ini blog yang berisikan kisah-kisah seks sedarah. bagi agan-agan yang tidak berminat dengan konten ini silahkan di minati. wkwkwkw

Showing posts with label jilat vagina mama. Show all posts
Showing posts with label jilat vagina mama. Show all posts

Monday, November 23, 2015

merasakan lubang kenikmatan mama 06

Aku duduk di sofa seberang, mengelus – ngelus dan memainkan tongkolku, mataku tak lepas pada pemandangan panas di sofa di seberangku. Mamaku yang dalam keadaan bugil, posisinya rebahan, kedua kakinya membuka lebar, memperlihatkan memiawnya yang tebal, rambut kemaluan yang tebal menambah keindahannya. Tangannya menuju ke arah memiawnya, mengelus – ngelus permukaan memiawnya, memainkan rambut kemaluannya, lalu jarinya mulai membuka lebar memiaw tersebut, tangan yang satu lagi segera memainkan itilnya, menggosok – gosok dan mengurut secara cepat itilnya. Mulutnya mendesah dan matanya merem melek, nampaknya menikmati sekali. Aku menyaksikannya dengan amat senang, tongkolku berdenyut – denyut keras, tegang sekali.
”Ooohhh…Ahhhh…”
”Ahhhh…….,” desahan mama semakin keras, pinggul mama bergoyang semakin cepat, jarinya makin cepat memainkan itilnya…teteknya yang besar nampak bergoyang dengan indahnya. Tak lama kemudian mama berhenti sebentar dan mengambil vibrator di sebelahnya, lalu memandangku, sambil memandangku mama mulai menjilat dan memainkan vibrator itu di mulutnya. Ugh…benar – benar merangsang aku. Lalu vibrator itu dimainkan ke sekitar teteknya. Senang sekali aku melihatnya. Kini vibrator itu mulai diarahkan ke lubang memiawnya, Jleb…masuk ke dalam memiaw mama. Mama mengocok – ngocok vibrator itu, sekali – kali memainkan pengatur getaran di ujungnya. Mendesah dan menggeliat – geliat, sementara tangannya secara cepat memainkan vibrator tersebut. Sekali – kali terdengar suara getaran dari vibrator tersebut.
Aku terus melihat adegan tersebut, mataku terpaku ke arah memiaw mama yang indah, benar – benar merangsang, belum lagi desahan dan ekspresi wajah mama yang sangat menikmati. Akupun bangkit dan pindah ke samping mama. Sementara mama tetap melanjutkan bermain dengan vibrator. Tanganku mulai meremas – remas tetek mama. Sekali – kali kupilin putingnya. Lalu tanganku bergerak ke bawah, aku mulai membelai rambut kemaluan mama yang lebat itu, lalu tanganku mulai memainkan dan mengusap – ngusap itil mama dengan cepat. Sementara mama tetap mengocok vibrator itu dalam lubang memiawnya. Lama – lama gerakan pinggul mama semakin cepat, jemariku juga makin lincah memainkan itil mama. Diiringi desahan nikmat mama mengalami orgasme. Lemas…
”Oohhh…lemas sekali.”
”Tapi enakkan mamaku sayang.”
”Iya sih, kamu ini ada – ada saja mintanya ke mama.”
”Habis aku mau melihat mama masturbasi dan main – main sama vibrator”
”Yah sudah kalau itu bisa buat kamu senang, tunggu sebentar mama ke kamar mandi dulu bersih – bersih, sebentar lagi gantian kamu yang bikin mama senang. Mama mau kamu nusuk pantat mama habis sini.” Mama lalu bangkit ke kamar mandi, sementara aku tetap menunggu. Tak lama kemudian mama kembali, sambil berjalan teteknya yang besar bergoyang, di tangannya dia membawa sebotol baby oil. Baru saja mama menaruh baby oil itu ke meja, aku segera menarik mamaku, dan memangku mamaku.
”Huuhh…sabar dong yang.”
”Habis mama benar – benar merangsang, tongkol Irwan sudah nggak tahan nih…”
”Iya…iya…makanya sekarang gantian, kamu yang bikin mama senang.”
Akupun mulai mencium mamaku, bibirku dan bibir mama saling memagut dengan liar. Tangankupun tak ketinggalan, kuremas – remas tetek mama, sungguh nyaman dan kenyal. Lalu tanganku yang satu lagipun mulai bergerak ke arah selangkangan mama, kulebarkan sedikit kaki mama dengan tanganku, lalu aku mulai memainkan memiaw mamaku, sementara kami tetap terus berciuman. Jari tengahku mulai kumasukkan ke lubang memiaw mama, kukocok dengan cepat, tanganku yang satu lagi mengangkat tangan mama, bibirkupun segera menuju ke arah etek mama, nampak bulu ketek mama, sungguh amat menggairahkan, segera kuciumi dan kujilati. Puas dengan itu, kumiringkan sedikit badan mama di pangkuanku, mulutkupun segera menuju ke arah tetek mama, dengan rakusnya kuciumi tetek mama bergantian kiri dan kanan, putingnya kujilati, kukulum. Mama nampaknya sangat suka saat aku memainkan teteknya, badannya menggeliat – liat keenakkan. Jari tengahku pun semakin cepat mengocok lubang memiaw mama. Puas dengan permainan ini, aku segera mendudukkan mama di sofa. Kedua kakinya segera kukangkangkan selebar mungkin, nampaklah memiaw yang sudah memerah karena kumainkan tadi, segera kuarahkan mulutku ke sana, tercium sedikit bau yang enak di hidungku. Mula – mula kujilati dan kuciumi rambut kemaluan mama, lalu lidahkupun segera menyapu dan memainkan seluruh permukaan memiaw mama, kusodok – sodok lubangnya dengan ujung lidahku. Dan akhirnya lidahkupun segera bermain – main dengan itil mama. Mama nampak sangat menikmati permainan lidahku pada itilnya. Mendesah – desah dan tangannya meremas – remas rambutku.
”Yang kamu jilatin memiaw mama sambil tiduran ya, biar mama bisa hisap tongkol kamu…”
Tentu saja aku tidak menolak tawaran tersebut, segera saja aku menuruti perintahnya. Kini aku sudah berbaring dan mama berada di atasku, menungging dengan posisi membalik, pantatnya menghadap ke mukaku. Segera saja aku jilati memiaw dan pantat mama, mamapu tak mau ketinggalan, sebelah tangannya mulai mengocok – ngocok tongkolku, lalu mama mulai mendekatkan mulutnya ke arah tongkolku, lidahnya mulai bermain – main dengan kepala tongkolku, menjilati dengan rakusnya, lalu mulutnya mulai mengulum dan menghisap tongkolku, sambil tangannya tetap membelai – belai biji pelerku…Oohh nikmat sekali rasanya. Sementar itu lidahku terus memainkan itil mama, tangankupun juga ikut beraksi, jariku bergantian menusuk – nusuk lubang memiaw dan pantat mama. Rupanya mama tidak tahan juga dengan kenikmatan yang kuberikan, pantatnya bergoyang – goyang dengan liar, tak lama kemudian tubuhnya mengejang, dan terasa memiawnya menyemburkan cairan hangat, mama orgasme kembali. Hisapan mama di tongkolkupun semakin panas, aku benar – benar keenakan dengan service mama ini. Puas dengan itu, akupun segera menarik mama, dan merebahkannya di sofa, aku berdiri di atas mama, segera kuarahkan tongkolku ke tetek mama, kuletakkan ke tengah tetek mama, mama paham apa mauku, segera saja tangan mama mengapit kedua teteknya yang besar itu, tongkolkupun kini terjepit dengan kuat di antara belahan tetek mama yang besar, segera saja kugerakkan pantatku maju mundur, saat kepala tongkolku maju ke depan, lidah mama tak ketinggalan menjilatinya. Gila…nikmat sekali rasanya tongkolku dalam jepitan tetek mama yang besar dan kencang ini. Tak lama kemudian akupun sudah nggak tahan untuk segera memasukkan tongkolku ke lubang memiaw mama.
”Mama sayang, tongkolku sudah nggak tahn lagi nih pingin masuk ke sarangnya…”
”He..he…memiaw mama juga sudah gatal minta disodok tongkol kamu Wan…!”
”Oke..tapi mama aku pangku ya…”
Segera aku duduk, mamapun segera bangkit, dan menuju pangkuanku, kakinya dibuka lebar – lebar, perlahan sambil duduk diarahkannya lubang memiawnya ke arah tongkolku yang sudah berdiri tegang itu…Jleb…ah nikmatnya. Mamapun segera menggoyangkan pantatnya, naik turun, tangankupun mulai meremas – remas dan memainkan tetek mama. Kuciumi dan kujilati leher dan bibir mama, Mama mengelinjang kegelian. Gerakan mama semakin cepat, memompa tongkolku dengan kuat, tangankupun tak ketinggalan menggosok – gosok dan memainkan bagian atas memiawnya, Mama menyandarkan kepalanya ke arahku, tangannya terangkat ke atas, terlihat bulu keteknya yang lumayan lebat, kujilati dan kuciumi dengan rakus sekali. Desahan nafas kami makin cepat dan bunyi tongkolku yang sedang menggarap memiaw mama terdengar jelas…Plookk…Plookk…semakin menambah nafsu kami.
”Arghh….ee..naakk..Wan”
”Oohhh….terus Wan, remas tetek mama…”
”Mama saaaayanngggg kamu…ahhhh”
Tidak berapa lama tubuh mama mengejang, nampaknya mama mengalami orgasme lagi, akupun juga merasakan tongkolkupun sudh berdenyut semakin kuat, segera saja aku ikut menggoyangkan pantatku engan cepat, mata mama kulihat merem melek keenakkan. Croot…Croottt…cairan sperma menyembur dengan kuat ke lubang mama, kuremas tetek mamaku dengan kuat…Aahhh sungguh nikmat yang tiada duanya. Aku dan mama terdiam sesaat, bibir kami berciuman dengan mesra….
”Enak sayang…?”
”Enaklah ma…mama juga senangkan..?”
”Heeh…istirahat sebentar ya….mama masih mau lagi, tapi kali ini masukkin pantat mama ya.”
Mama lalu bangkit dari pangkuanku, mencabut tongkolku dari memiawnya, nampak spermaku mengalir di pahanya, mama berjalan ke arah dalam. Terdengar suara air di kamar mandi. Tak berapa lama mama kembali membawa handuk dan air minum. Mama memberikan minum kepadaku, lalu mama mengelap tongkolku, saat itu tongkolku dalam kondisi setengah ngaceng. Akupun segera berbaring dengan santai. Setelah mengelap tongkolku mamapun mulai memainkannya, mengelus – ngelus kepala tongkolku dengan jarinya, membelai biji pelerku, diperlakukan seperti itu, tanpa butuh waktu lama tongkolkupun bangkit kembali, mamapun mulai memainkan lidah dan mulutnya pada tongkolku. Untuk urusan oral seks mama sangat hebat, mama tahu titik sensitif pada kepala dan batang tongkolku, lidahnya akan menjilati dan memainkan wilayah – wilayah sensitif tersebut dengan lembut. Kalau sudah begitu aku hanya bisa merem melek menahan kenikmatan. Jilatan dan hiapan mama semakin cepat kurasakan pada tongkolku, aku memutuskan untuk diam dulu, menikmati saja, sambil mengumpulkan kembali tenaga. Setelah kurasa cukup nyaman, kutarik mama, mulut mama masih tetap bermain dengan tongkolku, namun kini pantatnya kembali menghadap mukaku, kali ini yang menjadi sasaran permainan lidahku adalah daerah lubang pantat mama, aku tidak jijik, karena aku tahu, mama sangat telaten merawat dirinya dan juga mama pasti sudah membersihkan daerah tersebut, terlebih bila mama bilang mau melakukan hubungan seks lewat pantat. Kujilati dengan liar daerah tersebut, nampak rambut kemaluan yang halus di sekitarnya, lubang pantat mama kutusuk – tusuk dengan ujung lidahku, perlahan lubang itu mulai membesar, tanganku segera mengambil baby oil yang tersedia, kutuangkan ke wilayah lubang pantat mama, lalu jarikupun pelan – pelan mulai kutusukkan ke lubang pantat mama. Bergantian sambil sesekali kujilati dengan lidahku. Mama menggoyang – goyangkan pantatnya pertanda menikmati, sebagai balasan serviceku yng enak, makin panas saja permainan mulut mama di tongkolku, kami berdua benar – benar saling berusaha memuaskan dan memberikan kenikmatan. Tidak berapa lama, mama mengatakan sudah nggak tahan lagi mau dimasukkin. Kupun segera saja kembali meneteskan baby oil agak banyak ke daerah lubang pantat mama.
Mamapun segera memposisikan dirinya setengah nungging, kedua tangannya memegang sofa, akupun segera berdiri, tongkolku siap menyodok pantat mamaku…perlahan aku maju, mula – mula tanganku mulai memegang kedua paha mama, lalu jariku mulai melebarkan lubang pantat mama, kuarahkan tongkolku secara perlahan, agak sulit sedikit, karena tidak selebar lubang memiaw, perlahan tapi pasti kepala tongkolku mulai menemui arah yang benar…Jleb…mama mulai mendesah, agak meringis, akupun mulai menekankan pantatku ke depan, kini batang tongkolkupun mulai masuk, mama mulai mendesah, akhirnya tongkolkupun amblas seluruhnya, segera saja aku mulai memompanya, dengan gerakan maju mundur yang berirama, sementara tanganku bergantian meremas – remas tetek mama, kurasakan tongkolku berdenyut nikmat, lubang pantat mama memang tidak seperti lubang memiawnya, tongkolku terasa dijepit kuat, karena lubang yang sempit, setiap kali tongkolku maju mundur terasa seperti diremas dan dipijat dengan kuat…ah akupun mulai mempercepat goyanganku….Mama juga menimpali dengan ikut menggoyangkan pantatnya yang besar dan seksi itu, kenikmatan yang kami rasakan sungguh luar biasa. Setelah berapa lama, sambil tetap dengan posisi tongkolku di dalam lubang pantat, tanpa mencabutnya, aku mulai menarik mama, lalu memutar posisinya, aku segera memeluk mama dari belakang dan perlahan duduk sambil menarik mama ke pangkuanku, kini mama mulai bergerak memainkan pantatnya, tongkolku terasa nikmat sekali, tanganku mulai meremas – remas tetek mama.
”Ma…te..teruuussss…”
”Goyangan mama eennaaakkk…aahhh”
”Maaa…ganti duluuu ya…Irwan mau masukin memiaw maaamaaa….”
Mamapun segera mencabut tongkolku dari lubang pantatnya, dan segera membimbing tongkolku ke lubang memiawnya yang sudah basah itu. Mama kembali menggoyangkan pinggulnya, akupun juga mulai menaik turunkan pantatku. Plook…plookk….plook….semakin nyaring terdengar suara tongkolku yang sedang memompa dalam memiaw mama yang sudah basah tersebut. Mamaku benar – benar wanita yang hebat dalam urusan seks, aku benar – benar puas setiap melakukan hubungan seks dengannya. Kembali mama mencium bibirku, sementara aku membelai bulu keteknya, sambil terus memompa memiaw mama, lalu mamapun perlahan menaikkan pantatnya, mencabut tongkolku dari memiawnya, dan dengan cepat memegang batang tongkolku dan mengarahkannya ke lubang pantatnya…ho..ho…nampaknya belum puas lubang pantatnya disodok…akupun segera memainkan tongkolku dengan ganas, sambil tetap berciuman, mulut mama mulai mendesah dengan cepat, pantatnya ikut bergoyang mengimbangi setiap sodokan tongkolku….Tangan mamapun meraih tanganku, mengarahkannya agar aku memainkan puting susunya, sementara tangan mama yang satu lagi mulai memainkan itilnya. Benar – benar sudah panas mama kali ini. Aku benar – benar menikmati sensasi ini. Kurasakan tongkolku makin mengeras di dalam lubang pantat mama. Akhirnya aku merasa bahwa aku sudah mau keluar…kupercepat gerakanku…dan…creeet….creeet…spermaku menyiram lubang pantat mama. Aku dan mamapun terkulai lemas. Setelah terdiam beberapa saat, mama segera mencabut tongkolku dari lubang pantatnya, dan menjilati sisa sperma yang tersisa.
”Makasih ya Wan, sudah bikin mama puas.”
”Irwan juga sama ma”
”Kamu makin pintar saja deh yang.”
”Kan mama yang ngajarin, lagian mama memang cantik dan seksi sih, jadi Irwan maunya tiap hari masukkin terus, memiaw mama enak banget…”
”Ah..merayu terus kamu Wan.”
”Sudah sekarang kita istirahat dulu Wan, yuk kita tidur di kamar, nanti malam mama masak yang istimewa buat kamu.”
Mamapun bangun dan menuntunku ke kamarnya, lalu kami segera merebahkan diri di tempat tidur, aku cium mamaku, dan mama balas menciumku dengan mesra pula, lalu kami kembali berpelukkan dan tertidur dengan bahagia.
Cukup lama juga aku tertidur, mungkin karena kecapekan, saat aku bangun kulihat mama sudah tidak ada di sampingku, aku pun bangun dan segera menuju kamar mandi mama untuk berih – bersih dan menyegarkan diri. Setelah segar, aku mencari celana pendekku dan memakainya. Aku berjalan keluar dari kamar mamaku. Kucari mamaku, terdengar suara musik dari TV, rupanya mamasedang senam. Aku segera menuju ruang santai. Kulihat mama sedang melakukan senam, Ugh..mama hanya mengenakan BH dan CD saja, BH yang mama kenakan seakan tidak mampu menampung tetek mama yang besar itu, garis tubuh mama terlihat seksi, mama memang rajin senam dan yoga untuk merawat tubuhnya.
lanjutan baca di sini

Daftar cerita lainnya

merasakan lubang kenikmatan mama 05

”Santai saja Wan, pompa tongkolmu naik dan turun, jangan tergesa – gesa, nikmati, buat pengalaman pertamamu ini berkesan. Keluarkan di dalam memiaw mama ya sayang,” mama mengajari dan memberiku semangat dengan lembut. Akupun mulai bergerak seperti yang diajarkan mamaku. Pantatku naik dan turun, tongkolkupun mulai memompa dengan nikmatnya di dalam memiaw mamaku. Sungguh amat sangat niiikkkmaaattt, kulakukan dengan perlahan – lahan, tidak tergesa – gesa, sekali – kali bibirku mencium bibir mamaku dengan lembut dan pnuh gairah. Kulihat tetek mamaku yang besar itu bergoyang – goyang seiring pompaanku tongkolku dalam memiaw mama. Sungguh enak dilihat, satu tangankupun mulai ,eremas – remas dan memainkan putingnya, sekali – kali kuhisap dan kujilati. Cukup lama juga aku memompa tongkolku, mama mulai mendesah – desah, dan menggoyang – goyangkan pinggulnya…
”Aahhh,,,Ahhhh, terus Wan, pintar juga kamu.”
”Ooohhhh….enak…sudah lama memiaw mama tidak dimasuki tongkol, jadi rasanya nikmat..”
”Ugh…ughhh…”
”tongkol kamuuu…benar –benar enaaakk…aaaahhh.”
”memiaw mama juga nikmaaattt…sempiit dan enaak”
”Aahhh….mama sudah mau keluar yang”
Kurasakan memiaw mama menyemburkan cairan hangat ke tongkolku, mama nampak lemas dengan ekspresi penuh kepuasan di wajahnya. Mama meminta aku berhenti sebentar, tapi aku tdak mau dan terus memompa. Mama nampak lemas, matanya merem melek, mulutnya mendesah – desah, sementara pinggulnya makin bergoyang dengan liar dan cepat mengimbangi gerakkan tongkolku. Tentu saja aku merasakan semakin nikmat, apalagi mama makin melebarkan kakinya, sehingga tongkolku semakin leluasa menerobos memiaw mamaku yang terasa sempit karena lama tidak dihajar tongkol. Gerakanku makin kupercepat, bibir, leher dan tetek mamaku bergantian aku jilati dan ciumi. Ploook…plookk..plookkk…, bunyi pompaan tongkolku terdengar jelas saat memompa memiaw mamaku yang sudah basah itu.
”Aaahhh….ahhhh…nikmaaat nggakkk sayang…”
”Pastiii ma….oohhh…”
”Ughhhhh…Oohhhh….”
”Terus yang mama mau keluar lagiii…”
Kurasakan tongkolku juga berdenyut – denyut lebih keras, rasanya aku juga mau mencapai puncak, Aku segera menciumi bibir mamaku dengan ganasnya, lidahku dan lidah mama saling bertautan dengan penuh gairah, kutindih dan kupeluk tubuh mamaku dengan kuat…Kurasakan memiaw mama menyemburkan cairan, mama orgasme lagi, hampir bersamaan tongkolkupun menyemburkan cairan sperma dengan kuat dan cukup banyak. Kurasakan tubuh kami sama – sama bergetar dengan nikmat. Lalu akupun terkulai, masih menindih tubuh mamaku, lemas tapi puas dan dipenuhi rasa nikmat. tongkolku masih berdenyut – denyut. Akhirnya kurasakan juga kenikmatan bersetubuh, memang nikmat, tapi terasa makin dan lebih nikmat karena pertama kali aku melakukannya denga mamaku tersayang. Kami berbaring berdampingan sambil berpegangan tangan.
”Kamu hebat sayang…mama benar – benar puas.”
”Aku juga ma.”
”Sini mama bersihkan tongkol kamu,” kata mama, lalu mama mulai menjilati sisa – sisa sperma dari tongkolku.
”Benar – benar masih mudah dan bersemangat, tongkol kamu masih keras.”
”Irwan sayang, mama bahagia dan tidak menyesal melakukan hal ini. Kamu membuat mama merasakan kembali menjadi wanita. Kamu hebat, jauh lebih kuat dari papa kamu. Mulai sekarang kamu boleh melakukannya kapan saja, kalau kamu mau tinggal bilang ke mama. Pasti mama bersedia, kecuali saat mama datang bulan, cukup mama service kamu dengan oral. ”
”Tentu saja mulai sekarang kamu harus tidur di kamar bersama mama, kamu harus memuaskan mama dan diri kamu setiap hari, kecuali kalau ada kakak kamu ya, harus hati – hati, jangan sampai ketahuan.”
Aku senang sekali mendengar perkataan mamaku.
”Baiklah, tapi mama juga harus janji, mama mau mengajari aku yah, juga mau menuruti semua keinginanku dalam melakukan hubungan seks, kalau aku mau mama begini atau mama begitu seperti di film yang aku lihat, mama nggak boleh protes ya.”
”Mama benar – benar tipe wanita idamanku, tinggi, cantik, bertetek besar, memiliki rambut kemaluan yang lebat, tapi ada satu yang kurang, kuharap mama mau melakukannya, karena aku senang dan suka sekali.”
”Apa itu Irwan sayang ?”
”Irwan mau mama mulai menumbuhkan bulu ketek, jangan mama kerok atau cabuti, tidak perlu lebat ma, karena Irwan suka sekali dengan bulu ketek, bagi Irwan itu sangat merangsang dan menggairahkan. Kalau dirawat kan tidak bau, apalagi mama yang rajin merawat tubuh. Pokoknya mama harus menuruti permintaan ini ya.”
”Tentu sayang, pasti mama turuti, mulai sekarang mama akan membiarkan bulu ketek mama tumbuh demi kamu. Senang dan bahagia sekali mama, karena tubuh mama ternyata sesuai dengan keinginan kamu. Rasanya mama kembali muda.”
Lalu kami kembali berpelukan, malam itu aku kembali menggarap memiaw mamaku 2 kali lagi.
Mama berbaring di sampingku, telanjang, tertidur pulas. Aku masih belum tertidur. Masih berpikir atas apa yang baru kualami, sedikit tidak percaya akan semuanya. Tapi sudahlah, semua yang kuinginkan sudah terjadi, mamaku puas, aku puas. Bagiku apa yang kami lakukan adalah jalan kami bersama, kami yang merasakan, tidak ada penyesalan, tidak ada orang lain yang dirugikan. Rasanya bahagia sekali…..
Tanpa terasa sudah hampir 2 bulan, aku menjalani babak baru kehidupan dengan mamaku. Aku juga sudah semakin pandai saja dalam urusan Seks. Mama benar – benar membimbing aku untuk memahami tekhnik dan juga cara memuaskan seorang wanita dalam hal berhubungan badan. Semua yang selama ini hanya bisa kufantasikan dan kusaksikan lewat film saja, kini dapat kupraktekkan secara langsung. Mama selalu ada dan menjadi pembimbingku yang seksi dan menggairahkan, selain itu memang mama seperti mendapatkan diriku sebagai oase baginya guna menyegarkan semua dahaga seksnya yang lama terpendam.
Namun sedikit banyak aku berpikir betapa tololnya papaku meninggalkan wanita sehebat dan seseksi mama, tadinya aku berpikir mungkin karena mama adalah tipe yang kolot dan konvensional, tapi ternyata tidak. Aku sendiri juga kaget karena untuk urusan seks, mamaku ternyata hebat dan panas, selalu berusaha memenuhi dan memuaskan keinginan pasangannya. Buktinya semua keinginanku selalu diturutinya. Mama bercerita dulupun dia selalu berusaha memenuhi keinginan papaku, menonton film BF punya papa untuk mempelajari posisi dan hal yang bisa menyenangkan pasangannya. Ah…persetan dengan ketololan papaku, sekarang ada aku yang bisa membahagiakan mama.
Hidup yang sekarang kujalani sangatlah indah. Kecuali saat kak Erni pulang saja, aku harus menahan diri. Untuk tidur di kamar mama sih nggak masalah, karena kak Erni tahu, dari dulu aku suka kadang – kadang suka tidur di kamar mama, tapi sekarang dia tidak tahu, kami bukan hanya sekedar tidur. Kalau tidak ada kak Erni, aku dan mama benar – benar memuaskan hasrat seks kami sepuasnya. Kapanpun aku mau, aku tinggal lakukan. Saat mama di dapur, di kolam renang, di meja makan, saat aku mau, tinggal kusodok saja memiaw mamaku, dan mama juga tidak pernah menolak.
Bahkan kalau saat sedang mengantar mama pergi dan aku mau, mama akan membuka resleting celanaku dan meng-Oral aku, sementara aku tetap menyetir. Kadang kalau malam minggu atau hari libur, aku dan mama berjalan – jalan ke mall, makan di luar, nonton bioskop, kayak anak muda yang berpacaran saja.
Yang pasti aku tidak perlu takut mama akan hamil, walau usia mama saat aku mulai menyetubuhinya memasuki usia 35 tahun dan masih memungkinkan hamil, namun aku tak perlu khawatir. Mama bilang saat bercerai dulu mama sudah memasang spiral KB, sewaktu mama berhubungan denganku pertama kalinya, besoknya mama kembali memeriksakan spiralnya dan memasang ulang untuk memastikan keamanannya. Mama bilang dia sebenarnya tidak keberatan kalaupun nantinya bisa hamil, namun dia bilang daripada jadi omongan orang, pertanyaan Kak Erni, belum lagi karena mama bekerja, maka sebaiknya pasang alat pengaman saja. Selain itu kata mama dia mau aku menikmati saat berhubungan, kan nggak adi kalau mama bisa enak orgasme, sementara aku harus mencabut tongkolku saat aku mau klimaks Cuma untuk mengeluarkan spermaku karena takut mama hamil, mama mau aku juga nikmat dan mengeluarkan spermaku di dalam lubang memiawnya. Lagipula mama juga lebih enak kalau aku keluar di dalam, katanya rasanya nikmat saat spermaku menyemprot dinding memiawnya. Duh senang dan terharunya aku, mamaku begitu memperhatikan hal itu, mau aku mengalami kenikmatan seutuhnya.
Bagiku mama bukanlah wanita murahan atau gampangan, mama rela dan memberikan semuanya kepadaku karena mama merasa nyaman dan aman. Aku menyadari mama sangat peduli dan selalu berusaha memuaskan pasangannya, dalam hal ini aku, bila mama mengalami kenikmatan, maka mama juga mau hal yang sama untuk aku. Kita tidak bisa menilai wanita hanya dari luarnya saja, terkadang wanita contohnya mamaku yang kalau sehari – hari terlihat sopan dan santun, namun saat di atas ranjang, mempunyai sisi lain yang bisa membuat kita tercengang dan puas. Mamaku benar – benar berkelas. Tidak merasa sungkan atau canggung membicarakan atau memenuhi keinginanku, karena seks yang nikmat adalah bila pasangan yang melakukannya sama – sama mengerti dan tahu keinginan masing – masing dan mau terbuka mengatakan hal yang kurang atau membuat sakit pasangannya, atau pura – pura suka padahal tidak pada gaya ini atau gaya itu. Seks yang kami lakukan selalu terasa panas dan nikmat karena kami selalu berusaha memberi dan menerima dengan sepenuh hati.

Mama sendiri mengatakan bahwa untuk urusan seks, aku memiliki stamina dan daya tahan yang kuat, bahkan mama suka kewalahan, tapi mama senang karena selalu mengalami kepuasan berkali – kali setiap melakukan hubungan seks. Mama merasa gairahnya yang sempat padam kini menyala kembali dan bisa disalurkan. Apalagi kalau sedang berhubungan dan aku sudah keluar, tongkolku juga cepat lagi bangunnya, mungkin karena aku masih muda. Kalau hanya ada kami saja di rumah, mama selalu memakai baju tidurnya yang seksi, kadang hanya BH dan CD, tapi seringkali aku meminta mama untuk telanjang saja. Biasanya kalau ada teman yang mau datang aku bilang dulu ke mama atau menelepon dahulu, biar mama memakai busana yang sopan, kan nggak lucu kalau temanku datang mendapatkan mama yang memakai baju seksi. Mama selalu menuruti keinginan dan fantasi yang aku miliki, terkadang aku membawa laptopku dan menonton film BF yang aku download dari internet untuk memberitahu bahwa aku ingin gaya seperti inu atau begitu, juga tidak menolak saat aku mau merekam saat kami sedang berhubungan, alasanku karena aku mau menontonnya di lain waktu, mama tidak keberatan karena tahu aku nggak bakal memperlihatkan ke orang lain, hanya unuk konsumsi aku dan mama saja ( Lagipula memangnya aku gila apa, memamerkan film kayak gini ke orang lain, bisa heboh dong ). Singkat kata mama selalu berusaha menuruti semua hasrat dan fantasiku, karena mamapun menikmatinya. Mungkin ini yang disebut puber kedua pada diri mama. Suatu hari saat mama dan aku sedang libur, aku meminta mama untuk melakukan masturbasi dan juga main – main dengan vibrator…

merasakan lubang kenikmatan mama 04

Mama masih terdiam dan tetap memelukku, sudah tidak menangis lagi, tangannya membelai lembut kepalaku. Aku diam saja, membiarkan mama bermain dengan pikirannya. Lalu mama berkata kembali
”Sebenarnya kita tidak boleh melakukan hal ini, aku mamamu dan kamu anakku. Garis itu tidak boleh dilanggar…”
”Tapi ma…,”aku memprotes, tetapi diam kembali karena mama segera memotong kalimatku
”Toh yang melakukannya adalah kita, tak ada orang lain yang dirugikan, tak ada orang lain yang disakiti, semua resiko dan tanggung jawab adalah milik kita.”
”Jujur saja, mama juga wanita yang punya kebutuhan seks, tapi mama takut menjalin hubungan lagi karena mama tidak mau mama dan anak – anak mama kecewa kembali. Kala kamu mau tahu saat hasrat mama muncul dan tak tertahankan, mama menggunakan vibrator dan masturbasi, toh yang namanya gairah akan hilang, kalau sudah orgasme. Tak perlu menjalin hubungan kalau hanya untuk mengatasi hal itu.”
”Tapi tadi saat kamu minta nenen, dan memainkan puting mama, mama mulai merasakan api gairah yang ada di dalam mama, kembali menyala, walau awalnya ragu, namun mama yakin, dengan kamu mama tidak akan kecewa dan sakit, kita sama – sama menyalurkan hasrat terpendam kita.”
”Mama sadar mama tidak bisa dan trauma dengan pria lain, tapi mama tahu kalau dengan Irwan, mama tidak akan sakit, karena Irwan menyayangi mama. Juga lebih baik mama yang mengajari dan memuaskan keingintahuan seks kamu daripada kamu harus melakukannya dengan perempuan penghibur.”
Mama melepaskan pelukannya, lalu berdiri dan melepaskan baju tidurnya. Kini hanya bercelana dalam saja. Lalu mama berbaring.
”Wan, ingat ini hanya menjadi rahasia kita berdua, kamu boleh memiliki mama kapanpun, namun jangan sampai kakakmu tahu.”
”Kini kamu lakukan yang kamu inginkan ke mama, jangan takut mama akan membimbing dan mengajarimu. Nanti kamu sendiri yang harus membuka celana dalam mama. Puaskan mama dan dirimu.”
”Lakukan dengan santai saja Wan. Mama mau pengalaman pertama kamu ini menjadi pengalaman yang berkesan dan indah dalam hidupmu.”
Aku yang tadi hanya terdiam, antara percaya dan tidak percaya akan kesempatan ini, segera bergerak, aku berbaring di samping mama, aku cium bibir mamaku, lidah mama dan lidahku bertautan dengan penuh gairah. Tanganku mulai meremas – remas tetek mamaku, memilin – milin puting mamaku. Tangan mama juga tidak tinggal diam, mengelus – ngelus tongkolku dari bagian luar celana pendekku. Ugh…nikmat sekali elusn tangan mamaku. Kini aku mulai menciumi tetek mamaku, mengulum, menjilati puting mama, mama menggeliat – geliat dan memeluk tubuhku. Tangan mama mulai membantu membuka kaosku, lalu celanaku, kini aku dalam kondisi telanjang, masih tetap menindih mama, dengan rakusnya aku terus meremas – remas da memainkan tetek mama, gairahku makin meninggi melihat mama yang nampaknya menikmati saat teteknya aku pemainkan. Tangan mama kini mengelus dan mengocok tongkolku dengan lembut.
”Wah besar juga tongkolmu Wan, sebagai lelaki kamu harus bangga.”
”Ahh…enak ma, terus kocokin tongkol Irwan ma,” kataku di sela kesibukanku memainkan tetek mama.
”Wan, sudah dulu dong mainin tetek mama, masa kamu mau diamin saja memiaw mama.”
Terus terang, bukannya tidak mau, tetapi aku memang belum pengalaman sih. Tapi dengan yakin, perlahan aku mulai menurunkan posisi badanku, hingga kini menghadap tepat di atas celana dalam mama. Tanganku mulai memegang celana dalam mama, meraba dan mengelusnya, kurasakan tebal dan terasa rambut kemaluan yang lebat di baliknya. Mulutku mulai mencium pinggiran selangkangan mama. Mama mulai membuka kedua kakinya. Secara spontan aku menarik celana dalam mama perlahan – lahan. Kini mamaku dalam posisi telanjang bulat. Aku hanya bisa meneguk ludah menyaksikan memiaw mama yang terpampang begitu dekat dan indah di depan mataku. Aroma yang belum pernah kuciumselama ini, terasa ke hidungku, rasanya amat menggoda. Rambut kemaluan mamaku benar – benar lebat dan menutupi memiaw mama, sesuai dengan kesukaanku, tongkolku benar – benar berdenyut – denyut kencang. Tanganku mulai mengelus – ngelus rambut kemaluan mama, terasa tebal dan menggairahkan sekali. Aku mulai mengingat – ngingat adegan di film – film BF yang pernah kutonton. Seakan tahu apa yang kupikirkan, mama mulai berkata
”kok bengong lagi Wan, kamu lakukan saja apa yang mama perintahkan ya. Sekarang kamu jilati dan mainkan memiaw mama dengan lidah dan tanganmu. Kalau susah kamu lebarkan dengan tanganmu, lubang memiaw mama.” Mama mulai melebarkan kakinya, membuka selangkangannya yang indah, menampakkan puncaknya yang menggoda.Akupun mulai menyibak rambut kemaluan mama yang lebat, jariku membuka memiaw mama secara perlahan.Persis seperti film yang kulihat.
”Nah kalau sudah, coba kamu lihat di sekitar lubang memiaw mama, ada daging kecil yang menonjol keluar, seperti butir kacang, itu namanya kelentit atau sering disebut itil,sayang. Nah bagian itulah yang harus kamu mainin dan jilatin pada memiaw mama. Mama akan merasa nikmat saat kamu melakukan itu.” Tanpa menunggu lama lagi, akupun mulai memainkan dan menjilati itil mama dengan lidahku, aroma yang tercium sungguh amat enak terasa di hidungku. Mula – mula aku pikir apa yang aku lakukan salah, tapi perlahan pasti kulihat tubuh dan pinggul mamaku mulai bergoyang – goyang.
”Ah…Oooohhh..Ssss….enak Wan, Ugh….”
”Ughhh…jilat terus Wan,” mama mendesah semakin kuat, goyangan badannya semakin terasa.
”Ooohhhh….pintar kamu Waaann, aaahhhh….cepat pandainya…”
”Oooohh…Aaahhhh….mama…mama…mau…sedikiiittt lagi,”tangan mama mulai meremas rambutku, mama makin melebarkan kakinya, geliat pantat mama semakin liar, akupun makin bersemangat memainkan dan menjilati itil mama. Lidahku menari – nari dengan liar dan cepat, menyapu permukaan memiaw mamaku yang sudah mulai basah. Sensasi yang kurasakan saat itu sukir dilukiskan, kurasakan batang tongkolku sudah amat keras dan berdenyut – denyut. Melihat mamaku yang telanjang, dan mendesah – desah keenakkan saat itilnya kujilati sungguh membuat gairah dan birahiku membara. Badan mamaku bergetar hebat, dan diiringi desahan nikmat yang panjang, kurasakan memiaw mama menyemburkan cairan hangat yang nikmat…Mama terdiam sesaat, lemas, aku mengelus – ngelus memiaw mamaku dengan lembut dengan jariku.
”Ughh…nikmat sekali rasanya Wan, sudah lama mama tidak mengalami orgasme saat dijilati seperti tadi. Rasanya enak betul, kamu pintar dan cepat belajar sayang. Tunggu sebentar ya, mama akan gantian memberikan kenikmatan kepada kamu.” lalu mama pun bangkit dari posisinya, menyuruhku berbaring. Diam sebentar mengamati tongkolku, karena baru sekarang dapat melihatnya secara jelas.
”Wah…panjang dan besar juga tongkol anak mama, kayaknya ada sekitar 20 cm, pastinya ini bukan dari turunan papa kamu yang brengsek itu. tongkol kamu jauh lebih bagus dan besar dibandingkan si brengsek itu,” sindir mamaku sinis terhadap papaku. Aku jadi menyadari betapa bencinya mamaku terhadap papaku, dan entah kenapa mendengar perkataan mamaku, membuat aku senang dan bangga, karena dalam satu hal ternyata aku lebih hebat dari papaku. Makin keras saja rasanya tongkolku kini. Mamaku mulai memainkan batang tongkolku dengan tangannya yang halus, enak benar rasanya, jempol tangannya mengurut – ngurut kepala tongkolku dengan lembut. Aku hanya bisa merem melek saja merasakannya. Lalu mama mulai mendekatkan mulutnya ke arah tongkolku. Kurasakan rasa nikmat yang luar biasa ketika lidahnya mulai memainkan kepala tongkolku. Seluruh tubuhku rasanya lemas tak berdaya. Lalu perlahan tapi pasti tongkolku mulai masuk ke dalam mulut mama. Nikmat rasanya saat mama mengulum, mengisap batang tongkolku, juga saat lidahnya menjilati kepala dan batang tongkolku. Rasanya tidak bisa kupercaya, tongkolku bisa masuk ke dalam mulut mama yang mungil dan sensual itu, lembut sekali rasanya elusan bibirnya menyentuh batang tongkolku. Tangan mama juga mengelus – ngelus biji pelerku, enaaak banget rasanya. Sesekali mulut dan lidah mama mengulum dan menjilati bijiku. Service mama yang enak ini benar – benar membuatku kelojotan dan hanya bisa merem melek merasakan kenikmatan dan sensasi yang luar biasa ini. Sambil mengulum tongkolku, sesekali mama menatapku. Sungguh luar biasa sensasi yang dirasakan saat kita melakukan kontak mata saat sedang diberikan oral seks.
Lagi enak – enaknya mama berhenti. Aku mau protes, tapi mama segera berkata.
”Untuk pemula, daya tahanmu cukup baik. Mama sebenarnya mau mengulum tongkol kamu kembali, sampai kamu keluar, tapi untuk pengalaman pertama kamu, mama ingin kamu merasakan yang terbaik dan juga harus mengeluarkan sperma kamu di tempat yang special…di dalam memiaw mama sayangku. Nah kini kita mulai, jangan takut, mama akan bimbing kamu.” Mama mengocok –ngocok kotolku, lalu mulai berbaring. Aku disuruhnya untuk memposisikan diri di atasnya. Mama mulai membuka kedua kakinya, memperlihatkan memiawnya yang menawan. Tangannya membuka lubang di memiawnya, menunjukkan jalan ke arah lubang kenikmatan miliknya.

”Karena ini yang pertama, maka mama bantu kamu dulu menunjukkan arah yang tepat, kalau sudah sering, pasti nanti kamu mahir dengan sendirimya, yang.” Lalu tangannya memegang batang tongkolku, menuntunnya ke arah yang benar, ke dalam surga kenikmatan. Agak sulit pertama – tama, karena tongkolku yang cuup besar dan juga karena memiaw mama yang sempit karena sudah lama tidak dimasuki tongkol. Jleb….perlahan kepala tongkolku menerobos ke dalam lubang memiaw nikmat milik mama, tubuh mama agak bergetar saat tongkolku menerobos masuk, kembali mama melebarkan kakinya dan menaikkan pantatnya perlahan, hingga batang tongkolku masuk seluruhnya ke dalam lubang memiaw mama. Sungguh suatu sensasi kenikmatan yang luar biasa yang kurasakan pertama kali seumur hidupku. Saat tongkolku berada di dalam memiaw mama, rasanya sangat nyaman, hangat dan berdeyut – denyut dengan nikmatnya. Jadi inilah rasanya memasuki memiaw seorang wanita, semakin nikmat karena ini adalah memiaw mamaku yang benar – benar aku inginkan. memiaw yang sudah melahirkan dua orang anak, namun tetap terasa nikmat dan berkualitas.

merasakan lubang kenikmatan mama 03

Akupun menghentikan kegiatan nenen tersebut, dan langsung mengubah posisiku menjadi posisi duduk, di sampingku mama duduk dengan dada telanjang, kedua teteknya yang besar benar – benar menantang, dengan puting yang dalam kondisi mengeras. Ugh…sabar dikit kataku dalam hati.
”Sudah dulu ma nenennya,” kataku santai. Sekilas aku merasa melihat raut muka mama sedikit kecewa, namun mama bisa mengontrolnya dengan baik.
”Benar nih, memangnya sudah kenyang nenennya, Wan, katanya mau kayak anak kecil,” mama mencoba menetralkan dirinya dengan bercanda.
”Iya, tapi nanti – nanti boleh lagi ya ma, Irwan senang deh bisa nenen kayak dulu.”
”Iya, iya, boleh kok, mama juga seperti mengingat kamu waktu kecil dulu” kata mamaku lagi.
Sebenarnya aku sengaja berhenti, yang penting aku sudah mendapat jalan masuk untuk melaksanakan niatku. Aku pun terdiam dan menonton TV. Mama juga menonton TV, tapi entah lupa atau disengaja, tali baju tidurnya tidak segera ia naikkan, jadilah pemandangan tetek mama yang indah terpampang jelas di sampingku. Aku pura – pura saja seperti tidak ada apa – apa. tongkolku benar – benar keras sekali saat itu, karena mataku terus melirik tetek mama.
”Ma, Irwan sudah ngantuk nih, tidur duluan ya. Irwan boleh tidur di kamar mama kan ?” tanyaku.
”Ya sudah, sana kamu duluan, iyalah boleh, biasanya juga sering tidur dikamar mama,” jawab mama.
Akupun segera bangun, dan langsung menuju kamar mama, sambil berjalan ke sana, aku tersenyum karena sebentar lagi nampaknya rencanaku akan segera berhasil. Sesampainya di kamar mama, aku segera membaringkan diri, sambil pura pura tidur, tongkolku sudah lumayan tenang kini. Tidak berapa lama mama masuk ke dalam kamar, mama ke kamar mandi sebentar, lalu naik ke tempat tidur, mengecup pipiku, mengira aku sudah tidur. Ada sekitar setengah jam aku pura –pura tidur, aku juga tidak terlalu yakin kalau mama sudah tidur pulas, tapi aku sudah menetapkan hati, Inilah saatnya, sekarang atau tidak sama sekali, tidak boleh mundur lagi. Kulihat mata mama masih terpejam. Rencanaku, kalau aku pura – pura nenen lagi, paling mama berpikir karena aku lagi kolokan.
Akupun mulai mendekatkan kepalaku ke arah mama yang sedang menghadap aku. Mula – mula aku menghisap tetek mama tanpa menurunkan tali baju tidur mama. Mama diam saja,tidak ada larangan. Tangankupun mulai berani menurunkan kedua tali baju tidur mama. Mama diam saja, tidak ada larangan. Kini aku menghisap tetek mama dengan bebasnya, tanganku yang satu mulai meremas – remas dan memainkan puting tetek mama. Mama masih terpejam, tapi kurasakan tubuhnya mulai menggeliat.
”Ugh..Ooohh..,”terdengar mama mendesah pelan. Aku makin bersemangat dan bergairah mendengarnya. Mulutkupun mulai berpindah – pindah dari puting satu ke puting lainnya. Ada sekitar 10 menit aku memainkan tetek mamaku, dengan kondisi mama tetap terpejam. Tapi aku yakin mama belum tidur. Nampaknya mama menikmatinya. Akupun makin berani dan tangankupun mulai bergerak ke bawah baju tidur mama, ke arah selangkangan mama. Saat tanganku mendarat di atas celana dalamnya, tiba – tiba tangan mama memegang tanganku, dan menepisnya dengan halus. Kini matanya tidak terpejam lagi. Mama kini dalam posisi duduk di atas tempat tidur.
”Cukup Wan, jangan lebih dari itu. Mama tahu dan mengerti kamu sudah besar, sudah masuk usia remaja, mama juga paham kamu bilang mau nenen ke mama sebenarnya karena kamu mulai ingin tahu tubuh wanita.” kata mama.
”Mama tidak keberatan kamu bermain – main dengan tetek mama, tapi jangan lebih dari itu ya Wan,”kata mama lagi.
”Tapi ma, kenapa harus begitu, mama jahat, kenapa mama seperti itu,” aku berargumen.
”Wan, aku ini mamamu, tidak boleh kita melakukan hal yang seperti kamu inginkan itu,”kata mama lagi.
”Mama bohong, sebenarnya mama menikmati kan. Sebenarnya mama juga inginkan,”aku terus menyerang pertahanan mamaku.
”Memang, tetapi hanya sampai batas itu, tidak bisa lebih jauh lagi,” jawab mama tenang.
”Irwan sayang mama, dan mama harus tahu itu, Irwan mau melindungi mama, tidak mau mama kecewa, juga mau mama menjadi yang pertama bagi Irwan, mama tidak akan kecewa atau disakiti lagi, karena Irwan menyayangi dan tidak akan pernah mau menyakiti hati mama.”
Hening sesaat, nampaknya mama terguncang mendengar kata – kataku, mama terdiam dan menundukkan kepalanya, kulihat mama meneteskan air matanya. Aku terkejut dan segera bangkit, aku peluk mamaku.

”Ma, mama marah yah…?”
”Tidak sayang, mama tidak marah, justru mama bahagia, karena Irwan menyayangi dan amat perhatian sama mama. Benar – benar tidak mau mama kecewa lagi.”
Lalu mama juga memelukku, lama kami saling bepelukkan, kemudian mama berkata kembali, ”Mama senang dan sekaligus bingung, karena kamu memilih mama sebagai yang pertama dalam hidupmu. Seharusnya kamu memilih gadis lain Wan.”
”Ma, bagi Irwan, mamalah yang terbaik, mamalah yang harus memiliki Irwan pertama kali, tidak ada penyesalan, bahkan Irwan akan merasa bahagia ma.”

merasakan lubang kenikmatan mama 02

Kalau aku pikirkan secara mendalam, setelah bercerai, mamaku mencurahkan hidupnya untuk bekerja dan kami anak – anaknya. Seingatku mama tidak pernah menjalin hubungan dengan pria lain, berangkat dan pulang kerjapun selalu tepat waktu. Kalaupun ada urusan kerja di luar kota,sebisa mungkin mengajak kami. Hari liburpun dihabiskan bersama kami anak – anaknya. Apa mamaku tidak punya hasrat seks lagi ? Kalau melihat umurnya rasanya tidak mungkin. Rasanya aku harus mencoba mencari tahu hal ini.
Biasanya kalau sudah selesai makan malam, aku dan mama menonton TV. Saat sedang nonton TV, biasanya aku sering menaruh kepalaku di kedua paha mama. Malam itu mama memakai baju tidur mini tanpa lengan berwarna putih, dengan belahan dada yang rendah, sehingga makin menonjolkan tetek mama yang besar tersebut, seakan tidak mampu menampung tetek yang besar tersebut. Ugh…ribet deh jadinya aku. Gairahku benar – benar membara, tongkolkupun sudah nyut – nyutan. Gelisah banget rasanya. Kami menonton tanpa bersuara. Akupun memulai percakapan.
”Ma, boleh nggak Irwan nanya sesuatu…?” kataku, sambil membalikkan kepalaku dan badanku, kini kepalaku menatap ke arah perut mama.
”Nanya apa…?”
”Jangan marah ya Ma,” kataku lagi
”Apaan sih, kok serius amat sih Wan,” kata mamaku.
”Nggak, kan mama sudah lama hidup sendiri, apa nggak mau kawin lagi ma..?” kataku.
”Ah kamu ini ada – ada saja. Nggak lah, kan mama sudah bahagia ada kamu dan kakakmu. Memang kenapa kamu tanya hal itu, mau punya papa baru ya..??” canda mamaku.
”Enggak sih, Cuma Irwan ingin nanya saja kok ma.”
Tiba – tiba aku mendapat ide untuk mencoba mencari kebutuhan seks mamaku.
”Ma, jangan marah ya, memangnya mama nggak kesepian..? Mama kan masih muda, masih punya kebutuhan biologis,” kataku hati – hati. Kurasakan mamaku sedikit menegang dan terdiam sejenak.
”Wan, kok nanyanya begitu sih, maksud kamu apa,” suara mama sedikit naik.
”Irwan kan sudah gede ma, sudah mendapat pelajaran di sekolah, jadi Irwan tahulah soal kebutuhan pria dan wanita akan hal itu. Dan Irwan mau mama tahu, kalau Irwan juga menghargai semua keinginan ma. Mungkin dulu Irwan belum paham, tapi sekarang saat sudah tahu, Irwan jadi memikirkan mama, kan mama juga punya hidup.” jawabku sekenanya.
”Wan…Wan, yang kamu pelajari itu memang benar, tapi ada juga yang namanya perasaan dan hati nak, hidup tidak hanya dari teori pelajaran saja, tapi juga dari pengalaman.” jawab mamaku.
”Maksudnya apa ma..?” tanyaku bingung.
”Sebagai wanita mama juga ada kebutuhan yang kamu katakan. Tapi mama juga tidak mau kecewa lagi Wan. Cukup sudah pengalaman pahit dari papamu itu. Bagi mama apa yang mama jalani dan juga memiliki kamu dan kak Erni, sekarang ini sudah cukup dan membahagiakan mama. Dan soal masalah kebutuhan biologis mama, mama rasa bukan masalah kamu, dan masih ada kesibukan dan cara lain untuk mengatasinya” jawab mamaku.
Suasana jadi sedikit canggung, lama kami terdiam, hanya terdengar suara dari TV saja.
”Ma, maafin Irwan yah sudah menanyakan hal yang membuat mama marah dan sedih.”
”Nggak apa – apa kok Wan. Mama senang karena Irwan perhatian sama mama.”
Kembali kami terdiam, mama mengelus – ngelus kepalaku. Aku juga diam saja, tetap dalam posisi kepala menghadap ke tubuh mama. Saat itu aku sedang berpikir, berarti mamaku sebenarnya memiliki kebutuhan seks. Tinggal bagaimana aku menciptakan situasi dan kesempatannya. Toh saat ini cuma ada aku dan mama, kak Erni tidak di rumah. Akupun memulai rencanaku.
Aku segera menaikkan kepalaku ke dada mamaku. Pura – pura bermanja – manja.
”Eh, kamu ngapain Wan…?” tanya mamaku kaget.
”Irwan sayang mama, boleh nggak Irwan nenen sama mama.”
”Ah, kamu ada – ada saja, kan kamu sudah besar nak,” mamaku tertawa.
”Iya, tapi boleh kan Irwan nenen lagi kayak anak kecil,”pintaku manja.
”Nggak ah…konyol deh kamu,”mamaku tertawa.
”Boleh ya ma, kan selama ini nggak pernah,”kataku sambil berusaha mencium puting mama.
”Jangan ah Wan,” kata mamaku berusaha dengan halus menggeser kepalaku, tapi aku terus saja bermanja – manja, akhirnya mamakupun tertawa dan berkata, ”Yah sudah deh, kali ini saja ya, tumben kamu kolokan kayak gini Wan.”
Yes, rencanaku mulai berhasil, mamapun segera menurunkan satu tali baju tidur di bahunya, terpampanglah satu tetek mama yang besar,padat dan masih kencang itu. Putih dengan puting yang juga besar. Lingkaran di sekitar pentilnya dan pentilnya berwarna coklat kemerahan. Aku benar – benar terdiam dan terpesona, walau sering mengintip, tapi berbeda sekali karena kali ini aku melihat secara langsung dari jarak dekat. tongkolku benar – benar mengeras sekali.

”Lho kok bengong, tadi katanya mau nenen,” tegur mamaku.
”Ngg, iya…iya ma, habisnya tetek mama besar banget, masih kenceng lagi,”kataku lagi.
”Ah kamu bisa aja memuji mama yang sudah berumur ini,” mamaku tertawa.
”Benar ma, benar – benar bagus dan mempesona,”jawabku jujur. Tanganku menyentuh tetek tersebut, sungguh nyaman rasanya, kenyal dan keras, sambil mendekatkan mulutku ke puting mama. Lama aku mengemut puting mamaku, sementara mamaku tetap menonton TV. Tangan mama mengelus – ngelus kepalaku, rasanya seperti anak kecil saja saat itu. Aku menghisap – hisap puting mama sambil sekali – kali memainkan lidahku. Puting itu kini benar – benar sudah membesar dan mengeras. Kurasakan mama mulai gelisah, tapi aku tetap melakukannya perlahan – lahan, aku tidak mau tergesa – gesa dan membuat mamaku curiga. Kini tanganku yang satu mulai meremas tetek mama yang satu lagi, aku meremas dan mengenggamnya tanpa melepasnya lagi. Lalu mama pun menurunkan tali baju tidurnya yang satu lagi, kini benar – benar bertelanjang dada. ”Wan, nenen yang sebelah sini juga,” kata mamaku sambil tetap menonton TV. Akupun segera memindahkan mulutku ke tetek mama yang satu lagi. Aku melakukannya tetap seperti tadi, perlahan –lahan dan berusaha senatural mungkin, walau tongkolku sudah berdenyut – denyut, tapi aku tetap sabar. ”Ugh…,”terdengar suara mamaku pelan, duduknya pun mulai gelisah, nafasnya mulai berat. Aku tetap diam saja, seolah – olah tidak tahu. Hanya kali ini aku mulai memainkan – mainkan lidahku dengan lebih cepat di puting mama. ”Ah…,” kali ini elusan mama di kepalaku mulai berubah menjadi sedikit menjambak pelan rambutku.

Friday, October 23, 2015

BERCINTA DENGAN KAKAK KANDUNG VI

sebelum membaca cerita di bawah. kami mengharapkan bantuan agan-agan sekalian untuk emmbantu meng-klik iklan yang ada di  blog ini. hal ini dapat membantu keberlangsungan hidup blog dan donasi para penulis. salam dari kami. selamat membaca
"hmmm. boleh deh. kakak pengen tau juga gimana surga dunia?" bisik kakwidya di teligaku, aku sudah tidak lagi menghadap wajahnya, aku cium lembut leher kirinya, naik ke belakang telinganya, pindah ke pipi dan ke hidungnya. kutatap kak widya dari dekat
"apa ya rasanya bibir seksi ini?" aku usap lembut bibirnya menggunakan jari telunjuk
"rasa strawberry kali?" sahut kak widya
aku dekatkan bibirku ke bibirnya, kali ini dia tidak menoleh ketempat lain. dia menerima. ku tempel lembut bibirku ke bibirnya. lembut sekali. memang benar ada aroma strawberry, aroma lipstiknya kali. aku belum membuka bibir. hanya menempelkan ke bibirnya. ku angkat kepala dan menetap wajahnya. tatapan mata kek widya manja, dan cantik sekali. aku ulangi cium bibirnya dan kulumat perlahan. kak widya mulai membalas, di kalungkan tanganya ke leherkku. kakinya yang tadi sejajar sekarang terbuka dan pahanya di buka. sekarang posisiku sudah ada di antara selangkangannya. aku jadi bernapsu sekali. aku lumat habis bibirnya, kumasukkan lidahku ke dalam mulutnya. terasa kak widya menghisap-hisap lidahku. batasan sebagai adik dan kakak sudah hilang entah kemana.
"dek, CD kakak d buka dulu, tar kotor lagi" kata kak widya
aku secepat kilat naik, dan membuka CDnya. vaginanya sudah berlendir lagi. ku tatap lekat-lekat sambil membuka pahanya lebar-lebar.
"dulu aku sering liat ini, tapi gak pernah tertarik liatnya. skarang ini celah bikin otak jadi gak waras" tuturku sambil elus-elus vaginanya. kak widya tidak menjawab. hanya desahan halus yang merdu yang menjawabnya. aku maikan clitorisnya dan desahannya makin kuat. ini saatnya menacapkan penisku.
aku naik kembali ku cium bibirnya pelan kemudian cium keningnya. kak widya tersenyum manis. ku arahkan penisku ke vaginanya.
"dalam dompet kakak ada kondom, pake dulu ya sayang, biar aman" kata kak widya pelan
aku berdiri langsung dan membuka lemarinya. ada dompet panjang di rak no 3. aku buka. ada kondom durex 2 biji. aku ambil semua, dan ku pakai satu kemudia secepat kilat naik ke tubuhnya lagi.
"gak sabaran amat sih, kayak belom pernah ML aja" canda kak widya
" sama manusia sering, tapi sama bidadari mau mlm ini" goda ku
"aaaaaaaaaa" jawab kak widya meniru gaya iklan traveloka
ke usap-usap kepala penisku ke vaginanya. kak widya mulai mendesah, aku masukkan pelan-pelan, agak susah.kuregangkan lagi pahanya. kudoronglagi. kepala penisku mulai masuk. ku dorong lagi dalam 1 hentakan
" aaagghhhhhhhhh" lenguh kak widya.
aku mulai goyangkan pinggulku maju mundur. desahan kak widya makin keras, vaginanya masih sempit dan hangat sekali. ku goyangkan terus sambil meremas payudaranya.
"cepet dek kakak udah mau keluar" kaki kak widya mengunci pinggangku san kukunya terasa menggores pinggangku salam cengkramannya. kupercepat sodokanku ke vaginanya. aku juga terasa mau keluar.
"ahhh...aahhh...aahhh.... ka..kak... ma..u... keluar, terus....teruss.."
"aku mau keluar juga kak"
"ayo sayang, barengan ...." desah kak widya
"aahhhhhhhh... kakak keluar.."
dan gumpalan sperma di ujung penisku muncrat juga. membentur ujung kondomku di dalam vaginanya. nikmat sekali. ini persetubuhan paling nikmat yang pernah aku rasakan.
sekian kisah saya gan, masih panjang kisah ini. ronde pertama nya udah dulu. pegel jari ngetiknya. klo agan mau liat video ilustrasinya klik  link lebih hot ini. yang mau komen dan sharing monggo di kolom komentar. saya balas kok. tunggu kelanjutan kisahnya.

KEMBALI  

Friday, May 8, 2015

mamaku lonteku

 sebelum membaca cerita di bawah. kami mengharapkan bantuan agan-agan sekalian untuk emmbantu meng-klik iklan yang ada di  blog ini. hal ini dapat membantu keberlangsungan hidup blog dan donasi para penulis. agan-agan sekalian yang memiliki cerita sesuai konten dapat kita publikasikan di blog ini. kirimkan cerita saudara ke email azadie007@gmail.com syarat konten harus original. salam dari kami. selamat membaca
Pagi itu aku pulang sekolah lebih awal, karena memang minggu ini kami menjalani ujian semester 2 untuk kenaikan kelas 3 SMU. Sesampai dirumah nampak sebuah mobil sedan putih parkir didepan rumah. Siapa ya ? dalam hatiku bertanya. Padahal mama hari ini jadwalnya tennis. Untuk menghilangkan penasaranku segera kumasuki rumah. Ternyata di ruang tamu ada mama yang sedang berbincang dengan tamunya. Mama masih menggunakan pakaian olah raganya, sedangkan tamu itu masih berpakaian kerja dan berdasi. “Sudah pulang sekolahnya ya sayang” Tanya mama padaku. “Oh iya, ini perkenalkan om Ari relasi bisnis papamu, kebetulan pulang tennis tadi ketemu, jadi mama diantar pulang sekalian”. Kami saling berjabat tangan untuk berkenalan. Mereka kutinggalkan masuk kekamarku untuk berganti baju seragam sekolah. Aku adalah anak kedua dari dua bersaudara. Kakakku perempuan melanjutkan sekolah SMU-nya di kota “M” dan tingalnya indekost disana. Alasannya karena mutu sekolahnya lebih baik dari yang ada dikotaku ( padahal daripada tidak naik kelas dan jadi satu kelas denganku ). Jadi tinggal aku sendirian yg menemani mamaku, karena papa sering pergi ke luar kota untuk melakukan kegiatan bisnisnya. “Indra, tolong kesini sebentar sayang.” tiba-tiba terdengar suara mama memanggilku. “Ya ma !” aku segera beranjak untuk menemui mama di ruang tamu. “Om Ari mau minta tolong di belikan rokok ke warung sayang” pinta mama. Aku segera mengambil uang dan beranjak pergi ke warung untuk beli rokok. Sepulangnya dari warung tidak kutemui mama maupun om Ari di ruang tamu, padahal mobil om Ari masih parkir di depan rumah. Rokok kuletakkan di meja tamu lalu kutinggalkan kembali ke kamarku. Melewati kamar mama nampak pintu sedikit terbuka. Dengan rasa penasaran kuintip melalui celah pintu yang terbuka tadi. Didalam kamar nampak pemandangan yang membuat jantungku berdegup kencang dan membuatku sering menelan ludah. Nampak mama yang telanjang bulat tidur di atas ranjang dengan om ari menindih dan mengulum payudara mama tanpa menggunakan celana lagi. Dengan gerakan teratur naik turun menyetubuhi mamaku. Sambil mengerang dan meggeleng ke kiri dan kekanan, nampak mamaku menikmati puncak dari birahinya. Tak lama kemudian nampak om Ari mengejang dan rubuh diatas pelukan mama. Mungkin sudah mengalami orgasme. Tanpa sengaja dengan wajah kelelahan mama melihat kearah pintu tempat aku mengintip dan mebiarkan aku berlalu untuk kembali ke kamarku. Sesampainya di dalam kamar pikiranku berkecamuk membayangkan pemandangan yang baru kulihat tadi. Takterasa tanganku melakukan aktifitas di penisku hingga mengeluarkan cairan yang membuatku merasakan kenikmatan sampai aku tertidur dengan pulas.
Malam harinya aku belajar untuk persiapan ujian besok pagi. Tiba tiba pintu kamar terbuka. “Sedang belajar ya sayang” nampak mama masuk kekamarku menggunakan daster tidur. “Iya ma, untuk persiapan ujian besok pagi” mamaku duduk di ranjangku yang letaknya dibelakang meja belajarku. “Kamu marah sama mama ya ?” tiba tiba mama memecahkan keheningan. “Kenapa harus marah ma ?” tanyaku heran. “Karena kamu sudah melihat apa yang mama lakukan dengan om ari siang tadi”. “Enggak ma, memangnya om Ari telah menyakiti mama ?” aku balik bertanya. “Enggak, malah om Ari telah memberikan apa yang selama ini tidak mama dapatkan dari papamu. Papamu kan sering keluar kota, bahkan mama dengar papamu punya istri muda lagi.” “Kenapa mama diam saja ?” tayaku. “Yang penting bagi mama segala keperluan kita terpenuhi, mama tidak akan mempermasalahkan itu.” “Kamu mau membantu mama sayang ?” tiba tiba mama memelukku dari belakang. Dapat kurasakan payudaranya yang ukurannya sedang menempel di punggungku. “Menolong apa ma ?” jawabku dengan suara bergetar dan sesekali menelan ludah. “Memberikan apa yang selama ini tidak mama dapatkan dari papamu.” “Tapi, aku kan anakmu?” “Kamu kan laki-laki juga, jadi kalau kita sedang melakukannya jangan berpikir kalau kita ini adalah ibu dan anak.” sambil berkata begitu tiba tiba mamaku sudah memegang batang penisku yang sudah menegang dari tadi. “Wow, ternyata punyamu besar juga ya” goda mamaku, aku jadi tersipu malu. Tiba tiba mamaku mengeluarkan penisku dari celana pendek yang kupakai, kepalanya mendekati penisku dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Sambil mengocok ngocok dan memainkan lidahnya di ujung penisku. Kurasakan kenikmatan yang belum pernah kurasakan, tiba tiba “crot…crot. .” keluar cairan kenikmatan yang langsung ditampung mulut mama. “Yah, sudah keluar deh, padahal mama belum kebagian” kata mamaku sambil menelan cairan sperma yang ada dalam mulutnya. Aku jadi malu sendiri, maklum yang pertama kali kulakukan. “Pindah ke ranjang yuk” ajak mamaku sambil berdiri menuju ranjangku. Aku ngikut aja bagai kerbau yang dicocok hidungnya. Mamaku tidur terlentang diatas ranjang masih menggunakan dasternya. Ketika kakinya diangkat agak ditekuk tampak mem*k mamaku yang dikelilingi bulu halus itu terbuka. Ternyata mamaku tidak memakai celana dalam dibalik dasternya. Membuat dadaku jadi berdebar debar melihat pemandangan yang indah itu. “Ayo kesini!” kata mamaku sambil menarik turun celana kolor yang aku pakai. Dasar si kecilku nggak bisa melihat barang aneh, langsung terbangun lagi. “Nah, itu sudah bangun lagi.” seru mamaku. Kudekati bagian pangkal paha mamaku, tercium olehku aroma yang keluar dari mem*k mamaku yang membuaku makin terangsang. Sambil perlahan kusibak belahan lobang kenikmatan yang didalamnya berwarna merah jambu itu. Kujilat cairan yang keluar dari dalamnya, nikmat rasanya. “Teruskan indra, jilati bagian itu” lenguh mamaku yang merasakan kenikmatan. Kujilat dan terus kuhisap cairan yang keluar sampai tak bersisa. Setelah sekian lama bermain didaerah vagina mamaku, kuangkat kepalaku dari jepitan paha mamaku. Kulihat mamaku sudah tergolek tanpa selembar benangpun yang menutupi tubuhnya. Mungkin waktu asyik bermain dibawah tadi, mamaku mulepaskan daster yang dikenakannya. Kubuka kaos yang sedang kupakai, sehingga kami sama-sama dalam keadaan telanjang bulat. Kudekati tubuh mamaku sambil perlahan lahan kutindih sambil menghujani ciuman ke bibir mamaku. Kami berciuman sambil memainkan payudara mamaku, kuremas remas dan kupuntir puting payudara yang dulu menjadi sumber makananku pada waktu masih bayi. Tangan mamaku sudah memegang batang penisku dan dibimbingnya kearah lobang kenikmatannya yang sudah basah. “Tekan sayang…” pinta mamaku. Dengan ragu-ragu kutekan penisku dan bless menancap masuk ke lobang vagina mamaku yang sudah licin. Oh..nikmatnya, sambil kutarik keluar masuk kedalam lobang kenikmatan itu. Desahan napas mamaku semakin membuat aku terpacu untuk mempercepat irama pemompaan batang penisku kedalam lobang kenikmatan mamaku. Tak lama kemudian… “Oh, aku sudah sampai sayang, kamu benar benar hebat”.
Terasa lobang kenikmatan mamaku bertambah basah oleh cairan yang keluar dari dalam dan menimbulkan bunyi yang khas seirama keluar masuknya batang penisku. Tiba-tiba mama mencabut batang penisku, padahal sedang keras-kerasnya. “Sebentar ya sayang, biar ku lap dulu lobangya, sambil kita rubah posisi.” Disuruhya aku telentang dengan batang penis yang tegak hampir menyentuh pusarku. Mamaku jongkok tepat diatas batang penisku. Sambil membimbing batang penisku memasuki lobang kenikmatan yang sudah mongering karena di lap dengan ujung kain daster, ditekannya pantat mamaku hingga bless, kembali si kecilku memasuki goa kenikmatan mamaku, meskipun agak seret tapi rasanya lebih enak, sambil perlahan lahan diangkatnya naik turun pantat mamaku, yang membuat aku jadi tambah merem melek. Lama kelamaan jadi tambah licin dan membuat semakin lancarnya batang penisku untuk keluar masuk. Semakin cepat irama naik turunya pantat mamaku, tiba tiba tanganya mencengkeram kuat dadaku dan… “Aku sudah sampai lagi sayang” desah mamaku. Tubuhnya melemah dan menghentikan irama naik turun pantatnya. Tubuhnya mengelosor telentang disampingku, dan membiarkan batang penisku masih tegak berdiri. ” Aku sudah tidak sanggup lagi sayang, terseah mau kamu apain saja ” kata mamaku pelan. Aku hadapkan mamaku kekiri, sambil kuangkat kaki kanannya hingga nampak tonjolan lobang vaginanya mulai terbuka. Kumasukkan batang penisku lewat belakang sambil perlahan lahan ku pompa keluar masuk kedalamnya. Irama pemompaanku makin lama makin kupercepat sampai akhirnya tubuhku mengejang hendak mengeluarkan peluru cairan dari lobang penisku, dan crot…crot…crot muntahlah lahar dari lobang penisku. Bersamaan dengan itu mamaku mengerang lemah ” Oh sayang, aku keluar lagi “. Batang peniskupun melemah, dan keluar dengan sendirinya dari lobang petualangan. Kamipun tertidur pulas dalam keadan telanjang bulat sambil berpelukan ( kaya telletubis aja ). Pagi harinya aku terbangun dengan keadaan segar, mamaku sudah tidak ada disampingku. Ku ambil handuk dan kulilitkan menutupi kemaluanku menuju ke kamar mandi. Di ruang makan aku berpapasan dengan mama yang sudah segar bugar habis mandi. Kudekati mamaku dan kucium pipinya dengan mesra, aroma sabun mandi tercium dari tubuh mamaku. ” Semalam kamu hebat sayang, untuk itu mama siapkan telor setengah matang dan susu hangat untuk memulihkan lagi staminamu ” bisik mamaku lembut. Sambil duduk dengan hanya dililit oleh handuk kuminum susu hangat dan kumakan dua butir telur setengah matang dengan kububuhi merica bubuk dan garam. Mamaku mendampingiku berdiri disampingku, karena tercium aroma segar sabun mandi membuat birahiku jadi naik. Perlahan lahan batang penisku berdiri menyibak lilitan handuk yang menutupinya. Mamaku terseyum melihat kejadian itu, sambil dipegangnya batang penisku berbisik ” Nanti siang aja sepulang kamu dari sekolah kita lakukan lagi “. Dengan kecewa aku beranjak menuju kamar mandi untuk bersiap siap ujian semester di hari terakhir. Tak sabar rasanya untuk segera menyelesaikan ujian hari ini, agar bisa berpetualang penuh kenikmatan.mau tau rupa mamaku, klik disini

Daftar cerita lain