. Aku mulai merasakan kalau kak widya menikmati elusan tanganku. Aku sentuh pentilnya serentak kiri dan kanan. Uugghh, terdengar  desahan pelan dan dia reflek membungkukkan badannya.  Aku mendongak, kak widya cepat-cepat buang muka ke kiri. kalau pembaca lupa bagaimana wajah kak widya klik disini. atau videonya di sini tapi tolong jangan di sebarkan.
“cepat dong, nanti bi narsih liat, bahaya.” Bisik kak widya.
Sekarang aku pegang secara keseluruhan, sedikit aku remas, wow, sungguh indah rasanya, tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Benda yang selama ini aku hayal-hayalkan sekarang berada dalam genggaman, hanya di batasi selembar daster tipis. Aku remas perlahan-lahan. Payudara kak widya sangat kenyal, lumayan besar, penuh satu genggaman tanganku. Terasa di telapak tanganku putingnya semakin mengeras. Badannya bergerak-gerak pelan. Aku remas dengan gerakan memutar hingga keputingnya. Kembali gerakan reflek kak widya terasa.
“jangan dimainin di. Kakak gak tahan” suara kak widya terdengar sangat berat. Aku semakin girang. Dia sudah mulai terangsang. Aku tatap wajahnya.
“payudara kakak besar sebelah ya? Yang kanan posisi ujungnya lebih rendah dari yang kiri. Tapi yang kiri terasa lebih besar daripada yang kanan”. Aku mengutarakan analisa ku atas anatomi buah dadanya.
“iya emang gitu dari dulu.” Jawab kak widya
Aku penasaran bagaimana bentuk aslinya, aku lepaskan tangan dari payudaranya dan mulai menurunkan tali dasternya. Agak susah melewati bahunya. Cukup ngepress.
“angkat dasternya dari bawah aja” bisik kak widya
Lampu hijau menyala. Tapi aku gak mau buru-buru. Nanti niat burukku tercium olehnya. Aku angkat ujung dasternya. Kak widya mengangkat pantanya, agar daster mudah di angkat ke atas. Terlihat paha mulusnya dan CD abu2 yang menutupi daerah kewanitaanya. Terlihat bercak basah tepat di garis vaginanya. Sambil membuka dasternya aku sentuh kulit paha yang putih mulus itu. Mulus sekali. tanpa cela. Aku angkat hingga ke atas. Hingga kelehernya. Sekarang terpampanglah tubuh indah kakak kandungku yang cantik dan mulus ini. hanya mengenakan CD. Aku tahan godaan untuk memperkosanya sekuat tenaga.
“tahan dasternya” perintahku. Kak widya menurut saja. Wajahnya sudah mulai merona merah. Mungkin fantasinya sudah mulai tumbuh, menyaksikan tubuh indahnya di nikmati oleh adik kandungnya sendiri.
“iya yah, yang kanan lebih turun dan lebih kecil” aku kembali memegang payudaranya. Sekarang tanpa halangan apapun. Kurasakan mili demi mili permukaan payudaranya. Sungguh indah. Bahkan payudara kak widya lebih indah daripada payudara pacarku maya. Aku elus dan sedikit aku remas-remas.
“yang kiri lebih kenyal daripada yang kanan” analisaku lagi. Sesekali aku melirik kebawah. Kak widya melipat pahanya. Menjepit vaginanya sendiri. Tanda-tanda wanita yang lagi terangsang berat. Aku sentuh putingnya bersamaan. Uuggghhh dia mendesah lagi. Tapi kali ini tidak aku biarkan lepas.
“jangan di mainin putting kakak dek. Kakak gak tahan” bisik kak widya pelan sekali.
“mana yang lebih kuat rasngsangannya, yang kanan apa yang kiri?” tanyaku sambil tidak melepaskan jari dari putingnya.
“yang kiri.. uuggghhhhhh. Udah ah…” kata kak widya sambil melepaskan tanganku dari payudaranya. Kulirik CDnya semakin basah.
“coba kakak berdiri” aku angkat badannya biar dia berdiri. Kemudian aku menjauh kea rah pembatas tangga. Aku melihat ke bawah. Bi narsih masih focus nonton sinetron kesukaannya.
“angkat lagi dasternya” sambil aku memeberikan komando dengan jari.
Kak widya bagai kerbau dicucuk hidung, nurut dengan perintahku. Dia angkat dasternya dan berdiri di hadapanku. Aku perhatikan dengan seksama. Kemudian memberikan isyarat memutar dengan jariku. Dia berputar. Aku perhatikan mulai punggung hingga pantatnya. Tapi pandangan ke pantanya kurang jelas. Karena CD yang di kenakan kak widya cukup lebar. Jadi menutupi seluruh bongkahan pantatnya. Aku mendekat. Ku pegang pantatnya.
“busungkan sedikit dada kakak” kak widya langsung membusungkan dadanya.
“hmmmmm… pantat kakak juga kurang montok deh..” aku menjutkan analisaku. Aku masukkan tanganku ke dalam CDnya dari belakang. Aku remas bongkahan pantatnya sebentar. Kemudian aku tarik lagi. Aku buat dia semerangsang mungkin. kemudian aku duduk di belakang dia. Wajahku sejajar dengan pantatnya. Aku angkat sedikit pantatnya.
“ segini loh yang bagusnya”. Kak widya diam saja sambil tetap menahan daster di lehernya. Karena wajahku hanya sekitar 20 cm dari pantatnya. Aroma vagina nya yang basah masuk kedalam hidungku. Aku semakin tidak kuat menahan rangsangan ini. aku berdiri dan bergerak kea rah kamar tamu. ku buka pintunya.
“sini” seruku
“gak ah, mau ngapain pake ke dalam kamar segala”. Tolak kak widya.
“sini lah, biar kalau bi narsih naik gak kelihatan. Di pintu ini aja. Ayo sini.” Sambil aku tarik tangan kakakku yang sexy ini. akhirnya dia menurut. Dia sekarang berdiri di dalam kamar. Hanya setengah meter dari pintu. Tapi karena posisi tangga ke atas yang berada di belakang kamar, jadi kalau bi narsih naik, dia gak bakalan bisa ngeliat kak widya. Aku angkat lagi daster kakak, kali ini aku angkat total. Setengah menolak, tapi dia nurut juga. Mungkin dia fikir kepalang tanggung. Aku tatap seluruh tubuhnya, kemudian aku belai muali dari bahu, lengan atas, lengan bawah, kemudian daerah samping payudaranya, pinggang, paha hingga betis. Kemudian naik lagi ke paha, perut, vaginanya sengaja tidak aku senggol, ke buah dadanya lagi. Kemudian aku putuar tubuhnya hingga membelakangiku. Aku usap punggungnya, turun ke daerah pantat. Aku remas sedikit. Kemuian aku tarik CDnya kewah. Aku lepaskan. Kak widya kaget dan langsung menahan CDnya dari bagian depan.
“udah, gak usah d tahan. Lepasin aja. Ngalangin nih” aku terus menarik ke bawah. Hingga lepas.
“coba kakak busungin lagi dadanya” perintahku
Kak widya nurut aja. Aku putar badannya. Aku hadapkan ke cermin. Wajah kak widya sudah merona sangat merah. Pemandangan di cermin sungguh seksi. Kak widya bugil, polos tanpa sehelai benang pun, dan aku berdiri di belakangnya. Tangan kiri meremas payudara kirinya dan tangan kanan mengelus perutnya, penisku sudah menempel di pantatnya. Aku yakin dia pasti bisa merasakan penisku yang sudah tegang. Aku masih berceloteh menganalisa tubuhnya dan tangan kanan semakin merayap kebawah. Sudah berada di rambut pubisnya, kak widya sudah pasrah total. Bahkan sekarang dia menutup matanya. Jari tengahku bergerak semakin kebawah, sudah masuk ke belahan vaginanya. Hangat sekali. licin dan basah. Aagghhhh terdengar desar kak widya ketika jariku menyentuh klitorisnya.

“dekkkkkkkk” terdengar suara bik narsih memanggil dari bawah. Sial pikirku. Kak widya langsung melepaskan dirinya dan berdiri di belakang pintu. ini video kak widya
(untuk membaca kelanjutan cerita, klik tulisan 'BERSAMBUNG' di bawah ini. nanti agan akan masuk ke web Adf.ly. tunggu selama 5 detik. maka di sudut kanan atas akan muncul tulisan 'SKIP'. klik tombol skip. dan agan akan di antar ke halaman berikutnya. selamat membaca)

kembali                                                                                                      BERSAMBUNG.....

DAFTAR CERITA