ini blog yang berisikan kisah-kisah seks sedarah. bagi agan-agan yang tidak berminat dengan konten ini silahkan di minati. wkwkwkw

Showing posts with label mama lonteku. Show all posts
Showing posts with label mama lonteku. Show all posts

Saturday, December 19, 2015

Kusetubuhi ibu dalam tidurnya VI



Bagiku istilah peribahasa ‘Surga ada dibawah telapak kaki ibu’ nampaknya sudah tidak berlaku lagi. Menurut pendapatku surga ada dibawah selangkangan ibu. Memang terkesan menjijikkan dan kurang ajar bagi orang pada umumnya. Aku memang punya orientasi seksual yang nyeleneh, bagaimana tidak ? Aku sudah kehilangan nuraniku sebagai manusia normal. Penisku yang seharusnya hanya aku tancapkan kedalam vagina istriku malah aku arahkan ke liang yang sama saat aku dilahirkan.
Aku memang sudah jauh dari kata waras. Diriku terlalu mudah dikuasai oleh nafsu binatang yang bukan pada tempatnya. Aku sudah terlanjur berbuat sampai sejauh ini. Tak ada lagi tempat yang layak bagiku dari sisi pemikiran normal apapun, yang pada akhirnya menciptakan situasi pembenaran menurut sudut pandangku. Aku tidak mau menggunakan istilah nasi sudah menjadi bubur, bagiku istilah yang tepat adalah penis sudah terlanjur masuk ke dalam vagina, dan vagina itu adalah vagina milik ibu kandungku.
Aku masih berusaha menikmati dahulu prosesi persetubuhan paling tabu ini. Penisku sudah tenggelam sepenuhnya didalam vagina ibu, bahkan aku merasa ujung penisku sudah menyundul sesuatu yang menahan pergerakan penisku untuk lebih jauh lagi. Akhirnya impian dan obsesi gilaku selama ini bisa aku wujudkan, malam ini aku berhasil menyetubuhi tubuh wanita yang telah melahirkanku. Tubuhku dan tubuh ibuku menjadi satu kembali melalui kelamin. Sungguh aku merasakan dahsyatnya sensasi persetubuhan ini. Semakin aku merasa tabu semakin aku merasakan sensasi kenikmatannya. Menyetubuhi ibu kandung bukan hanya rasa kenikmatan karena berhasil memasukkan penisku di vagina ibu, aku merasakan esensi kenikmatannya justru bukan dari situ, melainkan akan rasa bersalah dan tabu yang seharusnya tidak aku lakukan bersatu dengan kenikmatan tubuh dalam adegan seksual. Hal itulah yang menciptakan kenikmatan hubungan seksual dalam sensasi atau dimensi yang berbeda. Ibarat kata kenikmatan sensasi menyetubuhi ibu sendiri sangat tidak mainstream. Aku sendiri bingung menjelaskannya tapi bagi orang yang punya pengalaman sama denganku pasti akan mengerti apa yang aku maksudkan.
Aku mulai memompa perlahan penisku yang sudah tertanam mantap dalam vagina ibuku. Perlahan namun pasti gerakanku makin cepat. Makin lama kurasa lendiri di area vagina ibuku makin banyak dan penisku makin licin menggesek dinding vagina ibu. Ibu masih tertidur pulas, sama sekali tidak menyadari bahwa tubuhnya sedang disetubuhi oleh anaknya sendiri. Aku dekatkan bibirku ke bibirnya, dan kembali aku lumat bibirnya aku masukkan lidahku kedalam mulutnya dan aku cium ibuku dengan sangat bergairah sambil aku pompa terus penisku.
Kini tangan kiriku menelusup dibalik kaosnya, dan menggapai gundukan payudara sebelah kanannya. Ibuku masih mengenakan bra didalamnya. Jariku kumasukkan dan terus mencapai ujung putingnya, akhirnya telapak tangan kiriku sudah sepenuhnya menggenggam payudara kanan ibuku. Aku remas perlahan payudara ibuku. Masih kurasa kenyal ketika aku remas, meski sudah terasa agak kendor karena faktor usia. Ketika sudah sampai disini aku berpikir akan lebih nikmat bila aku menelanjangi ibuku dan bersetubuh secara total, jadi aku bisa merasakan sentuhan kulit tubuhku dengan tubuh ibuku.
Kucabut penisku dan aku bangun dari posisiku. Segera aku angkat kaos yang dikenakan ibu. Agak butuh waktu lama memang namun pada akhirnya aku berhasil membuka kaos ibuku. Bra yang dikenakan ibu aku biarkan saja, tapi aku angkat kedua cup nya keatas sehingga payudaranya terpampang jelas dimataku. Setelah itu aku lepaskan kain sarung yang masih terlilit dipinggangnya. Aku tertegun sejenak tidak kusangka aku bisa melihat ibuku dalam kondisi telanjang yang biasanya aku melihat ibu dengan kondisi pakaian yang tertutup dan sopan. Menyaksikan ibu dalam kondisi seperti ini otomatis gairahku meningkat kembali.
Kuposisikan tubuhku sejajar diatas tubuh ibuku. Aku peluk tubuh ibuku dari atas, merasakan dahulu sentuhan kulit hangat dari tubuhnya. Aku mulai tergoda dengan payudara ibu yang menempel erat didadaku. Aku pegang keduanya, meremasnya perlahan dan secara reflek aku mengecup puting kanan payudaranya, aku masukkan kedalam mulutku sedalam mungkin sampai memenuhi seluruh rongga mulutku. Aku seperti merasa ada balon didalam mulutku, aku bergerak turun sedikit dan aku mulai menghisap-hisap payudara ibuku didalam mulutku, lidahku juga turut bermain diseputar putingnya. Ada rasa sedikit asin tapi samar yang kurasa dilidahku. Baru kali ini aku merasakan payudara seorang wanita dewasa. Dari kanan aku pindah ke kiri, bolah balik lalu aku sapu celah payudaranya dengan lidahku, bergerak memutar naik dan turun lalu kembali menjilati pangkal payudara hinggal putingnya secara bergantian. Lama-lama kedua payudara ibuku makin basah oleh liurku.
Kembali aku memposisikan tubuhku lebih naik sedikit dengan tujuan agar penisku bisa berada pada posisi yang pas dengan vagina ibuku. Aku mengangkat sedikit tubuhku lalu aku arahkan penisku ke vagina ibuku dan kudorong perlahan. Aku melakukan gerakan piston agar penisku bisa keluar masuk dengan lancar. Aku merebahkan tubuhku dan kulingkarkan kedua tanganku dibalik pundak ibuku sambil terus menggenjot vaginanya lebih cepat. aku ingin merasakan persetubuhan yang sempurna, aku lalu mencium bibir ibuku dalam posisi dan gerakan yang sama, dengan posisi dan kondisi seperti ini lengkap sudah prosesi persetubuhanku dengan ibuku. Dari wajah sampai selangkangan berhasil aku satukan denganku. Aku benar-benar sudah diluar batas dan kendali, aku makin cepat melakukan genjotan di vagina ibuku. Tidak terasa keringatku makin mengucur dan membasahi tubuh ibuku juga.
Hampir saja aku memuntahkan spermaku jika tidak aku hentikan gerakanku. Aku masih belum puas dan ingin mencoba posisi lainnya. Kini tubuh ibuku aku miringkan ke kiri dan kedua kakinya melipat seperti gunting yang terbuka. Aku arahkan kembali penisku sambil bertumpu pada bongkahan pantat kanannya. Vagina ibuku sudah sangat licin sehingga mudah sekali penisku masuk kembali kedalamnya. Pantat ibu aku remas-remas sambil agak menarik keatas supaya liang vaginanya lebih terangkat. Aku percepat gerakanku dan menghasilkan bunyi seperti tepukan antara pahaku dan pantat ibuku. Pada posisi ini aku merasa penisku bisa masuk lebih dalam lagi, benar-benar tidak ada yang tersisa sedikitpun dari pangkal kelaminku. Semuanya sudah masuk tertanam didalam vagina ibuku.
Setelah beberapa saat aku ingin merubah posisi kembali. Kali ini tubuh ibuku aku posisikan dalam keadaan tengkurap kedua tangannya memanjang ke atas kepalanya dan kepalanya aku miringkan kekanan agar ibu tetap bisa bernafas dengan baik. Aku arahkan lagi penisku dibawah bongkahan kedua pantat ibuku. Kucari celah lubangnya dan perlahan aku dorong lagi ke dalam. Aku tarik sedikit lalu kudorong lagi lebih dalam, begitu seterusnya hingga pangkal penisku menyatu sepenuhnya dengan pantat bagian bawah ibuku. Kedua pantat ibuku ini amat menggodaku, lalu kedua tanganku kuletakkan pada kedua pantatnya, sambil aku remas dan kujadikan tumpuan. Selanjutnya aku gerakkan penisku keluar masuk didalm vagina ibuku. Sungguh luar biasa sekali kenikmatan yang aku rasakan, aku terus memacu tubuhku dan memacu gairahku dan benar-benar menikmati setiap gerakan yang aku lakukan. Saking aku merasa nikmatnya sampai wajahku terdengak keatas dan mataku terpejam menikmati setiap aliran darah ditubuhku yang mengalir membawa sensasi kenikmatan berhubungan badan dengan ibu kandungku.
Makin cepat kusodok vagina ibuku makin dekat dengan orgasmeku. Aku ingin mencapai puncak dari persetubuhanku. Aku ingin menyentuh batas maksimal dari obsesiku selama ini. Aku sudah tidak mungkin mundur lagi dan harus aku tuntaskan juga apa yang selama ini jadi keinginan terbesarku. Aku rebahkan tubuhku ke tubuh ibuku, tangan kananku aku selipkan dibalik dada kanannya dan menggapai pipi sebelah kirinya. Aku bermaksud mendekatkan bibirku dengan bibir ibuku. Aku julurkan lidahku dan mencium bibir ibuku sambil terus aku genjot penisku didalam vaginanya. Aku sudah hampir mencapai orgasme, dalam posisi ini dengan lirih aku sebut nama ibuku, erni…erni…erniii…sampai akhirnya tiba juga puncak dari persetubuhanku. Ada perasaan lain ketika aku memanggil ibuku dengan namanya, seolah aku mengungkapkan wujud nafsuku pada yang mengalir disekujur tubuhku. Aku mengejang dan kudorong dengan sangat kuat penisku lalu aku tahan dan diamkan. Tubuhku kaku sepenuhnya dan pada saat yang bersamaan pula, cairan spermaku keluar dari penisku dan muncrat beberapa kali didalam vagina ibuku. Aku benar-benar mengalami sensasi yang luar biasa sampai-sampai tubuhku terdiam untuk beberapa saat mengalami kenikmatan terbesar dalam hidupku yang belum pernah kurasakan. Seluruh batas antara aku dan ibuku sudah kulanggar didalam bingkai hubungan seksual meskipun aku melakukannya secara sepihak pada saat ibuku tidak sadar.
Aku belum terpikir untuk melakukannya dalam keadaan ibuku sadar, aku ingin menikmati dahulu puncak dari pencapaianku ini. Dalam kondisi inipun aku sudah merasa sangat puas sampai aku kehabisan kata cara mengungkapkan bagaimana perasaanku saat itu. Aku sudah menaklukkan ibu kandungku secara fisik namun belum secara logika, entah kapan aku bisa bersetubuh dengan ibuku dalam keadaan mau sama mau, saling menginginkan untuk bergumul diatas ranjang melakukan hubungan seksual.
Setelah beberapa saat aku puas dan badanku terasa lemas, aku bangkit dan kukeluarkan penisku dari tubuh ibuku. Bekas spermaku terlihat berceceran dipermukaan vagina ibuku. Buru-buru aku bersihkan vaginanya dan mengeluarkan sedikit demi sedikit sisa sperma yang masih tertinggal di dalam. Aku tidak ingin ibu sampai mengenali cairan spermaku ketika terbangun nanti. Aku balikkan tubuhnya dan kupakaikan kembali bra dan kaosnya seperti semula, tidak lupa lilitan sarung dan CD nya aku pasang kembali seperti sedia kalah. Aku berulang kali memastikan kondisi tubuh ibuku ini seperti sebelum aku setubuhi supaya ibu tidak merasa curiga, walaupun aku sudah puas merasakan bersetubuh dengan ibuku tapi aku juga tidak mau ambil resiko ibuku sampai melihat kejanggalan ditubuhnya.
sebelum aku meninggalkan kamar ibuku aku sempatkan untuk mencium bibir ibuku lagi, kecupan ringan sebagai tanda terima kasihku pada ibuku meski disisi lain ada rasa bersalah juga karena sebagai manusia normal yang punya nurani tetap ada perasaan bersalah walau pada akhirnya nafsulah yang berkuasa ditubuhku. Ibuku masih tertidur dengan tenangnya, ada raut wajah keanggunan seorang ibu yang kulihat, kembali kudekatkan wajahku dan kukecup dahinya, bagaimanapun aku masih sayang pada ibuku. Benar-benar sebagai ibu, inilah yang kurasakan, perasaan yang campur aduk, karena aku masih menghormati dan menyayanginya sebagai ibuku dan disatu sisi aku juga punya nafsu seksual pada ibu.
Tubuhku sudah sangat lelah dan lemas, lega rasanya dengan apa yang terjadi barusan. Kurebahkan tubuhku diatas tempat tidurku. Pikiranku melayang kesana kemari, aku masih enggan memikirkan bagaimana besok ceritanya, aku sudah siap jika besok kejadiannya ibu sampai tau apa yang tadi kulakukan walaupun ada juga rasa was-was. Ahh…sudahlah, gimana besok saja, malam ini aku bahagia dan akan aku ingat selamanya kejadian barusan sebagai sebuah pengalaman hidup terbesarku selama 22 tahun. Dalam hati aku berucap, “ibu…aku menyayangimu….”. Lalu aku tertidur dalam sejuta pikiran yang kubawa bersama sunyinya malam ini…. klik videoanya di sini
kembali
TAMAT
(demi keberlangsungan blog ini, kami mengharapkan kesediaan  pembaca untuk meng-klik iklan-iklan yang ada di blog ini sebagai donasi kepada para penulis. terima kasih)
cerita lainnya
DILEMA CINTA DAN SEKS SEDARAH
merasakan lubang kenikmatan mama

Kusetubuhi Ibuku dalam tidurnya III



Tidak terasa sudah setahun lamanya aku terjebak dalam obsesiku ini. Di usianya yang sudah menyentuh angka 43 ibuku juga sudah mulai nampak keriput dan beberapa helai uban dikepalanya. Wajahnya ayu (bukan cantik) sangat keibuan, Erni sulistiawati nama lengkap ibuku, tubuhnya sudah agak sedikit berlemak tapi tidak gemuk. Buat orang seusiaku jenis wanita seperti ibuku tentu bukanlah hal yang menarik, tapi tidak bagiku, aku tidak memandangnya secara fisik utuh, maksudku penilaianku bukan mutlak secara fisik, karena aku juga menyadari untuk usia ibuku bukan lagi kecantikan yang jadi pokok utama. Aku menyadari betul dia adalah ibuku yang 22 tahun lalu melahirkanku dari lubang vaginanya. Pertalian darah yang dimana dahulu aku tumbuh dalam rahimnya, setelah lahir aku meminum susu dari kedua payudaranya hingga kini aku tumbuh dewasa dan pada akhirnya justru aku malah memiliki keinginan untuk merasakan bagaimana aku menyetubuhi lubang vaginanya dan menumpahkan sperma kedalam rahimnya. Kenyataan tersebutlah yang makin memicu gairahku. Antara tabu dan rasa sensasi yang berbeda.
Kisahku tentang aktifitas didalam kamar dan kamar mandi rasanya tidak perlu lagi diulang atau diperjelas, disini aku hanya akan mengurai peristiwa yang menjadi moment baru yang kualami semenjak awal pertama aku bertingkah mesum terhadap ibuku.
Malam itu seperti biasa ibuku menonton sinetron religi kesukaannya di salah satu stasiun tv swasta. Beliau memang sangat menyukai acara tersebut, sementara aku lebih memilih untuk chatting dengan teman-temanku lewat hp dikamar. Ruang kamarku menghadap langsung ruang tv, terkadang aku menonton tv dari kamarku karena letaknya memang menghadap ke arah kamarku.
Karena asik ngobrol di chatting tidak terasa jam menunjukkan pukul 11 malam, aku lihat nampak ibu juga sudah tertidur didepan tv. Aku semula bermaksud membangunkan ibu supaya pindah ke kamar, namun sialnya justru ibu tidur terlentang dengan sebelah kaki menekuk keatas, otomatis paha ibu terlihat jelas dimataku. Aku bimbang, seketika gairahku langsung tinggi. Lampu kamar aku matikan, dan aku lihat ke arah paha ibuku sambil meremas-remas penisku. Jarak antara aku dan ibuku hanya beberapa meter saja dan ini sudah cukup menegangkan rasanya bagiku. Tanpa sadar aku keluarkan batang penisku dan kuremas sambil kuusap diujungnya. Aku tidak menurunkan seluruh celanaku, aku tetap waspada manakal setiap saat ibuku terbangun aku tinggal tarik kembali celanaku., namun nyatanya ibu masih tetap tidur.
Lama kelamaan aku tidak sanggup lagi menahan aliran sperma yang ingin keluar, saat itu juga aku muncratkan spermaku di lantai kamarku, aku sedikit menahan nafas dan menjaga agar suara gesekan penis dan tanganku tidak terdengar. Banyak sekali spermaku yang tumpah di lantai, dengan cepat aku ambil tisu dan membersihkannya. Ada perasaan aneh dan tidak nyaman sama sekali manakala aku berhasil orgasme, penyebabnya adalah memang aku merasa bersalah yang sebelumnya hanya ada nafsu.
Setelah itu aku matikan tv dan membangunkan ibu untuk pindah ke kamar. Malam itu aku berhasil menuntaskan, bahkan langsung berhadapan dengan objek onani yang selama ini hanya bisa aku bayangkan.
Hari hari berikutnya aku mulai berpikir bahwa kesempatan terbaik dan paling memacu adrenalin adalah pada saat ibuku tidur. Sempat terpikir juga untuk memberi obat tidur pada ibuku, kebetulan aku mengetahui beberapa jenis obat tidur yang aman dikonsumsi seperti Ambien CR atau Stilnox, tapi hal tersebut urung kulakukan.
Suatu malam hujan turun dengan sangat deras, biasanya kalau sudah hujan begini pasti listrik padam. Benar saja baru setengah jam hujan listrik sudah gelap. Aku nyalakan lilin disetiap sudut ruangan. Karena tidak ada kerjaan akhirnya aku dan ibuku ngobrol di ruang tv sambil tidur-tiduran. Banyak hal yang kami bicarakan sampai akhirnya tidak sadar aku tertidur. Aku terbangun 2 jam kemudian karena ingin buang air kecil. Hujan masih turun deras dan listrik juga belum kunjung menyala.
Ketika aku kembali hendak tidur aku lihat ibuku masih tertidur didepan ruang tv dengan posisi telentang. Ibuku mengenakan kaos dan sarung dibawahnya. Aku langsung masuk kamar untuk melanjutkan tidur. Selang 10 menit kemudian mataku tak kunjung tidur, disinilah tiba-tiba aku ingat ibuku tadi yang masih tertidur. Aku tiba-tiba saja horny saat itu. Kulihat ibuku masih tidur dengan posisi tadi. Batinku berkecamuk luar biasa, dengan situasi seperti itu aku benar-benar ingin bersetubuh dengan ibu. Tapi logikaku masih berjalan, masih ada rasa was-was takut ibuku terbangun pada saat menggerayanginya.
Sebenarnya aku lebih merasa takut ketimbang horny, tapi sialnya lagi aku juga tak kuasa menghentikan laju nafsu dalam diriku. Aku masih berdiri dipintu kamarku dengan perasaan bimbang luar biasa. Aku berpikir akan lebih aman bila aku cukup onani saja dari dalam kamarku, namun aku juga butuh pengalaman yang lebih dari sekedar itu. Dalam perasaan was-was aku mulai mendekati ibuku. Rasanya ingin balik lagi ke kamar tapi kakiku seakan berat.
Perlahan sekali aku mengambil posisi tidur juga disebelah ibuku, menyamakan posisi tubuhku dengan ibuku. Aku diam dahulu, meyakinkan segalanya masih berjalan aman, sesekali aku melirik ke arah ibuku yang tertidur pulas disamping kiriku. Aku tidak serta merta menyentuh ibuku, tapi hal pertama yang aku lakukan adalah memasukkan tanganku kedalam celanaku sendiri dan mengelus perlahan penisku. Sampai disini saja rasanya sudah menggairahkan buatku. Kukocok pelan sekali penisku, sambil kutatap tubuh ibuku dari wajah hingga payudaranya.
Amat janggal rasanya buatku sebagai anak yang mengocok penis disamping ibuku sendiri, memang tidak seharusnya aku berbuat demikian namun aku juga menikmati sensasi aneh dalam diriku. Buat yang memiliki pengalaman yang sama denganku akan tahu bagaimana rasanya, antara was-was dan horny, ada rasa ingin segera menyudahi namun ada juga rasa ingin tetap bertahan. Pada akhirnya rasa ‘nanggung’ inilah yang mengalahkan segalanya.
Aku mulai merubah posisi tubuhku menyamping, dengan begini mataku tidak pegal lagi untuk lirik-lirik. Kulihat ibuku tertidur lumayan pulas, mulutnya agak terbuka dan nampak gigi depannya. Tiba-tiba aku merasa ingin sekali mencium bibirnya, aku mengangkat badanku dan mendekatkan wajahku pada wajah ibu. Kuamati terus sudut bibir serta rongga mulu dalamnya. Sebenarnya aku juga tetap mengawasi kelopak matanya, mana tau tiba-tiba ibuka terjaga. Maklum ruangan itu begitu redup dengan cahaya lilin, jadi aku harus ekstra waspada mengantisipasi bilamana ibu terbangun.
Kukumpulkan keberanian untuk merasakan sentuhan bibir dengan ibu, kuatur nafas sedemikian rupa supaya tidak terlalu menyapu wajahnya. Jantungku semakin memacu, perlahan kukeluarkan lidahku dan kusentuhkan pada bibir atas ibuku. Pelan sekali, aku bahkan agak menahan nafas sedikit supaya ibu tidak merasakan sentuhan lidahku di bibirnya. Dari bibir atas aku sentuh ke bibir bawahnya, aku sapu dengan lidahku kekanan dan ke kiri mengikuti garis bibirnya.
Sampai disini, ibuku masih tertidur bahkan tidak ada gerakan yang berarti sama sekali. Mengetahui hal tersebut aku jadi semakin berani saja, yang semula hanya sebatas bibir atas dan bawah kini lidahku kuarahkan ke giginya. Kembali aku gerakkan lidahku menelusuri antara giginya yang sedikit terbuka, aku coba dorong lidahku kedalam lagi untuk menggapai rongga mulutnya. Agak tertahan memang, tapi aku terus melakukan itu, kembali kudorong pelan lidahku sampai akhirnya lidahku menyentuh langsung lidah ibuku. Ada rasa semacam asam yang kurasakan, ini pasti rasa dari liur ibuku dilidahnya.
Situasi masih aman, meski takut ibu kalau terbangun aku tetap melanjutkannya. Kini kepalaku agak kuputar ke kanan demi ingin mendapatkan posisi berciuman yang sempurna. Aku masih menggunakan lidahku untuk menyapu pelan lidah ibuku didalam rongga mulutnya, kutekan lebih dalam lagi dan aku menutup mulut ibuku dengan mulutku. Aku tahan sebentar jaga-jaga jika ibu sampai terbangun. Kini aku dan ibuku sudah dalam posisi berciuman dengan lidahku menjulur didalam rongga mulut ibuku. Dengan posisi seperti ini otomatis produksi liurku juga meningkat dan membasahi mulut kami berdua.
Lama aku menikmati posisi berciuman ini, lalu aku rebahkan badanku disamping ibuku dengan posisi tengkurap kedua tanganku sebagai tumpuan dan tetap menjaga mulutku melumat bibir ibuku. Aku telusuri lidahku didalamnya, mencari cari sudut kenikmatan yang aku rasakan. Bagiku inilah ‘prestasi’ besar obsesiku dimana aku berhasil merasakan berciuman dengan ibuku meski dia dalam keadaan tertidur. Pengalaman berciuman yang belum pernah aku rasakan sebelumnya ini dengan cepat membuat aku orgasme, aku biarkan spermaku keluar membasahi celanaku, aku ingin menikmati benar adegan ini dan merasakan sensasi lebih dari sekedar yang aku bayangkan selama ini.
Setelah spermaku habis terkuras, aku angkat perlahan tubuhku. Kulihat mulut ibuku amat basah oleh liurku, wajar karena ada sekitar 15 menitan aku bertahan dalam posisi tersebut. Secara gaya gravitasi liurku akan ikut turun menetes menelusuri bibir, gigi, lidah serta rongga mulut ibuku. Setidaknya sekarang aku sudah tau bagaimana rasanya berciuman dengan ibuku, merasakan lidahnya di lidahku. Sungguh aku merasa sangat beruntung pada fase ini. Aku belum berpikir untuk mengulang kembali apa yang aku lakukan barusan, aku sudah cukup puas dengan pencapaianku kali ini, meski itu hanya sekedar berciuman. Namun ciuman yang akan aku ingat seumur hidupku. Ciuman gairah dari seorang anak untuk ibunya yang semestinya tidak dilakukan, dan sekali lagi aku beruntung sudah pernah merasakannya
KEMBALI
Bersambung

Kusetubuhi Ibuku dalam tidurnya II



Selanjutnya aku mulai melihat-lihat wajah dan tubuh ibuku melalui foto, kebetulan aku punya kamera SLR yang aku beli dari hasil tabunganku. Aku jadi sering memotret ibuku dirumah dalam berbagai aktifitasnya. Ibuku awalnya risih karena aku sering memotretnya tapi lama-lama terbiasa juga. Aku sengaja mencari cari moment yang tepat saat memotret, misalnya dalam keadaan rambut basah, dalam keadaan mencuci, memasak, atau dalam keadaan santai, sampai ketika ibuku tidurpun aku foto. Lama-lama koleksiku makin banyak dan aku simpan semua di laptop kamarku.
Ketika akan tidur aku selalu sempatkan melihat-lihat hasil jepretanku ini. Aku pilih yang paling menarik secara seksual pada foto-foto ibuku tersebut. Selanjutnya aku zoom diarea sekitar wajah, payudara atau area paha. Aku amati benar-benar sambil membangkitkan fantasi seksualku dalam pikiran. Kelakuanku ini mungkin aneh tapi bagiku ini sangat menyenangkan, terlebih aku melakukannya didalam kamar sendiri. Aku pegang-pegang penisku sambil tangan kananku memegang mouse untuk mengatur gambar mana yang akan jadi objek fantasiku. Pada akhirnya aku mencapai klimaks dan spermaku berceceran dilantai. Sangat nikmat rasanya ketika orgasme sambil melihat foto ibuku dan dengan lirih menyebut namanya…
Aku tetap bersikap biasa didepan ibuku, tidak sama sekali berusaha merayu atau menggoda, karena otak warasku masih bekerja normal, aku masih takut terhadap norma dan penilaian ibuku apabila aku menggodanya secara frontal. Namun berbeda ketika aku didalam kamar, hasrat bercinta dengan ibuku makin kuat makin kuat dan makin kuat, perlahan namun pasti aku menjadi seorang Oedipus complex. Aku sangat menyadari ada yang salah dalam diriku tapi aku juga menikmati sekali berfantasi adegan ranjang dengan ibu kandungku sendiri.
Saat ini aku sudah memiliki dua kebiasaan aktifitas seksual, yang pertama dengan menciumi aroma celana dalam ibuku dan yang kedua adalah menjadikan foto sebagai bahan objek fantasiku. Cukup lama aku berkutat dalam aktifitasku tersebut sampai akhirnya aku menemukan di internet tentang foto video atau kisah incest khususnya antara ibu dan anak. Meskipun aku tahu di internet content hampir kebanyakan fake tapi setidaknya lumayan untuk berfantasi seolah-olah diriku dan ibuku yang ada dalam adegan panas tersebut, dan memang hanya sebatas itu saja ruang obsesiku tidak lebih.
Aku memang sangat berhati-hati dan detail dalam segala hal yang menyangkut aktifitasku ini. Aku juga parno apabila ibuku sampai memergoki jejak-jejak yang mencurigakan, dan disinilah bagiku letak seninya. Sensasinya luar biasa bagiku dan aku tidak pernah berhenti untuk berfantasi terhadap ibuku.
Pernah suatu ketika aku mengedit foto-foto ibuku dan kubuat cropping diwajahnya lalu digabungkan dengan tubuh bugil yang kuperoleh dari internet. Aku memang punya kemampuan olah gambar dengan photoshop dan hasil editanku aku simpan dapi tersembunyi dan aku hidden. Aku buka kembali manakala aku butuhkan sebagai bahan onani (lebih populer disebut bacol). Seperti yang aku bilang sebelumnya, segala macam eksplorasi yang aku lakukan rasanya tidak membuatku puas, selalu saja menuntut lebih lebih dan lebih, hal ini tentu saja membuat otakku bekerja memikirkan bagaimana selanjutnya aku memuaskan dahaga seks ku kepada ibuku.
Aku mulai beralih terhadap benda bekas pakai ibuku seperti gelas dan sendok. Ketika aku menjumpai ibuku sehabis minum dari gelas maka aku ambil gelas tersebut dan merasai bekas mulut ibuku yang menempel pada gelas tersebut. Aku hayati rasakan dan kadang sensasinya jadi lain, mirip seorang psikopat yang sedang menikmati sesuatu yang disukai. Meskipun aku tidak merasakan perbedaan apapun dilidah dan bibirku namun disinilah kemampuan otak dalam membangkitkan sensasi gairah seksual.
Pembaca mungkin berfikir, aku gila dan terlalu aneh. Tapi memang itulah yang terjadi. Pasti pembaca juga bertanya kenapa tidak langsung rayu, ekse dan seterusnya. Aku bilang inilah realitanya, kenyataan tidak sesuai dengan bacaan fiksi tentang percintaan ibu dan anak. Tidak semudah itu memasukkan penis kedalam vagina ibu kandung. Butuh kerja keras ekstra dalam mengatur situasi dan melampiaskan nafsu supaya tidak berantakan dikemudian hari. Ya benar aku seorang pengidap kelainan seksual, bagi orang-orang sepertiku pasti mengerti betapa parnonya apabila kesenanganku ini sampi diketahui oleh orang lain terlebih pada orang yang kita jadikan objek seksual yaitu ibuku. Tapi bukan berarti aku menyerah dengan keadaan, aku bertekad suatu saat aku harus bisa benar-benar menyetubuhi ibu kandungku karena itulah obsesiku dalam hidup.
KEMBALI

Kusetubuhi ibuku dalam tidurnya

Namaku sandi dan aku dilahirkan dari keluarga yang sederhana dan kini usiaku menginjak 21 tahun, ibuku sekitar 42 tahun, sementara bapakku telah lama bercerai dan tinggal dengan istri mudanya. Aku tinggal bersama ibu dirumah karena kakak perempuanku sudah merantau ke jakarta. Kehidupanku tidak ada yang aneh, aku bekerja di sebuah pabrik dan ibuku hanya dirumah sebagai ibu rumah tangga dan juga bidan desa. Keseharian ibuku selain menjaga klinik yang buka di rumah hanya masak mencuci bersih-bersih dan ngobrol dengan para ibu-ibu tetangga. Ibuku mengenakan jilbab pada saat diluar rumah, dan tetangga biasa memanggil ibuku dengan panggilan bu erni.
Aku tidak pernah berkelakuan aneh-aneh diluar, bahkan dirumah pun aku termasuk anak yang baik, sering aku ikut membantu ibu apabila sedang libur atau dirumah. Cerita ini sebenarnya belum pernah ada yang tahu dimana aku yang semula anak baik tiba-tiba menjadi anak yang bejat dan memiliki nafsu untuk menyetubuhi ibu sendiri. Terkadang aku menyesal kenapa bisa terjadi hal tabu seperti ini, dan rasanya sulit untuk menghentikan godaan nafsuku yang besar terhadap ibuku.
Tak ada asap jika tak ada api, peribahasa itu benar adanya. Tak mungkin aku punya nafsu terhadap ibuku sendiri bila tak ada yang memulainya. Awal mulanya adalah ketika libur aku sedang mencuci motor di teras depan, kebetulan rumah kami ada di dalam gang sempit dimana kanan kiri depan belakang rumah cukup rapat dengan bangunan. Siang itu tetangga depan rumahku yang bernama mbak kinan yang sudah punya anak satu sedang menjemur pakaian sehabis mencuci. Entah kenapa aku tiba-tiba terangsang melihat dia menjemur celana dalamnya,kulihat lekukan tubuhnya nampak jelas dan mataku tertuju pada paha gempalnya yang terlihat menggoda dengan dibalut celanan kolor pendek diatas lutut.
Aku hanya melihat sekilas saja namun reaksi pada penisku langsung terasa. Setelah mencuci motor aku bergegas mandi dan berusaha melupakan kejadian tersebut. Namun sialnya moment itulah yang ternyata jadi pemicu gairah seksualku. Aku jadi sering curi-curi pandang dibalik jendela rumahku pada ibu-ibu tetanggaku ini ketika mereka sedang asik mengobrol. Kuperhatikan satu-persatu, ada yang masih usia 30an sampai 40an. Kegiatan curi-curi pandang ini jadi sesuatu yang menyenangkan bagiku. Pada akhirnya onani lah senjata ampuh bagiku untuk melepas keinginan bercinta, dan sudah pasti objek onaniku adalah para ibu-ibu tetangga ini.
Sebulan lebih aku menekuni ‘hobi’ baruku ini, sampai tiba suatu ketika ibuku juga ikut ngobrol di depan rumah ngerumpi dengan ibu-ibu lainnya. Ketika pandangan mataku tertuju pada ibuku seketika aku merasa ada getaran aneh, antara takut, merasa tidak sopan, namun disatu sisi aku juga merasa horny terhadap ibuku sendiri, padahal ibuku ini rapat berjilbab. Aduuuh… Ini tidak boleh…tidak boleh… Batinku dalam hati, namun berulang kali aku mengalihkan pandangan tetap saja saat melihat ibukulah jantungku lebih berdetak kencang. Masak iya sih nafsu sama ibu sendiri. Antara pikiram bimbang dan godaan nafsu berkecamuk dalam diriku. Aku memutuskan pergi ke kamar nonton tv untuk mengalihkan pikiranku, namun ternyata percuma kembali bayangan ibuku muncul dipikiran, penisku pun tidak kunjung menciut. Padahal ibu tidak menggunakan pakaian seksi, bahkan sangat tertutup dan sopan.
Aku kembali ke balik kaca rumahku sambil memandangi ibuku lagi yang sedang ngobrol, kuperhatikan lebih detail dari sudut wajah mata lalu ke bibir, aku perhatikan terus area bibir lidah dan mulutnya, tidak terasa penisku berdiri kencang hanya memandang ibuku saja. Aku mulai membayangkan bagaimana jika bibir itu kusentuh, kukecup dan kulumat, aku mainkan lidahku didalam mulutnya, menyapu gigi-giginya dan merasakan serta menelan liurnya. Aku bisa melihat jelas rongga mulut ibuku ketika dia berbicara dan tertawa. Ahh…aku tidak tahan lagi dan aku segera menuntaskan nafsuku lewat onani.
Hari demi hari aku lalui, saat ini aku mulai terobsesi pada ibuku sendiri, mulai sering mengamatinya ketika memasak, mencuci duduk bahkan ketika tidurpun aku perhatikan. Sungguh menyenangkan dan sangat memicu adrenalin ketika aku horny pada ibuku sementara aku juga takut dan tidak berani menunjukkan ketertarikanku secara seksual kepada ibu.
Hal pertama yang aku eksplorasi dari ibuku adalah celana dalam, ibuku biasa menyimpan pakaian yang sudah dipakai didalam ember kamar mandi. Dan area ini sangat aman dan menyenangkan buatku. Ketika mandi biasanya aku mengambil celana dalam ibu yang habis pakai, ada aroma kuat dan khas vagina wanita yang bikin aku bernafsu. Kuhirup dalam-dalam meresapi aroma kewanitaan yang muncul dari barang tersebut, dan biasanya aku sambil onani membayangkan aku sedang menjilati dan menghirup kemaluan ibuku. Rutinitas kamar mandi ini aku lalui hingga berbulan-bulan. Selebihnya aku belum berani berbuat lebih pada ibuku apalagi kontak fisik, maka celana dalam ibukuah yang jadi pelampiasanku, itupun tidak berani kusemprotkan spermaku. Aku masih menganggap akan sangat bahaya kalau ibu melihat celana dalamnya tercecer sperma, oleh sebabnya aku lebih memilih menembakkan cairan sperma di lantai kamar mandi. Untuk saat ini aku sudah puas dengan cara seperti itu. Namun dikemudian hari obsesiku semakin menjadi dan
tentunya aku terus meningkatkan eksplorasi seksualku terhadap ibuku.
Mungkin benar kata orang, bahwa gairah seksual adalah candu, dari waktu ke waktu dosisnya dirasa ingin ditambah terus. Itu pula yang aku alami saat ini, aku sudah mulai agak susah orgasme hanya dengan menciumi aroma celana dalam bekas pakai ibuku. Aku butuh sesuatu yang lebih sebagai bahan inspirasi seksualku dan merasakan sensasi yang lain lagi. Aku mulai mencari-cari apa yang bisa aku jadikan objek fantasi seksualku terhadap ibuku. Kalau memandangi ibuku secara langsung fokus dan terarah pada otak serta membayangkan ibuku dengan sudut pandang seksualitas jujur aku belum berani, ada rasa was-was sendiri manakala aku berhadapan langsung dengan ibuku entah dalam keadaan bicara langsung atau sekedar melihat sekilas pada tubuh ibuku.
Secara realita aku tidak punya nyali untuk itu, kalo boleh dibilang jujur mustahil di kehidupan ini menempatkan ibu kandung kita dalam frame satu ranjang beradegan intim dengan anak sendiri. Meski demikian tidak sedikit orang yang mengalami hal yang sama denganku yaitu terobsesi secara seksual terhadap ibu kandungnya sendiri, dan hampir dipastikan semua juga hanya sebatas fantasi seksual atau hanya sebatas mengeksplorasi barang-barang pribadi seperti celana dalam, bra dan pakaian, termasuk diriku.