ini blog yang berisikan kisah-kisah seks sedarah. bagi agan-agan yang tidak berminat dengan konten ini silahkan di minati. wkwkwkw

Showing posts with label bersetubuh sedarah. Show all posts
Showing posts with label bersetubuh sedarah. Show all posts

Thursday, November 24, 2016

DILEMA CINTA SIMALAKAMA X

"Enak ya pak, rasanya kaya kenyal-kenyal gitu. Baru kali ini siska makan ini." Lanjutku.
"Syukurlah kalo enak. Ayo tambah lagi." Sahut pak prima.
" bapak menghina deh, baru aja suapan pertama pak. Masa udah nambah aja." Aku melirik ke pak prima. Aku berusaha mengeluarkan semua aura kecantikan yang kupunya. " bapak kok pinter masak sih. Belajar dari mana?" Lanjutku lagi.
"Sebelum kerja di sini saya merantau kemana-mana dan pernah kerja jadi koki." Jawab Pak prima kemudian menyuapkan nasi ke mulutnya. "Siska bisa masak?"

Jeggeerrrrr,,, pertanyaan ini yang aku hindari dari tadi. Aku gak tahu mau jawab apa. Kalau jawab bisa nanti di test aku gak bisa apa-apa. Kalau di jawab gak bisa nanti dia jadi illfeel. Masa seorang perempuan gak bisa masak. Bilang aja deh bisa. Nanti kalau di test cari aja alasan. Batinku.

"Hmm.. Siska sih bisa pak masak." Tapi lidahku berat mau melanjutkanya. Di tambah lagi mata elang pak prima menatapku. Aku jadi makin salah tingkah.
"Masak apa? Masak air?" Timpal pak prima.

Aku cuma cengir aja. Ya mau gimana lagi, emang gitu kenyataanya.
"Gimana mau jadi ibu dari anak-anak ku, kalau gak bisa masak. Nanti anak kita mau di kasih makan apa?"

"Siska bakal belajar masak pak. Siska janji bakal belajar, ya meskipun awalnya nanti belum seenak masakan bapak. Siska janji bakal terus belajar." Jawaban spontan langsung meluncur dari lidah saya tanpa terkontrol.

"Hahahaha... Lucu kamu ya. Ya udah lanjutin makannya biar rada gede. Saya gak mau punya istri kerempeng."
Saya yakin dia mengucapkan kata-kata tadi itu bercanda saja. Tapi entah kenapa saya jadi baper. Bawa perasaan seolah-olah kami memang pasangan kekasih. Hatiku berbunga-bunga. Aku lanjutkan makan dan berimajinasi bahwa yang sedang makan di depanku sekarang memang suamiku.

" makan kok sambil senyum-senyum sendiri. Kamu menghayal yang jorok-jorok ya?"
Aku kaget dan langsung menundukkan kepala ke piring. Pak prima masih tertawa saja dari tadi. Tawa yang khas. Yang tidak akan pernah terlupakan.
.....

Semenjak hari itu kedekatankan dengan pak Prima makin intens. Aku semakin sering main kerumahnya. Kadang bantu2 dia menyelesaikan tugas kampus. Terkadang juga bantu dia beresin rumah ketika dia sibuk dengan pekerjaannya. Pak prima selain bertugas sebagai dosen di kampusku juga berprofesi sebagai arsitek dan ketika itu sedang menangani proyek besar. Pembuatan apartemen. Rumahnya terkadang tak terurus. Jadi aku lah memposisikan diri sebagai istrinya. Hehe

Di kampus sudah beredar gosip tentang kedekatan kami. Aku bukannya risih dengan gosip itu malah makin senang. Pak prima juga sepertinya tidak keberatan dengan gosip itu. Dia juga santai setiap ke kampus dan berkomunikasi dengan ku. Tidak ada yang berubah. Tidak lebih tidak kurang.

Sore itu, selesai kuliah pak prima menghampiriku minta bantuan lagi. Aku senang aja. Bahkan hari itu aku cepat pulang ke kost, mandi, dan langsunh mengenakan baju yang menurutku bisa membuat aku tampil cantik di matanya.
Aku mengenakan celana pendek setengah paha, baju kaos oblong yang lehernya udah melar. Plus rambut aku kucir tinggi. Leher jenjang dan bulu bulu halus leherku terpampang jelas. Aku berniat mau menggoda pak prima. Jam 4 sore aku udah sampai di kost beliau.

'Bapak mau kemana?' ketika aku sampai ke kostnya, mungkin lebih tepat disebut kapal pecah. Kertas berserakan di mana-mana. Baju dan piring kotor di lantai. Handuk basah di atas sofa. Tapi sekarang dia sudah rapi. Menjinjing tas. Sudah mau pergi.

'Saya ada presentasi sore ini. Bantu beresin rumah ini ya?' jawabnya sambil cengir kuda. 'Jam 7 saya pulang. Nanti kamu saya beliin hadiah?'

Sambil melangkah dia mengucek-ngucek rambutku. Entah kenapa yang di kucek rambut yang kacau malah hati. ^_^
Tidak perlu kau belikan aku hadiahpun akan kubereskan rumah ini pak. Asal kau selalu mengizinkan aku di dekatmu. Batinku.

Aku memulai pekerjaan beres-beres dengan hati sumringah. Pekerjaan berqt sekalipun kalau di kerjakan dengan cinta bakal terasa indah.

Aku membersihkan sofa, dan sebuah kaos dalam terselip di celah sofa. Aku coba tarik. Berat sekali. Aku mencoba memasukkan tangan kedalam celah sofa tersebut. Ada benda logam, keras dan dingin. Aku coba tarik keluar, susah sekali. Benda ini lumayan berat. Butuh perjuangan mengeluarkannya. Ketika benda itu keluar. Aku terhenyak mundur.

'Astagaaaaaa, kenapa dia memiliki ini?"

BERSAMBUNG

Saturday, December 19, 2015

Kusetubuhi Ibuku dalam tidurnya II



Selanjutnya aku mulai melihat-lihat wajah dan tubuh ibuku melalui foto, kebetulan aku punya kamera SLR yang aku beli dari hasil tabunganku. Aku jadi sering memotret ibuku dirumah dalam berbagai aktifitasnya. Ibuku awalnya risih karena aku sering memotretnya tapi lama-lama terbiasa juga. Aku sengaja mencari cari moment yang tepat saat memotret, misalnya dalam keadaan rambut basah, dalam keadaan mencuci, memasak, atau dalam keadaan santai, sampai ketika ibuku tidurpun aku foto. Lama-lama koleksiku makin banyak dan aku simpan semua di laptop kamarku.
Ketika akan tidur aku selalu sempatkan melihat-lihat hasil jepretanku ini. Aku pilih yang paling menarik secara seksual pada foto-foto ibuku tersebut. Selanjutnya aku zoom diarea sekitar wajah, payudara atau area paha. Aku amati benar-benar sambil membangkitkan fantasi seksualku dalam pikiran. Kelakuanku ini mungkin aneh tapi bagiku ini sangat menyenangkan, terlebih aku melakukannya didalam kamar sendiri. Aku pegang-pegang penisku sambil tangan kananku memegang mouse untuk mengatur gambar mana yang akan jadi objek fantasiku. Pada akhirnya aku mencapai klimaks dan spermaku berceceran dilantai. Sangat nikmat rasanya ketika orgasme sambil melihat foto ibuku dan dengan lirih menyebut namanya…
Aku tetap bersikap biasa didepan ibuku, tidak sama sekali berusaha merayu atau menggoda, karena otak warasku masih bekerja normal, aku masih takut terhadap norma dan penilaian ibuku apabila aku menggodanya secara frontal. Namun berbeda ketika aku didalam kamar, hasrat bercinta dengan ibuku makin kuat makin kuat dan makin kuat, perlahan namun pasti aku menjadi seorang Oedipus complex. Aku sangat menyadari ada yang salah dalam diriku tapi aku juga menikmati sekali berfantasi adegan ranjang dengan ibu kandungku sendiri.
Saat ini aku sudah memiliki dua kebiasaan aktifitas seksual, yang pertama dengan menciumi aroma celana dalam ibuku dan yang kedua adalah menjadikan foto sebagai bahan objek fantasiku. Cukup lama aku berkutat dalam aktifitasku tersebut sampai akhirnya aku menemukan di internet tentang foto video atau kisah incest khususnya antara ibu dan anak. Meskipun aku tahu di internet content hampir kebanyakan fake tapi setidaknya lumayan untuk berfantasi seolah-olah diriku dan ibuku yang ada dalam adegan panas tersebut, dan memang hanya sebatas itu saja ruang obsesiku tidak lebih.
Aku memang sangat berhati-hati dan detail dalam segala hal yang menyangkut aktifitasku ini. Aku juga parno apabila ibuku sampai memergoki jejak-jejak yang mencurigakan, dan disinilah bagiku letak seninya. Sensasinya luar biasa bagiku dan aku tidak pernah berhenti untuk berfantasi terhadap ibuku.
Pernah suatu ketika aku mengedit foto-foto ibuku dan kubuat cropping diwajahnya lalu digabungkan dengan tubuh bugil yang kuperoleh dari internet. Aku memang punya kemampuan olah gambar dengan photoshop dan hasil editanku aku simpan dapi tersembunyi dan aku hidden. Aku buka kembali manakala aku butuhkan sebagai bahan onani (lebih populer disebut bacol). Seperti yang aku bilang sebelumnya, segala macam eksplorasi yang aku lakukan rasanya tidak membuatku puas, selalu saja menuntut lebih lebih dan lebih, hal ini tentu saja membuat otakku bekerja memikirkan bagaimana selanjutnya aku memuaskan dahaga seks ku kepada ibuku.
Aku mulai beralih terhadap benda bekas pakai ibuku seperti gelas dan sendok. Ketika aku menjumpai ibuku sehabis minum dari gelas maka aku ambil gelas tersebut dan merasai bekas mulut ibuku yang menempel pada gelas tersebut. Aku hayati rasakan dan kadang sensasinya jadi lain, mirip seorang psikopat yang sedang menikmati sesuatu yang disukai. Meskipun aku tidak merasakan perbedaan apapun dilidah dan bibirku namun disinilah kemampuan otak dalam membangkitkan sensasi gairah seksual.
Pembaca mungkin berfikir, aku gila dan terlalu aneh. Tapi memang itulah yang terjadi. Pasti pembaca juga bertanya kenapa tidak langsung rayu, ekse dan seterusnya. Aku bilang inilah realitanya, kenyataan tidak sesuai dengan bacaan fiksi tentang percintaan ibu dan anak. Tidak semudah itu memasukkan penis kedalam vagina ibu kandung. Butuh kerja keras ekstra dalam mengatur situasi dan melampiaskan nafsu supaya tidak berantakan dikemudian hari. Ya benar aku seorang pengidap kelainan seksual, bagi orang-orang sepertiku pasti mengerti betapa parnonya apabila kesenanganku ini sampi diketahui oleh orang lain terlebih pada orang yang kita jadikan objek seksual yaitu ibuku. Tapi bukan berarti aku menyerah dengan keadaan, aku bertekad suatu saat aku harus bisa benar-benar menyetubuhi ibu kandungku karena itulah obsesiku dalam hidup.
KEMBALI

Monday, November 30, 2015

KAK WIDYA, I LOVE U (LANJUTAN bercinta dengan kakak kandung)



Sebelum membaca cerita di bawah. kami mengharapkan bantuan agan-agan sekalian untuk emmbantu meng-klik iklan yang ada di  blog ini (gambar/tulisan yang adai kanan blog). hal ini dapat membantu keberlangsungan hidup blog dan donasi para penulis. agan-agan sekalian yang memiliki cerita sesuai konten dapat kita publikasikan di blog ini. kirimkan cerita saudara ke email azadie007@gmail.com syarat konten harus original. salam dari kami. selamat membaca
Senin pagi aku berangkat ke Sumatra tepatnya ke kota palembang, ada tugas dari perusahaan selama 3 hari. Dari bandara aku langsung di jemput oleh manager area langsung, beliau masih muda, paling 7-8 tahun di atasku. Beliau menawarkan makan siang di salah satu restoran kenamaan di kota Palembang. Kami banyak ngobrol-ngobrol tentang hidup masing-masing. Dan saya ketahui bahwa dia adalah duda tanpa anak. Dan sekarang lagi cari pasangan. Aku langsung kepikiran sama ka widya (ini video kak widya), siapa tau dia bisa melupakan rendi pacarnya dan berpindah ke manager ini. kalau aku punya ipar manager, minimal jenjang karir di perusahaan ini bakal lancar. Hehe (klo agan-agan belum baca cerita awalnya. baca awalnya dulu. klik di sini .
“gimana criteria cewek yang pak reno mau?” tanyaku
“saya gak neko-neko sih, yang penting orangnya bisa jaga diri dan setia cantik bukan yang utama. Tapi saya tetap mau yg cantik juga. Saya trauma sama cewek yang cantik doang. Baru saya tinggal 1 bulan sudah selingkuh”
“ok deh. Nanti saya bantu promosiin sama teman2 di Jakarta deh”
“oh iya ndi, kamu sudah baca email dari saya tentang rencana ekspansi di wilayah satu kan?”
Akhirnya obrolan kami sudah masuk ke ranah kerja. Tidak terlalu menarik untuk saya ceritakan di sini. Saya tau agan-agan nungguin cerita ngeseknya doang. Hehe
Pukul 8 malam, aku sampai di hotel yang di sediakan oleh perusahaan. Aku buka semua pakaian, mandi bakalan membuat lebih segar. Baru mau melangkah ke kamar mandi gadget ku berbunyi. Ada BBM masuk
Adek jam berapa sampe? Kok gak ngabari?
BBM dari kak widya. Si cantik yang terpaksa harus di tinggalin. Aku balas
“jam 9 pagi, udah langsung kerja, tinjau lokasi sama manager sini. Kakak di mana skrg?”
Aku tinggalin gadgetnya dan masuk ke kamar mandi. 5 menit keluar dalam kondisi super segar.
Aku liat gadget lagi. Masih pake handuk. Ada balasan
Kk d rmh lg nyntai doang ma bi narsih ma anknya. Tp skrg d kmr. Adek lg apa?” aku tertawa dengan balasan kak widya, aku tadi Cuma Tanya dia dimana, jawabannya panjang lebar, dan aku gak ada nanya hal itu.
“aku baru udh mandi. Kk udah mandi blom?” kami memang akrab dan sering komunikasi jika sedang jauh. Tidak cuek seperti saudara kebanyakan. Balasan masuk. Cepet banget
Udah dong, kk udah cantik n wangi ky putri2 raja. :p
”gak percaya ah” aku balas singkat
Gadget ku bunyi lagi, tapi bukan bunyi BBM. Ada panggilan dari line. Video Call dari kak widya. aku angkat
“nih, kamu liat sendiri kan, kakak udah cantik”  kak widya memutar2 hpnya biar aku bisa melihar seluruh wajah n tubuhnya. Dia pake baju warna putih. Dengan potongan rendah di bagian dada. Awalnya dia terlentang sekarang dia tengkurap dan memandang hp. Belahan dadanya kelihatan sedikit. Lihat di sini
“iya sih cantik, tapi wanginya belum tau”
“Makanya pulang kalo mau tau wangi apa nggak?” Tantang kak widya
“jadi boleh cium nih klo pulang?”
Hmm... boleh gak ya.??? Kalo cium rambut boleh deh. Jawab kak widya sambil memanyunkan bibirnya, mata memandang kek kiri atas. Imut sekali
“kak, aku matiin dulu ya, aku mau pake baju dulu. Tar handuk nya lepas. Terbang dia. Hehe” ku turunkan kamera agar dia lihat aku belum pakai baju. Cuma handuk doang.
“Ih, sok pemalu deh adek jelek kakak. Kaya kakak gak pernah liat aja. Gak usah di matiin. Kakak mau ngintip kamu ganti baju. Awas kalo di matiin”. Kepalan tangannya di majukan ke dekat kamera.
“ idihhh, tar kakak pengen loh, mau puasin ke siapa coba?” aku goda dia dengan memajukan area tonjolan penisku yang tertutup handuk ke dia.
“ye,,, kamu kira kakak bakalan pengen gitu. Sory ya?” cibir kak widya. Bibirnya di majukan imut sekali.
“oke deh.” Aku beranjak bangun. Aku arahkan camera hp ke arah ku. Biar dia liat aku ganti pakaian. Sambil jongkok dan pura-pura ambil ada yang jatuh aku pasang celana boxer dengan handuk masih tertutup. Aku tutup sudut pandangnya agar dia tidak tahu bahwa aku sudah pakai celana di dalam handukku. Aku bangkit lagi dan kenakan baju kaos press body tanpa lengan. Trus aku ambil cd. Pura2 mau mengenakannya. Aku melirik ke kamera. Dia terlihat menunggu .
“liat sana dong, mau buka handuk nih” sambil menunjukkan cd ke kamera.
”buka aja, kakak mau liat, adek kemaren liat kakak bugil, sekarag gantian dong. Kakak juga pengen liat adek bugil. Hihihih.” Dia menopangkan kedua tangannya memegang pipi. Mata bulat dengan bulu mata hitam lentik itu tidak berkedip sedikitpun.
“ok deh. Satu.....dua...” aku membuka simpul handuk yang ada di pingging kiri. Perlahan-lahan. Biar dia makin penasaran. Terlihat sekali pipinya merona. Mungkin kalau terlihat, puting payudaranya pasti sudah mulai mengeras.
“tiga... taraaaaaaaa” aku buka handukku dan menampakkan bahwa di dalam handukku, aku sudah mengenakan celana pendek. Aku pun tertawa terbahak-bahak. Mata kak widya yang awalnya membelalak jadi redup. Dia menoleh ke kiri belakang. Mendengus. Dari telinganya keluar asap. Hehehe
“aaaaaa... adek curang. Benci kakak ma adek ih” jawab kak widya cemberut.
“jadi dari tadi kakak nungguin mau liat burung aku ya?” ledekku
“gak juga sih, burung kecil gitu aja. Gak ada keren-kerenya. Apalagi udah mandi. Pasti keriput. Kaya ulet bulu. Ihihi” balas kak widya
“eh kak, kakak gak pake BH ya?” tanya ku
“iya, udah kakak lepas. Kenapa? Mau liat?” goda kak widya sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.
“gak mau ah, tar kalo liat burung aku jadi tegang. Susah tidurnya lagi”
“kok susah sih, kan ada kakak. Mau kakak kocokin, apa kakak emut?” goda kak widya sambil tangannya  menirukan gaya orang ngocok dan lidahnya keluar-keluar, menjilat-jilat angin.  
“ enaknya kalo masukin ke memek kakak” ujar ku berterus terang.
“ih adek gak sopan banget, masa ngomong gitu ma kakaknya sendiri.” kak widya pasang tampang merajuk
”trus gimana dong ngomongny? Emang yang enak kalo masukin ke situ”
“ya pake bahasa lain kek, masukin ke itunya kakak kek, ke anu kek, punya kakak kek, masa langsung to the poin gitu. Barbie kan malu dengernya.” Dikedip-kedipkannya berkali-kali ke kamera dengan tatapan menggoda. Burungku jadi tegang banget.
“ihhhh.. ada yang bangun tuh kayaknya.hahahah” jawab kakakku.
“hahaha. Tanggung jawab ya. Kakak udah bangunin dia.” Jawabku
“gak mau.. da..da..” dia melambaikan tangan ke kamera dan matikan videocall kami. Meninggalkan ku sendiri dalam ketegangan. Hiks,,,hiks,., :’(
Beginilah kelakuan kakakku, hoby menggodanya dari dulu gak pernah sembuh, kalau kecil dulu suka menggoda dengan makanan, sekarang suka menggoda dengan makanan juga, makanan lelaki. Hehe. Konak banget yang ku rasa. Di sini gak kenal cewek yang bisa di pake. Mau nanya resepsionis malu. Mau kocokin sendiri gak enak. Aagghhhh.. kampret banget deh kakak satu ini... tak lama hp ku bunyi lagi. Bunyi dering bbm. Ada peringatan kiriman suara di terima. Ada pilihan Terima atau tolak. Aku sentuh tombol terima.
“aaaadeeekkkkkkkkkkk” kak widya mengirimkan suaranya. Suara manja, berat. Suara wanita yang sedang terangsang birahi. Dia sengaja mengirimkan suara ini biar aku makin terangsang. Dan benar saja. Burungku udah sekeras monas jadinya. Aku biarkan saja. Gak balas. Selang satu menit masuk satu lagi rekaman suara.
“aadeeekkkk, kok punya kakak jadi basah ya? Kakak lap pake tisyu ya. Aaahhhhhh”
Kampreeetttttttt, dia makin jadi nih godain aku. Aku foto burungku dari luar celana. Aku kirim ke dia. Dia balas dengan suara lagi.
“udah tegang ya,, sini kakak elus-elus, apa mau di masukin langsung”
aku telp lagi linenya. Dering beberapa saat. Tidak di angkatnya. Kampret banget.  Aku coba telp lagi. Tetap gak di angkat. Aku kirim pesan.
“kalo kakak gak mau angkat, aku mau cari cewek aja deh.”
Tak lama hp ku berdering. Ada panggilan video dari kak widya.
“adek kakak mulai nakal ya, suka main cewek malam. Sekali adek nyentuh mereka adek jangan sentuh kakak lagi” ancamnya
”trus gimana dong, udah tegang banget nih”
“trus mau gimana? Makanya sini pulang. Kakak kocokin deh.” sahut kak widya
“aku kocok sendiri aja deh, kakak striptise”
“hmmm,.... ya deh. Bentar kakak hidupin musikknya dulu.” Kak widya beringsut, kearah meja nya. ada laptop disana. Gak lama dia kembali lagi mengahap hp.
“udah siap adek kakak yang aneh?”
Aku arahkan 2 jempolku ke kamera sambil tersenyum.
Perlahan mulai terdengar alunan musik remix di speakerku, kak widya mulai meliuk-liukkan tubuhnya. Dia mengenakan baju tidur model gaun warna putih transparan. Dengan tali yang sangat tipis di kedua bahunya. Area putingnya tidak kelihatan tertutup oleh renda-renda baju yang berbentuk bunga mawar. Area selangkangannya jelas kelihatan. Tapi masih tertutup oleh CD yang juga berwarna putih. Sekarang dia membelakangi kamera, tangannya diangkat, baju tidur nya semangin terangkat dan memampangkan paha putih mulus ke pandanganku. Aku mulai mengeluarkan torpedo kebanggan dari celana. Ku urut-urut perlahan. Aku tidak mau spermaku cepat keluar dan mengakhiri tontonan terbaik yang pernah ada.  
(untuk membaca kelanjutan cerita, klik tulisan 'BERSAMBUNG' di bawah ini. nanti agan akan masuk ke web Adf.ly. tunggu selama 5 detik. maka di sudut kanan atas akan muncul tulisan 'SKIP'. klik tombol skip. dan agan akan di antar ke halaman berikutnya. selamat membaca)

Monday, November 23, 2015

merasakan lubang kenikmatan mama 04

Mama masih terdiam dan tetap memelukku, sudah tidak menangis lagi, tangannya membelai lembut kepalaku. Aku diam saja, membiarkan mama bermain dengan pikirannya. Lalu mama berkata kembali
”Sebenarnya kita tidak boleh melakukan hal ini, aku mamamu dan kamu anakku. Garis itu tidak boleh dilanggar…”
”Tapi ma…,”aku memprotes, tetapi diam kembali karena mama segera memotong kalimatku
”Toh yang melakukannya adalah kita, tak ada orang lain yang dirugikan, tak ada orang lain yang disakiti, semua resiko dan tanggung jawab adalah milik kita.”
”Jujur saja, mama juga wanita yang punya kebutuhan seks, tapi mama takut menjalin hubungan lagi karena mama tidak mau mama dan anak – anak mama kecewa kembali. Kala kamu mau tahu saat hasrat mama muncul dan tak tertahankan, mama menggunakan vibrator dan masturbasi, toh yang namanya gairah akan hilang, kalau sudah orgasme. Tak perlu menjalin hubungan kalau hanya untuk mengatasi hal itu.”
”Tapi tadi saat kamu minta nenen, dan memainkan puting mama, mama mulai merasakan api gairah yang ada di dalam mama, kembali menyala, walau awalnya ragu, namun mama yakin, dengan kamu mama tidak akan kecewa dan sakit, kita sama – sama menyalurkan hasrat terpendam kita.”
”Mama sadar mama tidak bisa dan trauma dengan pria lain, tapi mama tahu kalau dengan Irwan, mama tidak akan sakit, karena Irwan menyayangi mama. Juga lebih baik mama yang mengajari dan memuaskan keingintahuan seks kamu daripada kamu harus melakukannya dengan perempuan penghibur.”
Mama melepaskan pelukannya, lalu berdiri dan melepaskan baju tidurnya. Kini hanya bercelana dalam saja. Lalu mama berbaring.
”Wan, ingat ini hanya menjadi rahasia kita berdua, kamu boleh memiliki mama kapanpun, namun jangan sampai kakakmu tahu.”
”Kini kamu lakukan yang kamu inginkan ke mama, jangan takut mama akan membimbing dan mengajarimu. Nanti kamu sendiri yang harus membuka celana dalam mama. Puaskan mama dan dirimu.”
”Lakukan dengan santai saja Wan. Mama mau pengalaman pertama kamu ini menjadi pengalaman yang berkesan dan indah dalam hidupmu.”
Aku yang tadi hanya terdiam, antara percaya dan tidak percaya akan kesempatan ini, segera bergerak, aku berbaring di samping mama, aku cium bibir mamaku, lidah mama dan lidahku bertautan dengan penuh gairah. Tanganku mulai meremas – remas tetek mamaku, memilin – milin puting mamaku. Tangan mama juga tidak tinggal diam, mengelus – ngelus tongkolku dari bagian luar celana pendekku. Ugh…nikmat sekali elusn tangan mamaku. Kini aku mulai menciumi tetek mamaku, mengulum, menjilati puting mama, mama menggeliat – geliat dan memeluk tubuhku. Tangan mama mulai membantu membuka kaosku, lalu celanaku, kini aku dalam kondisi telanjang, masih tetap menindih mama, dengan rakusnya aku terus meremas – remas da memainkan tetek mama, gairahku makin meninggi melihat mama yang nampaknya menikmati saat teteknya aku pemainkan. Tangan mama kini mengelus dan mengocok tongkolku dengan lembut.
”Wah besar juga tongkolmu Wan, sebagai lelaki kamu harus bangga.”
”Ahh…enak ma, terus kocokin tongkol Irwan ma,” kataku di sela kesibukanku memainkan tetek mama.
”Wan, sudah dulu dong mainin tetek mama, masa kamu mau diamin saja memiaw mama.”
Terus terang, bukannya tidak mau, tetapi aku memang belum pengalaman sih. Tapi dengan yakin, perlahan aku mulai menurunkan posisi badanku, hingga kini menghadap tepat di atas celana dalam mama. Tanganku mulai memegang celana dalam mama, meraba dan mengelusnya, kurasakan tebal dan terasa rambut kemaluan yang lebat di baliknya. Mulutku mulai mencium pinggiran selangkangan mama. Mama mulai membuka kedua kakinya. Secara spontan aku menarik celana dalam mama perlahan – lahan. Kini mamaku dalam posisi telanjang bulat. Aku hanya bisa meneguk ludah menyaksikan memiaw mama yang terpampang begitu dekat dan indah di depan mataku. Aroma yang belum pernah kuciumselama ini, terasa ke hidungku, rasanya amat menggoda. Rambut kemaluan mamaku benar – benar lebat dan menutupi memiaw mama, sesuai dengan kesukaanku, tongkolku benar – benar berdenyut – denyut kencang. Tanganku mulai mengelus – ngelus rambut kemaluan mama, terasa tebal dan menggairahkan sekali. Aku mulai mengingat – ngingat adegan di film – film BF yang pernah kutonton. Seakan tahu apa yang kupikirkan, mama mulai berkata
”kok bengong lagi Wan, kamu lakukan saja apa yang mama perintahkan ya. Sekarang kamu jilati dan mainkan memiaw mama dengan lidah dan tanganmu. Kalau susah kamu lebarkan dengan tanganmu, lubang memiaw mama.” Mama mulai melebarkan kakinya, membuka selangkangannya yang indah, menampakkan puncaknya yang menggoda.Akupun mulai menyibak rambut kemaluan mama yang lebat, jariku membuka memiaw mama secara perlahan.Persis seperti film yang kulihat.
”Nah kalau sudah, coba kamu lihat di sekitar lubang memiaw mama, ada daging kecil yang menonjol keluar, seperti butir kacang, itu namanya kelentit atau sering disebut itil,sayang. Nah bagian itulah yang harus kamu mainin dan jilatin pada memiaw mama. Mama akan merasa nikmat saat kamu melakukan itu.” Tanpa menunggu lama lagi, akupun mulai memainkan dan menjilati itil mama dengan lidahku, aroma yang tercium sungguh amat enak terasa di hidungku. Mula – mula aku pikir apa yang aku lakukan salah, tapi perlahan pasti kulihat tubuh dan pinggul mamaku mulai bergoyang – goyang.
”Ah…Oooohhh..Ssss….enak Wan, Ugh….”
”Ughhh…jilat terus Wan,” mama mendesah semakin kuat, goyangan badannya semakin terasa.
”Ooohhhh….pintar kamu Waaann, aaahhhh….cepat pandainya…”
”Oooohh…Aaahhhh….mama…mama…mau…sedikiiittt lagi,”tangan mama mulai meremas rambutku, mama makin melebarkan kakinya, geliat pantat mama semakin liar, akupun makin bersemangat memainkan dan menjilati itil mama. Lidahku menari – nari dengan liar dan cepat, menyapu permukaan memiaw mamaku yang sudah mulai basah. Sensasi yang kurasakan saat itu sukir dilukiskan, kurasakan batang tongkolku sudah amat keras dan berdenyut – denyut. Melihat mamaku yang telanjang, dan mendesah – desah keenakkan saat itilnya kujilati sungguh membuat gairah dan birahiku membara. Badan mamaku bergetar hebat, dan diiringi desahan nikmat yang panjang, kurasakan memiaw mama menyemburkan cairan hangat yang nikmat…Mama terdiam sesaat, lemas, aku mengelus – ngelus memiaw mamaku dengan lembut dengan jariku.
”Ughh…nikmat sekali rasanya Wan, sudah lama mama tidak mengalami orgasme saat dijilati seperti tadi. Rasanya enak betul, kamu pintar dan cepat belajar sayang. Tunggu sebentar ya, mama akan gantian memberikan kenikmatan kepada kamu.” lalu mama pun bangkit dari posisinya, menyuruhku berbaring. Diam sebentar mengamati tongkolku, karena baru sekarang dapat melihatnya secara jelas.
”Wah…panjang dan besar juga tongkol anak mama, kayaknya ada sekitar 20 cm, pastinya ini bukan dari turunan papa kamu yang brengsek itu. tongkol kamu jauh lebih bagus dan besar dibandingkan si brengsek itu,” sindir mamaku sinis terhadap papaku. Aku jadi menyadari betapa bencinya mamaku terhadap papaku, dan entah kenapa mendengar perkataan mamaku, membuat aku senang dan bangga, karena dalam satu hal ternyata aku lebih hebat dari papaku. Makin keras saja rasanya tongkolku kini. Mamaku mulai memainkan batang tongkolku dengan tangannya yang halus, enak benar rasanya, jempol tangannya mengurut – ngurut kepala tongkolku dengan lembut. Aku hanya bisa merem melek saja merasakannya. Lalu mama mulai mendekatkan mulutnya ke arah tongkolku. Kurasakan rasa nikmat yang luar biasa ketika lidahnya mulai memainkan kepala tongkolku. Seluruh tubuhku rasanya lemas tak berdaya. Lalu perlahan tapi pasti tongkolku mulai masuk ke dalam mulut mama. Nikmat rasanya saat mama mengulum, mengisap batang tongkolku, juga saat lidahnya menjilati kepala dan batang tongkolku. Rasanya tidak bisa kupercaya, tongkolku bisa masuk ke dalam mulut mama yang mungil dan sensual itu, lembut sekali rasanya elusan bibirnya menyentuh batang tongkolku. Tangan mama juga mengelus – ngelus biji pelerku, enaaak banget rasanya. Sesekali mulut dan lidah mama mengulum dan menjilati bijiku. Service mama yang enak ini benar – benar membuatku kelojotan dan hanya bisa merem melek merasakan kenikmatan dan sensasi yang luar biasa ini. Sambil mengulum tongkolku, sesekali mama menatapku. Sungguh luar biasa sensasi yang dirasakan saat kita melakukan kontak mata saat sedang diberikan oral seks.
Lagi enak – enaknya mama berhenti. Aku mau protes, tapi mama segera berkata.
”Untuk pemula, daya tahanmu cukup baik. Mama sebenarnya mau mengulum tongkol kamu kembali, sampai kamu keluar, tapi untuk pengalaman pertama kamu, mama ingin kamu merasakan yang terbaik dan juga harus mengeluarkan sperma kamu di tempat yang special…di dalam memiaw mama sayangku. Nah kini kita mulai, jangan takut, mama akan bimbing kamu.” Mama mengocok –ngocok kotolku, lalu mulai berbaring. Aku disuruhnya untuk memposisikan diri di atasnya. Mama mulai membuka kedua kakinya, memperlihatkan memiawnya yang menawan. Tangannya membuka lubang di memiawnya, menunjukkan jalan ke arah lubang kenikmatan miliknya.

”Karena ini yang pertama, maka mama bantu kamu dulu menunjukkan arah yang tepat, kalau sudah sering, pasti nanti kamu mahir dengan sendirimya, yang.” Lalu tangannya memegang batang tongkolku, menuntunnya ke arah yang benar, ke dalam surga kenikmatan. Agak sulit pertama – tama, karena tongkolku yang cuup besar dan juga karena memiaw mama yang sempit karena sudah lama tidak dimasuki tongkol. Jleb….perlahan kepala tongkolku menerobos ke dalam lubang memiaw nikmat milik mama, tubuh mama agak bergetar saat tongkolku menerobos masuk, kembali mama melebarkan kakinya dan menaikkan pantatnya perlahan, hingga batang tongkolku masuk seluruhnya ke dalam lubang memiaw mama. Sungguh suatu sensasi kenikmatan yang luar biasa yang kurasakan pertama kali seumur hidupku. Saat tongkolku berada di dalam memiaw mama, rasanya sangat nyaman, hangat dan berdeyut – denyut dengan nikmatnya. Jadi inilah rasanya memasuki memiaw seorang wanita, semakin nikmat karena ini adalah memiaw mamaku yang benar – benar aku inginkan. memiaw yang sudah melahirkan dua orang anak, namun tetap terasa nikmat dan berkualitas.

merasakan lubang kenikmatan mama 02

Kalau aku pikirkan secara mendalam, setelah bercerai, mamaku mencurahkan hidupnya untuk bekerja dan kami anak – anaknya. Seingatku mama tidak pernah menjalin hubungan dengan pria lain, berangkat dan pulang kerjapun selalu tepat waktu. Kalaupun ada urusan kerja di luar kota,sebisa mungkin mengajak kami. Hari liburpun dihabiskan bersama kami anak – anaknya. Apa mamaku tidak punya hasrat seks lagi ? Kalau melihat umurnya rasanya tidak mungkin. Rasanya aku harus mencoba mencari tahu hal ini.
Biasanya kalau sudah selesai makan malam, aku dan mama menonton TV. Saat sedang nonton TV, biasanya aku sering menaruh kepalaku di kedua paha mama. Malam itu mama memakai baju tidur mini tanpa lengan berwarna putih, dengan belahan dada yang rendah, sehingga makin menonjolkan tetek mama yang besar tersebut, seakan tidak mampu menampung tetek yang besar tersebut. Ugh…ribet deh jadinya aku. Gairahku benar – benar membara, tongkolkupun sudah nyut – nyutan. Gelisah banget rasanya. Kami menonton tanpa bersuara. Akupun memulai percakapan.
”Ma, boleh nggak Irwan nanya sesuatu…?” kataku, sambil membalikkan kepalaku dan badanku, kini kepalaku menatap ke arah perut mama.
”Nanya apa…?”
”Jangan marah ya Ma,” kataku lagi
”Apaan sih, kok serius amat sih Wan,” kata mamaku.
”Nggak, kan mama sudah lama hidup sendiri, apa nggak mau kawin lagi ma..?” kataku.
”Ah kamu ini ada – ada saja. Nggak lah, kan mama sudah bahagia ada kamu dan kakakmu. Memang kenapa kamu tanya hal itu, mau punya papa baru ya..??” canda mamaku.
”Enggak sih, Cuma Irwan ingin nanya saja kok ma.”
Tiba – tiba aku mendapat ide untuk mencoba mencari kebutuhan seks mamaku.
”Ma, jangan marah ya, memangnya mama nggak kesepian..? Mama kan masih muda, masih punya kebutuhan biologis,” kataku hati – hati. Kurasakan mamaku sedikit menegang dan terdiam sejenak.
”Wan, kok nanyanya begitu sih, maksud kamu apa,” suara mama sedikit naik.
”Irwan kan sudah gede ma, sudah mendapat pelajaran di sekolah, jadi Irwan tahulah soal kebutuhan pria dan wanita akan hal itu. Dan Irwan mau mama tahu, kalau Irwan juga menghargai semua keinginan ma. Mungkin dulu Irwan belum paham, tapi sekarang saat sudah tahu, Irwan jadi memikirkan mama, kan mama juga punya hidup.” jawabku sekenanya.
”Wan…Wan, yang kamu pelajari itu memang benar, tapi ada juga yang namanya perasaan dan hati nak, hidup tidak hanya dari teori pelajaran saja, tapi juga dari pengalaman.” jawab mamaku.
”Maksudnya apa ma..?” tanyaku bingung.
”Sebagai wanita mama juga ada kebutuhan yang kamu katakan. Tapi mama juga tidak mau kecewa lagi Wan. Cukup sudah pengalaman pahit dari papamu itu. Bagi mama apa yang mama jalani dan juga memiliki kamu dan kak Erni, sekarang ini sudah cukup dan membahagiakan mama. Dan soal masalah kebutuhan biologis mama, mama rasa bukan masalah kamu, dan masih ada kesibukan dan cara lain untuk mengatasinya” jawab mamaku.
Suasana jadi sedikit canggung, lama kami terdiam, hanya terdengar suara dari TV saja.
”Ma, maafin Irwan yah sudah menanyakan hal yang membuat mama marah dan sedih.”
”Nggak apa – apa kok Wan. Mama senang karena Irwan perhatian sama mama.”
Kembali kami terdiam, mama mengelus – ngelus kepalaku. Aku juga diam saja, tetap dalam posisi kepala menghadap ke tubuh mama. Saat itu aku sedang berpikir, berarti mamaku sebenarnya memiliki kebutuhan seks. Tinggal bagaimana aku menciptakan situasi dan kesempatannya. Toh saat ini cuma ada aku dan mama, kak Erni tidak di rumah. Akupun memulai rencanaku.
Aku segera menaikkan kepalaku ke dada mamaku. Pura – pura bermanja – manja.
”Eh, kamu ngapain Wan…?” tanya mamaku kaget.
”Irwan sayang mama, boleh nggak Irwan nenen sama mama.”
”Ah, kamu ada – ada saja, kan kamu sudah besar nak,” mamaku tertawa.
”Iya, tapi boleh kan Irwan nenen lagi kayak anak kecil,”pintaku manja.
”Nggak ah…konyol deh kamu,”mamaku tertawa.
”Boleh ya ma, kan selama ini nggak pernah,”kataku sambil berusaha mencium puting mama.
”Jangan ah Wan,” kata mamaku berusaha dengan halus menggeser kepalaku, tapi aku terus saja bermanja – manja, akhirnya mamakupun tertawa dan berkata, ”Yah sudah deh, kali ini saja ya, tumben kamu kolokan kayak gini Wan.”
Yes, rencanaku mulai berhasil, mamapun segera menurunkan satu tali baju tidur di bahunya, terpampanglah satu tetek mama yang besar,padat dan masih kencang itu. Putih dengan puting yang juga besar. Lingkaran di sekitar pentilnya dan pentilnya berwarna coklat kemerahan. Aku benar – benar terdiam dan terpesona, walau sering mengintip, tapi berbeda sekali karena kali ini aku melihat secara langsung dari jarak dekat. tongkolku benar – benar mengeras sekali.

”Lho kok bengong, tadi katanya mau nenen,” tegur mamaku.
”Ngg, iya…iya ma, habisnya tetek mama besar banget, masih kenceng lagi,”kataku lagi.
”Ah kamu bisa aja memuji mama yang sudah berumur ini,” mamaku tertawa.
”Benar ma, benar – benar bagus dan mempesona,”jawabku jujur. Tanganku menyentuh tetek tersebut, sungguh nyaman rasanya, kenyal dan keras, sambil mendekatkan mulutku ke puting mama. Lama aku mengemut puting mamaku, sementara mamaku tetap menonton TV. Tangan mama mengelus – ngelus kepalaku, rasanya seperti anak kecil saja saat itu. Aku menghisap – hisap puting mama sambil sekali – kali memainkan lidahku. Puting itu kini benar – benar sudah membesar dan mengeras. Kurasakan mama mulai gelisah, tapi aku tetap melakukannya perlahan – lahan, aku tidak mau tergesa – gesa dan membuat mamaku curiga. Kini tanganku yang satu mulai meremas tetek mama yang satu lagi, aku meremas dan mengenggamnya tanpa melepasnya lagi. Lalu mama pun menurunkan tali baju tidurnya yang satu lagi, kini benar – benar bertelanjang dada. ”Wan, nenen yang sebelah sini juga,” kata mamaku sambil tetap menonton TV. Akupun segera memindahkan mulutku ke tetek mama yang satu lagi. Aku melakukannya tetap seperti tadi, perlahan –lahan dan berusaha senatural mungkin, walau tongkolku sudah berdenyut – denyut, tapi aku tetap sabar. ”Ugh…,”terdengar suara mamaku pelan, duduknya pun mulai gelisah, nafasnya mulai berat. Aku tetap diam saja, seolah – olah tidak tahu. Hanya kali ini aku mulai memainkan – mainkan lidahku dengan lebih cepat di puting mama. ”Ah…,” kali ini elusan mama di kepalaku mulai berubah menjadi sedikit menjambak pelan rambutku.

merasakan lubang kenikmatan mama

sebelum membaca cerita di bawah. kami mengharapkan bantuan agan-agan sekalian untuk emmbantu meng-klik iklan yang ada di  blog ini. hal ini dapat membantu keberlangsungan hidup blog dan donasi para penulis. agan-agan sekalian yang memiliki cerita sesuai konten dapat kita publikasikan di blog ini. kirimkan cerita saudara ke email azadie007@gmail.com syarat konten harus original. salam dari kami. selamat membaca
Sebut saja namaku irwan umur 22 tahun. Aku lahir di keluarga berkecupan ekonomi. Aku dibesarkan oleh mamaku sendiri tanpa papa. Mamaku orangnya bahenol dengan toket payudara yang padat, dan yang lebih penting memeknya mama masih sempit dan peret banget walaupun sudah punya 2 anak. Ya beginilah awal mula cerita panas sex tersebut, Mama yang telah pertama kali mengajariku gimana rasanya indahnya sex dan ngentot itu.
Mamaku, Susan, kini 41 tahun, keturunan Jawa dan ada masih darah Belanda dari pihak ayahnya ( Warisan kompeni dulu ), menikah di usia muda, dengan papa yang berbeda usia 12 tahunan, karena dijodohkan, dalam hal ini karena adanya hubungan bisnis antara orangtua mama dan papa, kini janda, bercerai dengan papaku, saat aku berusia 12 tahun. Kakakku Erni, 2 tahun lebih tua dariku, paling disayang sama oma dan opaku, waktu kakak naik ke kelas 2 SMA diminta oleh oma dan opa untuk melanjutkan di kota Bandung yang menjadi kediaman mereka. Kuliahnya pun juga di kota tersebut. Kalau lagi rajin seminggu sekali dia pulang, tapi kalau tidak amaka aku dan mama yang ke sana. Adapun mama bercerai dengan papaku, Bambang, seorang pengusaha yang sukses dan memiliki banyak Perusahaan dan bidang bisnis, karena papaku menikahi simpanannya. Mama tidak sudi dimadu Menurutku papaku itu amat sangat bodoh, meninggalkan wanita secantik dan seseksi mamaku. Aku amat membenci papaku, tidak pernah terlintas untuk memaafkannya. Sewaktu bercerai, papa memberikan rumah mewah dua lantai kepada kami, juga memberikan uang cerai yang amat besar pada mama. Untuk urusan biaya pendidikan, papa akan menanggung semua biaya yang diperlukan. Mama kemudian menggunakan uang tersebut ditambah uang yang mama miliki untuk mendirikan Perusahaan sendiri. Bergerak di bidang jasa, pelayaran, trading dan eksport – import.
Kami kini hidup bertiga saja, untuk urusan rumah tangga, mama memutuskan untuk tidak memakai tenaga pembantu, katanya buat apa, toh tidak terlalu banyak kegiatan yang dilakukan kami bertiga, rumah juga tidak terlalu kotor, untuk urusan mencuci dan setrika, untuk cuci dan setrika mama menggaji mbak yang tinggal di dekat komplek kami, sudah kerja tahunan dengan kami, mama mempercayakan kunci rumah juga padanya, tidak harus datang setiap hari. Untuk makan, bisa membeli di luar atau mama yang akan memasak. Setelah bercerai, mama mencurahkan semua hidupnya untuk kami anak – anaknya, juga untuk mengurus Perusahaan yang dikelolanya. Ternyata otak bisnis mamaku juga oke, dalam waktu singkat Perusahaannya berkembang pesat dan memiliki beberapa anak Perusahaan di dalam dan luar kota. Papaku yang brengsek itu juga suka datang menjenguk anak – anaknya, tapi bagiku tidak ada yang special dan berkesan, ya Cuma formalitas saja.

Kami bertiga hidup saling menyayangi, aku mencintai dan menyayangi mama dan kakakku, maklum ini mungkin karena aku merasa sebagai satu – satunya lelaki di rumah. Kehidupan sehari – hari berjalan biasa saja. Saat di rumah, mama tidak terlalu memperhatikan busana, kalau sudah pulang kerja atau saat santai, biasanya pakai daster atau baju tidur yang seksi dan mini. Mama tidak merasa canggung, biasa saja baginya. Kalau sedang ganti baju juga mama sering tidak menutup pintu kamarnya. Mungkin karena dia pikir toh di rumah hanya ada kami saja, dan akukan juga anaknya. Aku sih senang – senang saja dan tidak merasa aneh, maklum saat itu aku masih lugu. Kadang – kadang juga aku sering tidur di kamar mamaku, tentu saja saat itu tidak ada pikiran yang macam – macam. Mamaku sendiri sangat rajin merawat dirinya, kalau kita lihat, usianya seakan – akan masih seperti wanita yang berusia 25 tahunan saja, nggak kelihatan kalau anaknya sudah gadis dan perjaka. Mama rajin melakukan yoga dan senam, juga berenang. Kebetulan di halaman belakang rumah kami dibangun kolam yang tidak terlalu besar, dikelilingi tembok yang lumayan tinggi serta jauh dari tetangga. Mamaku sendiri memiliki wajah yang cantik, rada – rada berwajah indo, rambut panjang, tingginya sekitar 170 cm, bentuk tubuh yang menawan, perut yang masih rata, terutama dadanya yang sangat besar, yang kemudian aku tahu ternyata berukuran 38. Teman – teman yang main ke rumah mengatakan mamaku sangat seksi dan mempesona. Kakakku Erni, juga sama, mewarisi kecantikan mama, sama – sama berdada besar, walaupun tidak sebesar mama, tapi masih akan berkembang. Sepertinya wanita di keluarga mama memang memiliki dada yang besar dan aduhai, adik dan kakak mama juga sama.
Singkat cerita, 3 tahun sudah berlalu sejak perceraian sialan tersebut, waktu itu usiaku 15 tahun hampir 16, baru kelas 1 SMA, saat di mana memasuki masa tegangan tinggi dalam masa puberku. Libido remaja yang gampang naik dan mulai mau tahu lebih jauh mengenai wanita. Aku mulai sering mengakses situs – situs porno di kamarku, membaca majalah dan buku – buku porno, menonton film – film porno yang amat mudah dibeli. Apalagi kini kak Erni jarang di rumah, karena bersekolah di kota B, yah makin seringlah aku sendirian di rumah. Sering saat sedang berkumpul dengan teman – temanku, aku mendengar pengalaman mereka saat melepas keperjakaan, terus terang aku juga penasaran dan ingin sekali melakukan hal yang mereka ceritakan. Secara keuangan aku bisa dan mampu membayar wanita penghibur, bahkan teman – temanku juga menjanjikan akan membayarkan kalau aku mau, tapi aku tidak mau, karena aku takut dan juga ngeri resikonya melakukan dengan wanita penghibur.
Jujur saja, kalau sedang membuka situs porno atau menonton BF, aku paling senang melihat wanita yang sudah dewasa, memiliki dada besar , dan memiliki bulu kemaluan yang lebat, apalagi kalau memiliki bulu ketek, ugh….bisa gila aku membayangkannya.
Aku juga mulai menyadari bahwa aku terpesona dan amat menginginkan mamaku, sudah melewati batas sayang anak ke mamanya, sudah bercampur dengan perasaan erotis yang menyenangkan. Bukannya kakakku tidak cantik dan mempesona, tapi bagiku mama adalah sosok wanita yang sempurna, sudah matang. Wanita dewasa yang kecantikan dan lekuk tubuhnya memancarkan sensasi sensual tersendiri.

Perlahan tapi pasti, gairah dan hasrat di diriku semakin berkobar, aku yang dulu memandang mamaku sebagaimana mestinya, kini mulai melihat mamaku dari sudut pandang seorang pria. Kini aku sering mencuri – curi kesempatan saat mama sedang ganti baju, pura – pura duduk membaca dekat mama kalau mamaku sedang yoga, senam atau berenang. Kini aku mulai sering mengkhayalkan tubuh mama saat aku sedang bermartubasi. Selain itu aku mempunyai kegiatan baru yaitu mengintip mamaku yang sedang mandi, sebenarnya tidak bisa dibilang mengintip sih, kamar mandi mamaku itu terletak di dalam kamarnya, cukup besar ukurannya, karena di dalamnya ada bath tub, standing shower, dan wastafel serta kaca rias yang terpisah, dan saat mama mandi pintunya jarang dikunci, Cuma sedikit ditutup saja, sehingga aku cukup melihat dari celah pintu yang terbuka. Tidak puas, suatu hari timbul ideku untuk merekamnya, maka aku siapkan kamera dan dengan hati – hati merekamnya. Wah, hasil rekamannya sungguh amat indah, dan memperlancar masturbasiku. Tapi itu belum cukup, aku masih menyimpan hasrat untuk merasakan dan menyentuh secara langsung, dan dalam hal ini aku amat terobsesi dengan mamaku. Aku harus mencari cara dan kesempatan untuk memiliki mamaku seutuhnya. Kesempatanku amat besar, karena di rumah ini hanya ada aku dan mamaku, tinggal bagaimana aku mencari caranya.

Friday, August 21, 2015

BERCINTA DENGAN KAKAK KANDUNG PART V

sebelum membaca cerita di bawah. kami mengharapkan bantuan agan-agan sekalian untuk emmbantu meng-klik iklan yang ada di  blog ini. hal ini dapat membantu keberlangsungan hidup blog dan donasi para penulis. salam dari kami. selamat membaca
aku rebahkan kepalaku di bantal berwarna pink dengan motif hello kitty. wangi lembut. beda sekali dengan bantalku yang apek, bau asap campur iler. aku tidur di tepi ranjang, kak widya di tengah, sebelah kiri mepet ke dinding. dia tidur sambil membenampak kepalanya ke dadakiriku. aku peluk dan ku elus-elus rambutnya. nafasnya terasa hangat di dadaku. kakinya dari tadi sibuk menggesek-gesek ke kakiku. kebiasannya dari kecil.
"udah gesek-geseknya, kapan bisa tidur kalo kaki kakak goyang-goyang gitu?" timpalku
" kalo begini rasanya nya nyaman dek, udah kebiasaan. kalo tidur sendiri kakak gesek-gesek ke kaki kakak sendiri, kalao ada kamu ke kaki kamu lah. sensasinya beda, hihihi". sahut kak widya setengah berbisik
" ya deh. terserah kakak. jangan aja gesek-gesek yang lain. tar jadi begadang sampe pagi"
kak widya bangkit, sekarang posisinya sudah setengah menindihku.
"beneran kamu gak mau kakak gesek-gesek pake yang lain?" sambil menaikkan sebelah alisnya, kak widya menantang.
"kalau begini gimana?" kak widya menggerak-gerakkkan dadanya, sehingga payudaranya bergoyang-goyang menggesek dadaku.
"aku sih gak masalah, paling tar kalau aku jadi nafsu kakak juga yang repot" tantangku
"ihhhhhh, gak boleh dong. masa kamu nafsu ma kakak. kakak kan kakak kandung kamu, masa kamu lupa ndi. ck..ck..ck.. adek kakak udah amnesia kayaknya." nada sok lugunya bikin si junior kembali ingin beraksi.
"aku gak nafsu kok ma kakak, aku nafsunya ma cewek cantik yang gak pake BH dan sekarang lagi goyang-goyangin dadanya ke dada aku".
"emang tu cewek secantik mana?" sahut kak widya sambil terus goyang-goyangin dadanya
"cantik banget kak, seumur hidup aku belum pernah ketemu sama cewek yang lebih cantik dari dia, dia itu cantik, putih, mulus, bodynya perfek. mantap pokoknya..."
"ah, kamu bisa aja gombalin kakak"wajah kak widya bersemu merah
"yee... aku kan gak gombalin kakak, aku bilang tentang cewek tadi loh.. heheh. tapi sayang ada satu kurangnya" aku pasang tampang pura-pura serius
kak widaya langsung berhenti menggoyang-goyangkan dadanya. "kurang gimana?"
"orangnya rada oon. hehehe"
"aaaaaaaa" sahut kak widya dengan nada seperti orang yang di iklan traveloka. cewek yang bilang aaaa di pinggir jendela.
"lah emang rada oon kan. inget gak siapa yang ngisiin PR kakak waktu kakak nangis-nagis di SMA gara2 lupa bikin PR." canda ku
"iya..iya.. kakak akui kamu emang yang paling pinter. tapi ada sayangnya juga" hardik kak widya
"apa?"
"mupeng, muka pengen. hahahaha"
aku peluk kak widya. dan aku gulingkan dia kebawah. sekarang posisinya dia aku tindih.
"trus kalau emang aku pengen kenapa?" tanya ku dengan suara yang sangat pelan
"emang kamu pengen apa?" balas kak widya
"aku pengen ngajakin kakak terbang ke surga dunia?"
"emang di mana surga dunia?"
ada pokoknya, kakak mau ikut apa nggak?" ujarku sambil mulai menggesek-gesekkan penisku ke vaginanya.
"hmmm. boleh deh. kakak pengen tau juga gimana surga dunia?" bisik kakwidya di teligaku, aku sudah tidak lagi menghadap wajahnya, aku cium lembut leher kirinya
KEMBALI               
                                                                                                                                       BERSAMBUNG
Daftar cerita lain