Bagiku istilah peribahasa ‘Surga ada dibawah telapak kaki ibu’ nampaknya
sudah tidak berlaku lagi. Menurut pendapatku surga ada dibawah selangkangan
ibu. Memang terkesan menjijikkan dan kurang ajar bagi orang pada umumnya. Aku
memang punya orientasi seksual yang nyeleneh, bagaimana tidak ? Aku sudah
kehilangan nuraniku sebagai manusia normal. Penisku yang seharusnya hanya aku
tancapkan kedalam vagina istriku malah aku arahkan ke liang yang sama saat aku
dilahirkan.
Aku memang sudah jauh dari kata waras. Diriku terlalu mudah dikuasai oleh
nafsu binatang yang bukan pada tempatnya. Aku sudah terlanjur berbuat sampai
sejauh ini. Tak ada lagi tempat yang layak bagiku dari sisi pemikiran normal
apapun, yang pada akhirnya menciptakan situasi pembenaran menurut sudut
pandangku. Aku tidak mau menggunakan istilah nasi sudah menjadi bubur, bagiku
istilah yang tepat adalah penis sudah terlanjur masuk ke dalam vagina, dan
vagina itu adalah vagina milik ibu kandungku.
Aku masih berusaha menikmati dahulu prosesi persetubuhan paling tabu ini.
Penisku sudah tenggelam sepenuhnya didalam vagina ibu, bahkan aku merasa ujung
penisku sudah menyundul sesuatu yang menahan pergerakan penisku untuk lebih
jauh lagi. Akhirnya impian dan obsesi gilaku selama ini bisa aku wujudkan,
malam ini aku berhasil menyetubuhi tubuh wanita yang telah melahirkanku. Tubuhku
dan tubuh ibuku menjadi satu kembali melalui kelamin. Sungguh aku merasakan
dahsyatnya sensasi persetubuhan ini. Semakin aku merasa tabu semakin aku
merasakan sensasi kenikmatannya. Menyetubuhi ibu kandung bukan hanya rasa
kenikmatan karena berhasil memasukkan penisku di vagina ibu, aku merasakan
esensi kenikmatannya justru bukan dari situ, melainkan akan rasa bersalah dan
tabu yang seharusnya tidak aku lakukan bersatu dengan kenikmatan tubuh dalam
adegan seksual. Hal itulah yang menciptakan kenikmatan hubungan seksual dalam
sensasi atau dimensi yang berbeda. Ibarat kata kenikmatan sensasi menyetubuhi
ibu sendiri sangat tidak mainstream. Aku sendiri bingung menjelaskannya tapi
bagi orang yang punya pengalaman sama denganku pasti akan mengerti apa yang aku
maksudkan.
Aku mulai memompa perlahan penisku yang sudah tertanam mantap dalam vagina
ibuku. Perlahan namun pasti gerakanku makin cepat. Makin lama kurasa lendiri di
area vagina ibuku makin banyak dan penisku makin licin menggesek dinding vagina
ibu. Ibu masih tertidur pulas, sama sekali tidak menyadari bahwa tubuhnya
sedang disetubuhi oleh anaknya sendiri. Aku dekatkan bibirku ke bibirnya, dan
kembali aku lumat bibirnya aku masukkan lidahku kedalam mulutnya dan aku cium
ibuku dengan sangat bergairah sambil aku pompa terus penisku.
Kini tangan kiriku menelusup dibalik kaosnya, dan menggapai gundukan
payudara sebelah kanannya. Ibuku masih mengenakan bra didalamnya. Jariku
kumasukkan dan terus mencapai ujung putingnya, akhirnya telapak tangan kiriku
sudah sepenuhnya menggenggam payudara kanan ibuku. Aku remas perlahan payudara
ibuku. Masih kurasa kenyal ketika aku remas, meski sudah terasa agak kendor
karena faktor usia. Ketika sudah sampai disini aku berpikir akan lebih nikmat
bila aku menelanjangi ibuku dan bersetubuh secara total, jadi aku bisa
merasakan sentuhan kulit tubuhku dengan tubuh ibuku.
Kucabut penisku dan aku bangun dari posisiku. Segera aku angkat kaos yang
dikenakan ibu. Agak butuh waktu lama memang namun pada akhirnya aku berhasil
membuka kaos ibuku. Bra yang dikenakan ibu aku biarkan saja, tapi aku angkat
kedua cup nya keatas sehingga payudaranya terpampang jelas dimataku. Setelah
itu aku lepaskan kain sarung yang masih terlilit dipinggangnya. Aku tertegun
sejenak tidak kusangka aku bisa melihat ibuku dalam kondisi telanjang yang
biasanya aku melihat ibu dengan kondisi pakaian yang tertutup dan sopan.
Menyaksikan ibu dalam kondisi seperti ini otomatis gairahku meningkat kembali.
Kuposisikan tubuhku sejajar diatas tubuh ibuku. Aku peluk tubuh ibuku dari
atas, merasakan dahulu sentuhan kulit hangat dari tubuhnya. Aku mulai tergoda
dengan payudara ibu yang menempel erat didadaku. Aku pegang keduanya,
meremasnya perlahan dan secara reflek aku mengecup puting kanan payudaranya,
aku masukkan kedalam mulutku sedalam mungkin sampai memenuhi seluruh rongga
mulutku. Aku seperti merasa ada balon didalam mulutku, aku bergerak turun
sedikit dan aku mulai menghisap-hisap payudara ibuku didalam mulutku, lidahku
juga turut bermain diseputar putingnya. Ada rasa sedikit asin tapi samar yang
kurasa dilidahku. Baru kali ini aku merasakan payudara seorang wanita dewasa.
Dari kanan aku pindah ke kiri, bolah balik lalu aku sapu celah payudaranya
dengan lidahku, bergerak memutar naik dan turun lalu kembali menjilati pangkal
payudara hinggal putingnya secara bergantian. Lama-lama kedua payudara ibuku
makin basah oleh liurku.
Kembali aku memposisikan tubuhku lebih naik sedikit dengan tujuan agar
penisku bisa berada pada posisi yang pas dengan vagina ibuku. Aku mengangkat sedikit
tubuhku lalu aku arahkan penisku ke vagina ibuku dan kudorong perlahan. Aku
melakukan gerakan piston agar penisku bisa keluar masuk dengan lancar. Aku
merebahkan tubuhku dan kulingkarkan kedua tanganku dibalik pundak ibuku sambil
terus menggenjot vaginanya lebih cepat. aku ingin merasakan persetubuhan yang
sempurna, aku lalu mencium bibir ibuku dalam posisi dan gerakan yang sama,
dengan posisi dan kondisi seperti ini lengkap sudah prosesi persetubuhanku
dengan ibuku. Dari wajah sampai selangkangan berhasil aku satukan denganku. Aku
benar-benar sudah diluar batas dan kendali, aku makin cepat melakukan genjotan
di vagina ibuku. Tidak terasa keringatku makin mengucur dan membasahi tubuh
ibuku juga.
Hampir saja aku memuntahkan spermaku jika tidak aku hentikan gerakanku. Aku
masih belum puas dan ingin mencoba posisi lainnya. Kini tubuh ibuku aku
miringkan ke kiri dan kedua kakinya melipat seperti gunting yang terbuka. Aku
arahkan kembali penisku sambil bertumpu pada bongkahan pantat kanannya. Vagina
ibuku sudah sangat licin sehingga mudah sekali penisku masuk kembali
kedalamnya. Pantat ibu aku remas-remas sambil agak menarik keatas supaya liang
vaginanya lebih terangkat. Aku percepat gerakanku dan menghasilkan bunyi
seperti tepukan antara pahaku dan pantat ibuku. Pada posisi ini aku merasa
penisku bisa masuk lebih dalam lagi, benar-benar tidak ada yang tersisa
sedikitpun dari pangkal kelaminku. Semuanya sudah masuk tertanam didalam vagina
ibuku.
Setelah beberapa saat aku ingin merubah posisi kembali. Kali ini tubuh ibuku
aku posisikan dalam keadaan tengkurap kedua tangannya memanjang ke atas
kepalanya dan kepalanya aku miringkan kekanan agar ibu tetap bisa bernafas
dengan baik. Aku arahkan lagi penisku dibawah bongkahan kedua pantat ibuku.
Kucari celah lubangnya dan perlahan aku dorong lagi ke dalam. Aku tarik sedikit
lalu kudorong lagi lebih dalam, begitu seterusnya hingga pangkal penisku
menyatu sepenuhnya dengan pantat bagian bawah ibuku. Kedua pantat ibuku ini
amat menggodaku, lalu kedua tanganku kuletakkan pada kedua pantatnya, sambil
aku remas dan kujadikan tumpuan. Selanjutnya aku gerakkan penisku keluar masuk
didalm vagina ibuku. Sungguh luar biasa sekali kenikmatan yang aku rasakan, aku
terus memacu tubuhku dan memacu gairahku dan benar-benar menikmati setiap
gerakan yang aku lakukan. Saking aku merasa nikmatnya sampai wajahku terdengak
keatas dan mataku terpejam menikmati setiap aliran darah ditubuhku yang
mengalir membawa sensasi kenikmatan berhubungan badan dengan ibu kandungku.
Makin cepat kusodok vagina ibuku makin dekat dengan orgasmeku. Aku ingin
mencapai puncak dari persetubuhanku. Aku ingin menyentuh batas maksimal dari
obsesiku selama ini. Aku sudah tidak mungkin mundur lagi dan harus aku
tuntaskan juga apa yang selama ini jadi keinginan terbesarku. Aku rebahkan
tubuhku ke tubuh ibuku, tangan kananku aku selipkan dibalik dada kanannya dan
menggapai pipi sebelah kirinya. Aku bermaksud mendekatkan bibirku dengan bibir
ibuku. Aku julurkan lidahku dan mencium bibir ibuku sambil terus aku genjot penisku
didalam vaginanya. Aku sudah hampir mencapai orgasme, dalam posisi ini dengan
lirih aku sebut nama ibuku, erni…erni…erniii…sampai akhirnya tiba juga puncak
dari persetubuhanku. Ada perasaan lain ketika aku memanggil ibuku dengan
namanya, seolah aku mengungkapkan wujud nafsuku pada yang mengalir disekujur
tubuhku. Aku mengejang dan kudorong dengan sangat kuat penisku lalu aku tahan
dan diamkan. Tubuhku kaku sepenuhnya dan pada saat yang bersamaan pula, cairan
spermaku keluar dari penisku dan muncrat beberapa kali didalam vagina ibuku.
Aku benar-benar mengalami sensasi yang luar biasa sampai-sampai tubuhku terdiam
untuk beberapa saat mengalami kenikmatan terbesar dalam hidupku yang belum
pernah kurasakan. Seluruh batas antara aku dan ibuku sudah kulanggar didalam
bingkai hubungan seksual meskipun aku melakukannya secara sepihak pada saat
ibuku tidak sadar.
Aku belum terpikir untuk melakukannya dalam keadaan ibuku sadar, aku ingin
menikmati dahulu puncak dari pencapaianku ini. Dalam kondisi inipun aku sudah merasa
sangat puas sampai aku kehabisan kata cara mengungkapkan bagaimana perasaanku
saat itu. Aku sudah menaklukkan ibu kandungku secara fisik namun belum secara
logika, entah kapan aku bisa bersetubuh dengan ibuku dalam keadaan mau sama
mau, saling menginginkan untuk bergumul diatas ranjang melakukan hubungan
seksual.
Setelah beberapa saat aku puas dan badanku terasa lemas, aku bangkit dan
kukeluarkan penisku dari tubuh ibuku. Bekas spermaku terlihat berceceran
dipermukaan vagina ibuku. Buru-buru aku bersihkan vaginanya dan mengeluarkan
sedikit demi sedikit sisa sperma yang masih tertinggal di dalam. Aku tidak
ingin ibu sampai mengenali cairan spermaku ketika terbangun nanti. Aku balikkan
tubuhnya dan kupakaikan kembali bra dan kaosnya seperti semula, tidak lupa
lilitan sarung dan CD nya aku pasang kembali seperti sedia kalah. Aku berulang
kali memastikan kondisi tubuh ibuku ini seperti sebelum aku setubuhi supaya ibu
tidak merasa curiga, walaupun aku sudah puas merasakan bersetubuh dengan ibuku
tapi aku juga tidak mau ambil resiko ibuku sampai melihat kejanggalan
ditubuhnya.
sebelum aku meninggalkan kamar ibuku aku sempatkan untuk mencium bibir ibuku
lagi, kecupan ringan sebagai tanda terima kasihku pada ibuku meski disisi lain
ada rasa bersalah juga karena sebagai manusia normal yang punya nurani tetap
ada perasaan bersalah walau pada akhirnya nafsulah yang berkuasa ditubuhku.
Ibuku masih tertidur dengan tenangnya, ada raut wajah keanggunan seorang ibu
yang kulihat, kembali kudekatkan wajahku dan kukecup dahinya, bagaimanapun aku
masih sayang pada ibuku. Benar-benar sebagai ibu, inilah yang kurasakan,
perasaan yang campur aduk, karena aku masih menghormati dan menyayanginya
sebagai ibuku dan disatu sisi aku juga punya nafsu seksual pada ibu.
Tubuhku sudah sangat lelah dan lemas, lega rasanya dengan apa yang terjadi
barusan. Kurebahkan tubuhku diatas tempat tidurku. Pikiranku melayang kesana
kemari, aku masih enggan memikirkan bagaimana besok ceritanya, aku sudah siap
jika besok kejadiannya ibu sampai tau apa yang tadi kulakukan walaupun ada juga
rasa was-was. Ahh…sudahlah, gimana besok saja, malam ini aku bahagia dan akan
aku ingat selamanya kejadian barusan sebagai sebuah pengalaman hidup terbesarku
selama 22 tahun. Dalam hati aku berucap, “ibu…aku menyayangimu….”. Lalu aku
tertidur dalam sejuta pikiran yang kubawa bersama sunyinya malam ini…. klik videoanya
di sini
kembali
TAMAT
(demi keberlangsungan blog ini, kami mengharapkan kesediaan pembaca untuk meng-klik iklan-iklan yang ada di blog ini sebagai donasi kepada para penulis. terima kasih)
cerita lainnya
DILEMA CINTA DAN SEKS SEDARAH
merasakan lubang kenikmatan mama