ini blog yang berisikan kisah-kisah seks sedarah. bagi agan-agan yang tidak berminat dengan konten ini silahkan di minati. wkwkwkw

Showing posts with label cerita bersetubuh sedarah. Show all posts
Showing posts with label cerita bersetubuh sedarah. Show all posts

Friday, February 19, 2016

DILEMA CINTA SIMALAKAMA VI



AWAL PERISTIWA TABU 

Ingatanku masih berpetualang di masa lalu. Masih seputar Reno. setelah aksi penyelamatan yang Reno lakukan di kelas ku, Reno menjadi Juara Olimpiade tingkat provinsi dan akan berangkat ke bali untuk mengikuti olimpiade tingkat nasional. Ketika upacara bendera hari senin,  nama reno di elu-elukan oleh kepsek dan di ikuti seluruh siswa. Reno di undang kedepan untuk menyampaikan pidatosingkat.
“ Terima kasih atas kesempatannya. Saya bisa menjadi juara Olimpiade sain ini bukan semata-mata karena saya hebat dan cerdas. Ada begitu banyak orang yang mendukung keberhasilan saya. Pak Lubis dan Bu Lira yang menjadi mentor saya dan mengajarkan trik-trik hebat yang sangat membantu, pak Kepala sekolah, guru kelas saya, teman-teman yang saling bahu membahu membantu saya untuk tetap bisa fokus pada perlombaan. Tak lupa saya sampaikan terima kasih kepada kedua orang tua saya, meskipun sekarang mereka gak bisa dengar. Hehe” canda gurau di antara pidatonya membuat suasana jadi pecah, tidak terlalu kaku. Meskipun demikian Semua mata masih tertuju kepada Reno. terik matahari yang mulai meninggi tanpaknya tidak tertlalu dipedulikan oleh segenap peserta Upacara hari itu.
“tak lupa saya sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk seseorang yang tanpa dia sadari dia sangat membantu saya hingga hari ini, membantu mempersiapkan fasilitas-fasilitas yang sering tidak saya sadari dan dukungan moril yang penuh sehingga saya bisa mengikuti perlombaan dengan santai dan tenang. Memang kesannya sepele, seperti, buatin susu, rautin pensil, beliin nasi goreng, menyetrikankan baju seragam, benerin dasi. Tapi,  Kalau baju saya kusut, saya jadi tidak PD ketika mengikuti perlombaan, toh mungkin hasil yang saya kerjakan tidak bakalan maksimal. Jadi terimakasih sekali lagi untuk kakak saya yang baik dan cantik jelita. Kakak yang sangat saya sayangi. Kak siska.” Reno menjulurkan tangannya dari atas podium dan menunjuk tepat ke arahku diiringi dengan suara tepuk tangan yang membahana. Sekarang semua mata berpindah menatapku. Aku jadi malu sendiri.
.....
Hari sudah menujukkan pukul 4 sore, hari ini aku pulang agak sore karena harus mengikuti Les persiapan Ujian nasional. Aku keluar kelas. Aku lihat Reno sedang duduk dengan beberapa temannya. 2 cowok dan 4 cewek. Seperti semut yang mengerumbungi Gula. Ada kesan kalau yang cewek terus mendesak reno dengan sesuatu yang aku tidak tahu. Bahasa tubuh reno yang sedikit mencondong kebelakang menjunjukkan dia ingin segera lari dari sana.
“ Reno !!!” Teriakku dari kelas
Reno melihat kearahku dan langsung bangkit, bercakap sebentar dengan temannya dan langsung berlari ke arahku. Reno sudah tidak mengenakan seragam sekolah lagi, dia mengenakan T-Shirt berwarna abu-abu dengan celana jeans biru pendek setengah tiang. Anak kelas satu memang sudah pulang dari jam 1 siang tadi.
“ kamu sengaja jemput kakak?” tanyaku ketika Reno sudah sampai di hadapanku.
“ kami hari ini ada pertemuan tapak suci, gak lama juga bubarnya. Jadi aku sekalian aja nungguin kakak.” Jawab reno
“ ih, adek kakak baik banget” ujarku sambil mencubit pipinya. Kemudian reno aku gandeng dan berjalan ke parkiran. Sorot mata kecemburuan terpancar dari mata beberapa siswi cewek yang melihat kami.
“ oh iya dek, bisa anterin kakak kerumah miska bentar gak? Kakak mau ambil buku panduan Matematika kakak. Kami ada PR besok dia sakit. Gak masuk.”
“ emang rumahnya dimana?”
“ Plaju.” Jawabku singkat sambil naik ke boncengan. Tak lama kami sudah meluncur kesana.
Sesampai disana aku hanya basa basi singkat dengan miska, menayakan kabarnya, sakit apa dan kapan bisa masuk sekolah lagi. Kemudian pamit karena hari mau hujan. Aku juga tidak nyaman melihat Miska yang sering curi pandang ke arah Reno. dan juga pakaian Miska yang agak terbuka, reno juga terlihat sedikit salah tingkah. Sesekali terlihat reno melihat ke arah dada miska ketika miska menyodorkan air minum. Buah dadanya terlihat dengan jelas. Aku pun menyegerakan pamit. Alasan takut kehujanan.
Perjalanan menuju rumah miska agak jauh dan melewati beberapa perkebunan. Rintik hujan mulai terasa menetes satu persatu. Awan hitam sudah berkumpul diatas kepala. Hanya dalam hitungan detik butir-butir hujan sudah terasa ebesar biji jagung, dan makin lama makin deras. Reno memacu sepeda motornya berharap bisa melewati hujan, tapi makin lama makin deras. Tidak ada rumah warga di sekitar kami, kami sedang berada di tengah perkebunan salak yang cukup luas.
“ kita berteduh dulu kak” Teriak reno dan langsung megarahkan motornya ke pinggir kiri jalan. Sedikit masuk dari jalan raya ada sebuah pondok kecil dengan atap seng yang sudah karatan. Seperti pondok tempat jualan yang sudah tidak digunakan lagi. Reno memarkirkan motornya persis didepan pondok, aku langsung masuk ke dalam. Pondok ini berdinding anyaman bambu di bagian belakang, ada pintu kecil dan jendela yang bisa di buka jika diangkat keatas. Ada sebuah dipan yang juga terbuat dari bambu di dalam pondok, bangku kayu di bagian luar. Sayangnya atap teras pondok ini sudah banyak bolong, jadi kami harus berteduh di dalam pondok. Kami hanya berdiri di pintu pondok, tidak benar-benar masuk kedalam. Reno membuka bajunya agar bisa di peras. Bajunya sudah lumayan basah. Sedangkan bajuku hanya basah sedikit karena tadi aku berlindung di belakang tubuh reno. reno menggantungkan bajunya di atas pintu pondok dan sekarang berdiri di depanku. Dada reno sudah mulai bidang dan berbentuk. Usianya yang masih 16 tahun memang sedang dalam pertumbuhan yang sangat pesat. Otot perutnya juga sudah mulai kelihatan. Sebentar lagi Reno bakal menjadi pria dewasa yang macho.
DUARRRRRRR

Saturday, December 19, 2015

Kusetubuhi ibu dalam tidurnya VI



Bagiku istilah peribahasa ‘Surga ada dibawah telapak kaki ibu’ nampaknya sudah tidak berlaku lagi. Menurut pendapatku surga ada dibawah selangkangan ibu. Memang terkesan menjijikkan dan kurang ajar bagi orang pada umumnya. Aku memang punya orientasi seksual yang nyeleneh, bagaimana tidak ? Aku sudah kehilangan nuraniku sebagai manusia normal. Penisku yang seharusnya hanya aku tancapkan kedalam vagina istriku malah aku arahkan ke liang yang sama saat aku dilahirkan.
Aku memang sudah jauh dari kata waras. Diriku terlalu mudah dikuasai oleh nafsu binatang yang bukan pada tempatnya. Aku sudah terlanjur berbuat sampai sejauh ini. Tak ada lagi tempat yang layak bagiku dari sisi pemikiran normal apapun, yang pada akhirnya menciptakan situasi pembenaran menurut sudut pandangku. Aku tidak mau menggunakan istilah nasi sudah menjadi bubur, bagiku istilah yang tepat adalah penis sudah terlanjur masuk ke dalam vagina, dan vagina itu adalah vagina milik ibu kandungku.
Aku masih berusaha menikmati dahulu prosesi persetubuhan paling tabu ini. Penisku sudah tenggelam sepenuhnya didalam vagina ibu, bahkan aku merasa ujung penisku sudah menyundul sesuatu yang menahan pergerakan penisku untuk lebih jauh lagi. Akhirnya impian dan obsesi gilaku selama ini bisa aku wujudkan, malam ini aku berhasil menyetubuhi tubuh wanita yang telah melahirkanku. Tubuhku dan tubuh ibuku menjadi satu kembali melalui kelamin. Sungguh aku merasakan dahsyatnya sensasi persetubuhan ini. Semakin aku merasa tabu semakin aku merasakan sensasi kenikmatannya. Menyetubuhi ibu kandung bukan hanya rasa kenikmatan karena berhasil memasukkan penisku di vagina ibu, aku merasakan esensi kenikmatannya justru bukan dari situ, melainkan akan rasa bersalah dan tabu yang seharusnya tidak aku lakukan bersatu dengan kenikmatan tubuh dalam adegan seksual. Hal itulah yang menciptakan kenikmatan hubungan seksual dalam sensasi atau dimensi yang berbeda. Ibarat kata kenikmatan sensasi menyetubuhi ibu sendiri sangat tidak mainstream. Aku sendiri bingung menjelaskannya tapi bagi orang yang punya pengalaman sama denganku pasti akan mengerti apa yang aku maksudkan.
Aku mulai memompa perlahan penisku yang sudah tertanam mantap dalam vagina ibuku. Perlahan namun pasti gerakanku makin cepat. Makin lama kurasa lendiri di area vagina ibuku makin banyak dan penisku makin licin menggesek dinding vagina ibu. Ibu masih tertidur pulas, sama sekali tidak menyadari bahwa tubuhnya sedang disetubuhi oleh anaknya sendiri. Aku dekatkan bibirku ke bibirnya, dan kembali aku lumat bibirnya aku masukkan lidahku kedalam mulutnya dan aku cium ibuku dengan sangat bergairah sambil aku pompa terus penisku.
Kini tangan kiriku menelusup dibalik kaosnya, dan menggapai gundukan payudara sebelah kanannya. Ibuku masih mengenakan bra didalamnya. Jariku kumasukkan dan terus mencapai ujung putingnya, akhirnya telapak tangan kiriku sudah sepenuhnya menggenggam payudara kanan ibuku. Aku remas perlahan payudara ibuku. Masih kurasa kenyal ketika aku remas, meski sudah terasa agak kendor karena faktor usia. Ketika sudah sampai disini aku berpikir akan lebih nikmat bila aku menelanjangi ibuku dan bersetubuh secara total, jadi aku bisa merasakan sentuhan kulit tubuhku dengan tubuh ibuku.
Kucabut penisku dan aku bangun dari posisiku. Segera aku angkat kaos yang dikenakan ibu. Agak butuh waktu lama memang namun pada akhirnya aku berhasil membuka kaos ibuku. Bra yang dikenakan ibu aku biarkan saja, tapi aku angkat kedua cup nya keatas sehingga payudaranya terpampang jelas dimataku. Setelah itu aku lepaskan kain sarung yang masih terlilit dipinggangnya. Aku tertegun sejenak tidak kusangka aku bisa melihat ibuku dalam kondisi telanjang yang biasanya aku melihat ibu dengan kondisi pakaian yang tertutup dan sopan. Menyaksikan ibu dalam kondisi seperti ini otomatis gairahku meningkat kembali.
Kuposisikan tubuhku sejajar diatas tubuh ibuku. Aku peluk tubuh ibuku dari atas, merasakan dahulu sentuhan kulit hangat dari tubuhnya. Aku mulai tergoda dengan payudara ibu yang menempel erat didadaku. Aku pegang keduanya, meremasnya perlahan dan secara reflek aku mengecup puting kanan payudaranya, aku masukkan kedalam mulutku sedalam mungkin sampai memenuhi seluruh rongga mulutku. Aku seperti merasa ada balon didalam mulutku, aku bergerak turun sedikit dan aku mulai menghisap-hisap payudara ibuku didalam mulutku, lidahku juga turut bermain diseputar putingnya. Ada rasa sedikit asin tapi samar yang kurasa dilidahku. Baru kali ini aku merasakan payudara seorang wanita dewasa. Dari kanan aku pindah ke kiri, bolah balik lalu aku sapu celah payudaranya dengan lidahku, bergerak memutar naik dan turun lalu kembali menjilati pangkal payudara hinggal putingnya secara bergantian. Lama-lama kedua payudara ibuku makin basah oleh liurku.
Kembali aku memposisikan tubuhku lebih naik sedikit dengan tujuan agar penisku bisa berada pada posisi yang pas dengan vagina ibuku. Aku mengangkat sedikit tubuhku lalu aku arahkan penisku ke vagina ibuku dan kudorong perlahan. Aku melakukan gerakan piston agar penisku bisa keluar masuk dengan lancar. Aku merebahkan tubuhku dan kulingkarkan kedua tanganku dibalik pundak ibuku sambil terus menggenjot vaginanya lebih cepat. aku ingin merasakan persetubuhan yang sempurna, aku lalu mencium bibir ibuku dalam posisi dan gerakan yang sama, dengan posisi dan kondisi seperti ini lengkap sudah prosesi persetubuhanku dengan ibuku. Dari wajah sampai selangkangan berhasil aku satukan denganku. Aku benar-benar sudah diluar batas dan kendali, aku makin cepat melakukan genjotan di vagina ibuku. Tidak terasa keringatku makin mengucur dan membasahi tubuh ibuku juga.
Hampir saja aku memuntahkan spermaku jika tidak aku hentikan gerakanku. Aku masih belum puas dan ingin mencoba posisi lainnya. Kini tubuh ibuku aku miringkan ke kiri dan kedua kakinya melipat seperti gunting yang terbuka. Aku arahkan kembali penisku sambil bertumpu pada bongkahan pantat kanannya. Vagina ibuku sudah sangat licin sehingga mudah sekali penisku masuk kembali kedalamnya. Pantat ibu aku remas-remas sambil agak menarik keatas supaya liang vaginanya lebih terangkat. Aku percepat gerakanku dan menghasilkan bunyi seperti tepukan antara pahaku dan pantat ibuku. Pada posisi ini aku merasa penisku bisa masuk lebih dalam lagi, benar-benar tidak ada yang tersisa sedikitpun dari pangkal kelaminku. Semuanya sudah masuk tertanam didalam vagina ibuku.
Setelah beberapa saat aku ingin merubah posisi kembali. Kali ini tubuh ibuku aku posisikan dalam keadaan tengkurap kedua tangannya memanjang ke atas kepalanya dan kepalanya aku miringkan kekanan agar ibu tetap bisa bernafas dengan baik. Aku arahkan lagi penisku dibawah bongkahan kedua pantat ibuku. Kucari celah lubangnya dan perlahan aku dorong lagi ke dalam. Aku tarik sedikit lalu kudorong lagi lebih dalam, begitu seterusnya hingga pangkal penisku menyatu sepenuhnya dengan pantat bagian bawah ibuku. Kedua pantat ibuku ini amat menggodaku, lalu kedua tanganku kuletakkan pada kedua pantatnya, sambil aku remas dan kujadikan tumpuan. Selanjutnya aku gerakkan penisku keluar masuk didalm vagina ibuku. Sungguh luar biasa sekali kenikmatan yang aku rasakan, aku terus memacu tubuhku dan memacu gairahku dan benar-benar menikmati setiap gerakan yang aku lakukan. Saking aku merasa nikmatnya sampai wajahku terdengak keatas dan mataku terpejam menikmati setiap aliran darah ditubuhku yang mengalir membawa sensasi kenikmatan berhubungan badan dengan ibu kandungku.
Makin cepat kusodok vagina ibuku makin dekat dengan orgasmeku. Aku ingin mencapai puncak dari persetubuhanku. Aku ingin menyentuh batas maksimal dari obsesiku selama ini. Aku sudah tidak mungkin mundur lagi dan harus aku tuntaskan juga apa yang selama ini jadi keinginan terbesarku. Aku rebahkan tubuhku ke tubuh ibuku, tangan kananku aku selipkan dibalik dada kanannya dan menggapai pipi sebelah kirinya. Aku bermaksud mendekatkan bibirku dengan bibir ibuku. Aku julurkan lidahku dan mencium bibir ibuku sambil terus aku genjot penisku didalam vaginanya. Aku sudah hampir mencapai orgasme, dalam posisi ini dengan lirih aku sebut nama ibuku, erni…erni…erniii…sampai akhirnya tiba juga puncak dari persetubuhanku. Ada perasaan lain ketika aku memanggil ibuku dengan namanya, seolah aku mengungkapkan wujud nafsuku pada yang mengalir disekujur tubuhku. Aku mengejang dan kudorong dengan sangat kuat penisku lalu aku tahan dan diamkan. Tubuhku kaku sepenuhnya dan pada saat yang bersamaan pula, cairan spermaku keluar dari penisku dan muncrat beberapa kali didalam vagina ibuku. Aku benar-benar mengalami sensasi yang luar biasa sampai-sampai tubuhku terdiam untuk beberapa saat mengalami kenikmatan terbesar dalam hidupku yang belum pernah kurasakan. Seluruh batas antara aku dan ibuku sudah kulanggar didalam bingkai hubungan seksual meskipun aku melakukannya secara sepihak pada saat ibuku tidak sadar.
Aku belum terpikir untuk melakukannya dalam keadaan ibuku sadar, aku ingin menikmati dahulu puncak dari pencapaianku ini. Dalam kondisi inipun aku sudah merasa sangat puas sampai aku kehabisan kata cara mengungkapkan bagaimana perasaanku saat itu. Aku sudah menaklukkan ibu kandungku secara fisik namun belum secara logika, entah kapan aku bisa bersetubuh dengan ibuku dalam keadaan mau sama mau, saling menginginkan untuk bergumul diatas ranjang melakukan hubungan seksual.
Setelah beberapa saat aku puas dan badanku terasa lemas, aku bangkit dan kukeluarkan penisku dari tubuh ibuku. Bekas spermaku terlihat berceceran dipermukaan vagina ibuku. Buru-buru aku bersihkan vaginanya dan mengeluarkan sedikit demi sedikit sisa sperma yang masih tertinggal di dalam. Aku tidak ingin ibu sampai mengenali cairan spermaku ketika terbangun nanti. Aku balikkan tubuhnya dan kupakaikan kembali bra dan kaosnya seperti semula, tidak lupa lilitan sarung dan CD nya aku pasang kembali seperti sedia kalah. Aku berulang kali memastikan kondisi tubuh ibuku ini seperti sebelum aku setubuhi supaya ibu tidak merasa curiga, walaupun aku sudah puas merasakan bersetubuh dengan ibuku tapi aku juga tidak mau ambil resiko ibuku sampai melihat kejanggalan ditubuhnya.
sebelum aku meninggalkan kamar ibuku aku sempatkan untuk mencium bibir ibuku lagi, kecupan ringan sebagai tanda terima kasihku pada ibuku meski disisi lain ada rasa bersalah juga karena sebagai manusia normal yang punya nurani tetap ada perasaan bersalah walau pada akhirnya nafsulah yang berkuasa ditubuhku. Ibuku masih tertidur dengan tenangnya, ada raut wajah keanggunan seorang ibu yang kulihat, kembali kudekatkan wajahku dan kukecup dahinya, bagaimanapun aku masih sayang pada ibuku. Benar-benar sebagai ibu, inilah yang kurasakan, perasaan yang campur aduk, karena aku masih menghormati dan menyayanginya sebagai ibuku dan disatu sisi aku juga punya nafsu seksual pada ibu.
Tubuhku sudah sangat lelah dan lemas, lega rasanya dengan apa yang terjadi barusan. Kurebahkan tubuhku diatas tempat tidurku. Pikiranku melayang kesana kemari, aku masih enggan memikirkan bagaimana besok ceritanya, aku sudah siap jika besok kejadiannya ibu sampai tau apa yang tadi kulakukan walaupun ada juga rasa was-was. Ahh…sudahlah, gimana besok saja, malam ini aku bahagia dan akan aku ingat selamanya kejadian barusan sebagai sebuah pengalaman hidup terbesarku selama 22 tahun. Dalam hati aku berucap, “ibu…aku menyayangimu….”. Lalu aku tertidur dalam sejuta pikiran yang kubawa bersama sunyinya malam ini…. klik videoanya di sini
kembali
TAMAT
(demi keberlangsungan blog ini, kami mengharapkan kesediaan  pembaca untuk meng-klik iklan-iklan yang ada di blog ini sebagai donasi kepada para penulis. terima kasih)
cerita lainnya
DILEMA CINTA DAN SEKS SEDARAH
merasakan lubang kenikmatan mama

kakakku penikmat seks II

Setelah mendekatkan mukanya, ia langsung mengulum penisku, naik turun dengan cepat membuatku hanya bisa menceracau tak karuan. Sambil ia mengulum penisku kedua tangannya membuka kait rok abuabunya.
ahhhsppp suara kakakku ketika memuntahkan kontolku dari mulutnya. Ia langsung berdiri sehingga roknya yang sudah kendor lepas dengan sendirinya , nampak pahanya yang putih mulus tanpa bulu dengan cd warna krem yang sedang ia buka. Setelah ia membuka cdnya ia menidurkan tubuhnya diatas tubuhku yang bersandar pada sofa, lantas menggesekkan kepala penisku ke bibir memeknya.Sensanyi luar biasa, basah empuk jadi satu. Mmhhh nikmat banget membuatku semakin ngaceng.
Tak tinggal diam aku ikut meremas kedua toket kakakku yang masih terbungkus seragam dan jilbabnya. Aku meremas halus sampai kasar, berusaha membuka kancingnya namu sselalu dicegah kakakku.
mmmghhh kakkkk toketmu gede banget ujarku sambil menjilat pipinya mmhh kontolmu juga oke banget dek.. ujar kakakku yang lantas membalikkan tubuhnya. Kami berhadapan sejenak hingga akhirnya ia mencium bibirku, aku yang kaget langsung merespon jilatan lidahnya yang mengetuk bibirku. Aku balas menjulurkan lidahku memainkannya dimulut kami berdua yang sedang menyatu.
Suara desahan memenuhi ruangan ini.
gila first kissku dari kakakku sendiri.what! tapi enak sih.. jago lagi kakakkumhhh uajrku dalam hati.
Lewat semenit kakakku membalikkan badannya lantas berdiri lalu menunduk dihadapanku. Pantatnya yang bulat tepat didepan kontolku yang ngaceng berat..
Kakakku menggapai kontolku, lantas mengarahkannya ke memeknya, sedikit kesusahan kepalaku ayng besar untuk masuk ke bibir memeknya yang masih sempit. Hingga 3 gesekan akhirnya kepala kontolku masuk ke memeknya.
ahhh.. sempit banget kakk. Ujarku kakku hanya tersenyum lantas menggerakkan bokongnya kedepan dan belakang dengan perlahan. Membuat penisku makin menyodok kedalam memeknya. Hingga akhirnya aku tak tahan dan langsung ikut berdiri memegang pantat kakakku dan langsung ku genjot dengan cepat.
ahhh ahhhdeekkkk..shhhhhaohhh.mmhhhsss. penuhhh banget memekku .. shhh ujar kakakku yang terus mendesah sepanjang genjotanku yang semakin brutal tiap detiknya. ooooohhhhshhhh.kencengggg lagi.ahhhhhh ahhhhterussss. Lanjutnya membuatku lupa daratan dan terus mengentotnya.
Aku selngi dengan menepuk nepuk pantatnya, ahhh rasain nih,.. hmmmm hhhh shhhh ujarku yandi balas desahan kenikmatan oleh kakakku aahhhh dekkkk akum au keluarrrrrrrr.shhhhh AHHHHHHHHHHHHHHHHH ujar kakakku yang mendapat orgasme pertamanya. Aku yang masih segar lantas mencabut kontolku yang basah oleh cairan memeknya. Lantas menidurkan kakakku dengan posisi menyamping. Aku ikut rebahan dibelakangnya, sambil memasukkan kontolku aku juga meremas remas payudara kakakku dari belakang.
Ketika kontolku sudha masuk sepenuhnya aku mulai menggenjot kakakku dengan gigi 4, langsung cepat sambil terus meremas toket kakakku sampai seragamnya kucel kubuat. ahhh ahhh.. dekkkk.. fuuuuckckkkkk yeeahhhh.. enak bangettt..shhh.mhhhh.. ujar kakakku yang kenikmatan aku genjot. Aku terus menggoyang goyangkan kontolku didalam memeknya sambil terus aku keluar masukkan dengan kecepatan maksimum. Kontolku serasa dijepit dan dipijat oleh memeknyayang terus berkedut kedut dan sempit untuk kontol jumboku ini. deeeeekkakumaukeluarrrr.. ujarnya yang baru 3 menitan aku genjot. AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH.. lenguh kakakku saat mendapat orgasme kedua.
dekkk.. enak banget ujar kakakku iya memekkakak rapet nih aku dah mau keluar ujarku saat merasakan gatal ketika masih menggenjot kakakku dengan posisi ini.. mhhhhsshhh diluar aja dekkk ujar kakakku. Aku mengangguk aku tak ingin beresiko menghamili kakakku sendiri.
Aku mencabut penis ku, aku ngangkang diatas dada kakakku, kakkku menggapai kontolku dan mengocoknya sambil memasang wajah penuh nafsu menunggu pejuhku keluar.
ayoooo dekkkk keluarinnn semuaa.a pejuhiinnn muka kak tutut lagii. Mhhh shhhh ahahhh ooooo ujar kakakku yang langsung membuka mulutnya lebar lebar. Aku mulai merasakan gatal yang luar. Biasa. akaaakk kakkk ahhhh ahhhh AHHHHHHHHH. Lenguhku saat 5 semprotan pejuh berwarna putih dan bening keluar membasahi mukanya, ada yang masuk ke mulutnya da nada yang tercecer ke jilbabnya.
Kakakku masih semangat mengocok penisku mengeluarkan sisa sisa pejuh. Hingga akhirnya ia mengulum penisku, membersihkannya dari sisa pejuh. Lantas ia menelan pejuhku.
mmmhh enak dek. ujar kakku. Yang langsung tersenyum. Aku mengangguk lantas duduk di sofa, kontolku sekarang sudah melemas seperti biasanya.
eh aku menyadari sesuatu kok nggak ada darah ya saat aku ngentot kakakku tadi, padahal udah ak genjot penuh sampai kontolku yang 18cm ini masuk semua
kak udah ga perawan!? tanyaku sambil memasang wajah keheranan kakakku mengangguk sambil tersenyum nakal. Lantas melanjutkan aktifitasnya membersihkan sisa pejuhku dengan jilbabnya.
SIAPA YANG NGAMBIL!? tanyaku keheranan. Kakakku hanya tersenyum, lantas berjalan kearahku, membisikkan sebuah nama kekuping kananku.
HAH WHAT! Aku terkejut saat mendegar namanya dan kakku hanya tertawa saat selesai mebisikiku
ANDI anaknya TANTE MILA AA.. ADIKNYA KAK LARAS! ucapku terkejut.
Kakakku tersenyum sambil mengangguk lantas pergi menuju kamar mandi.
Aku lemas mendengar fakta itu. lihat videonya di sini
 
DILEMA CINTA DAN SEKS SEDARAH
merasakan lubang kenikmatan mama

kakak ku gadis penikmat seks

Perkenalkan namaku ahmad aku anak kedua dari dua bersaudara, aku sekarang berumur 17 tahun kelas satu sma sementara kakakku tutut lebih tua setahun dariku. Kami berdua bersekolah ditempatyang sama dan setiap harinya pulang pergi bebarengan.
Aku adalah anak lelaki yang normal untuk seumuranku ya suka bolos, main dan mesum. Namun dari sekian teman perempuanku yang aku kenal tak satupun yang mampu menarik perhatianku, malah aku lebih nafsu dengan kakak kandungku sendiri.
Kakakku sendiri kalau keluar rumah selalu mengenakan jilbab dari warna merah sampai ungu ada, namun ia juga menggemari pakaian ketat dan celana jeans ketat juga membuat lekuk tubuhnya yang sudah mulai matang tercetak sempurna. Seragam smanya saja ketat apalagi yang lainnya. Kakakku sendiri kalau di sekolah seorang yang baik, ramah dan supel. Namun kalau dirumah malah kebalikannya, seperti rumah menjadi tempat pelampiasan kekesalannya diluar rumah.
Dirumah hanya memakai tanktop dan celana dalam saja nggak pernah pakai kaos dan celana kecuali ada tamu. Apalagi kami berdua tinggal bersama sendiri tanpa orangtua kami yang tinggal diluar kota. Membuat dia bebas sesuka hati berperilaku di rumah ini.
Sering dia menggangguku dengan menggoda hawa nafsuku saat aku terdiam melototin tubuhnya dan wajahnya yang bundar. Membuatku ereksi setiap saat.
Sayangnya kakakku tak pernah tau kalau aku butuh aksinya untuk memuaskan kontolku. Andai saja ia tahu kapasitas kontolku mungkin udah diajak ngentot dari dulu. Pikirku setiap kali aku selesai coli dengan bacol foto kakakku.
Kalau disekolah kakakku memang menjadi bahan obrolan para lelaki dalam gengku. Ya geng kontol besar. Aku sudah 2bulan menjadi anggota geng ini, seleksinya cukup dengan memperlihatkan kemaluanku saat ngaceng di gudang sekolah sambil diukur dengan meteran kain. Yang panjangnya melebihi 17cm masuk, dan diameter l ebih dari 4,5cm masuk. Total hanya ada 30 orang, 15 dari kelas 3 11 dari kelas 2 sementara dari angkatanku ada 4 orang yang kebetulan sekelas. Yaitu aku, Toni, Wicak, dan Bima.
Ya yang dibicarakan geng ini hanya cewek cewek dan cewek, setidaknya yang masih perjaka hanya aku. Sisanya sudah pernah ngentot bahkan ngentot dikelas pernah. Namun ada satu target keseluruh 30 orang ini yang belum berhasil juga dientot yakni tutut, kakakku. Aku hanya tertawa melihat raut wajah mereka yang kesal kesal mupeng saat membicarakan kakakku atau melihat aku berjalan bersama kakakku.
coba itu kakku udah aku entot dari kecil ujar Bowo orang paling senior di geng ini dan raja kontol di sekolahku. Aku hanya tertawa.
Saing pukul setengah 3 aku dipanggil kakakku ke depan kelasnya.
dek kamu pulang duluan, aku pulang sama Tania nanti mau belajar kelompok.. oke langsung pulang cuci baju !! jangan nongkrong! uajar kakakku sambil memberikan kuncinya dari saku seragamnya. Pemandangan yang cukup membuatku menelan ludah, kakakku nampak kesusuahan mengeluarkan kunci dari balik badge osis. Dan akhirnya berhasil mengeluarkannya dari gunung kembar yang gedenya minta ampun. FYI ukurannya 34C dan bulat dengan pentil cokelat muda, hehe hasil ngintip nih.
Jadilah jam 4 aku sudah kecapekan habis nyuci baju. Aku langsung menuju ruang tengah melepas celana bola smaku lantas mengocok penisku. Membayangkan kakakku sedang duduk didepanku ikut menyepong kontolku. Saking serunya aku tak sadar kalau kakakku sudah masuk rumah dan kaget melihatku merem melek sambil mengocok kontolku yang cokelat gelap berkepala pink tua ini, berurat dengan jembut yang lebat ditambah aku menyebut nyebut nama kakakku.
ahhhkakkktutttutt..ahhh terusssmmhhh ujarku sambil merem melek.
teruss apanya dek? ujar kakakku sambil duduk dihadapan kontolku yang ngaceng. Membuatku kaget setengah mati. Aku menghentikan kocokanku, dan berusha menghindar namun kakakku menahanku, bukan dengan memegang tangan atau pahaku, melainkan kontolku. Yang langsung ia kulum sambil dikocok, terdengar suara kulumannya membuatku semakin horni mmhhmhhhsllpslsp
ahhhhh kakakku mengeluarkan kontolku yang setengah basah dari mulutnya. gede banget sih dek.. ucapnya sambil mengocok cepat kontolku bilang kek dari dulu punya pentungan baseball ahmmmmmsllpslpl ujar kakakku yang langsung melahap penuh kontolku. Aku hanya bisa pasrah menikmati nikmatnya disepong kakakku. Sesekali ia kocok juga menggunakan tangannya yang halusnya minta ampuun membuatku semakin merasa nyaman dengan kocokannya.
Sudah 10 menit berlalu hingga akhirnya aku merasakan kontolku yang mulai gatal dan membesar didalam mulut kakakku. Kakakku nampaknya menyadari aku akan keluar hingga akhirnya ia mengeluarkan kontolku dari mulutnya dan mengocoknya dengan sangat cepat sambil mendekatkan wajahnya kekontolku sambil tersenyum. Lewat 10 detik akhirnya aku membasahi wajah kakakku dengan 5 kali semproton pejuh yang memenuhi mukanya hingga mbleber mbleber ke jilbabnya.
wooaah. Banyak banget dek. Ujar kakakku sllllp.ahhhh suara kakakku yang menjilat pujuhku yang melumuri bibir bagian kirinya lantas menelannya.
udah ya dek.. kapan kapan lagi bersih bersih ujar kakakku sambil melap mukanya menggunakan jilbabnya tanpa dicopot.
Namun aku merasakan sesuatu yang dahsyat, biasanya kalau habis ngecrot penisku langsung kendor namun dengan adanya kakakku di depan kontolku ini membuatnya bangkit lagi dan aku merasa semakin horni saja.
kak tapi ini belum mau tidur ujarku sambil menunjuk penisku.
wah kontol gede gini harus dikasih pelajaran tambahan deh.. ujar kakakku kembali mendekatkan dirinya ke kontolku. lihat videonya di sini

Saturday, December 5, 2015

KAK WIDYA, I LOVE U (part II)



Perlahan mulai terdengar alunan musik remix di speakerku, kak widya mulai meliuk-liukkan tubuhnya. Dia mengenakan baju tidur model gaun warna putih transparan. Dengan tali yang sangat tipis di kedua bahunya. Area putingnya tidak kelihatan tertutup oleh renda-renda baju yang berbentuk bunga mawar. Area selangkangannya jelas kelihatan. liaht videonya disini Tapi masih tertutup oleh CD yang juga berwarna putih. Sekarang dia membelakangi kamera, tangannya diangkat, baju tidur nya semangin terangkat dan memampangkan paha putih mulus ke pandanganku. Aku mulai mengeluarkan torpedo kebanggan dari celana. Ku urut-urut perlahan. Aku tidak mau spermaku cepat keluar dan mengakhiri tontonan terbaik yang pernah ada.  Dia mulai melenggak-lenggokkan pinggulnya kekiri dan kekanan. Perlahan namun seksi. Tangannya juga semakin turun, mengelus pinggiran tubuhnya, mengikuti setiap lengkuk tubuhnya, dari kepala, pipi, leher,pinggiran dadanya, turun keperut, kepaha, dan samakin kebawah dia sekin menunggingkan bongkahan pantatnya ke arah kamera. Ada garis basah persis di atas vaginanya yang masih tertutup segitiga pengaman. Kak widya semakin meruunkan tubuhnya. Menunggingkan pantatkanya ke arah kamera sembari mengelus paha dan lututnya sendiri. Kemudian berdiri lagi perlahan-lahan hingga kembali tegak sempurna. Perlahan dia menolehkan kepalanya kekiri. Hampir 180 derajat. Mengerlingkan mata dan senyuman yang sangat nakal. Sambil tetap membelakangi kamera dia tangan kanannya menggapai tali baju tidur yang ada di pundak kiri. Ditarik kebawah perlahan dan melolosi bahu putih seperti pualam. Tubuhnya tidak berhenti bergoyang perlahan. Dia pintar sekali membuatku napsu. Napsuku sudah hampir sampai ke ubun-ubun. Aku sengaja menghentikan kocokan penisku. Aku tidak mau spermaku cepat keluar dan tontonan menarik ini jadi tidak sedap di pandang lagi. Tiba-tiba dia berhenti, berjalan ke arah laptopnya dan melakukan sesuatu. Tidak lama laptopku juga berbunyi. Ada panggilan skype.
“nih kakak aktifin skype juga, jadi adek bisa lihat kakak dari depan dan belakang. Gimana? Adek suka?” suara merdunya terdengar dari laptop ku.
“I really love this, I love U so much” aku cium kamera laptop ku. Dan dia juga memonyongkan bibirnya dan mendekatkan ke kamera.
“I love U too”. Sahutnya, merdu sekali.
Alunan musik makin kencang, dan kak widya mulai mengerakkan tubuhnya kembali. Sekarang aku bisa melihatnya dari sisi depan dan belakang. Arah depan bisa aku lihat dari laptop dan arah belakang dari HP. dia menurunkan lagi tubuhnya, tapi tidak jongkok. Tanganya masuk kedalam gaun tidurnya bagian bawah. Ohhh tuhannnn. Dia mulai membuka CD nya hatiku menjerit kegirangan. Perlahan sekali dia menurunkan Cdnya. Sengaja dia tidak memperlihatkan kan. Aku Cuma bisa melihat tangannya bergerak-gerak karena laptopnya berada di meja. Jadi sekarang hanya terlihat wajah hingga perutnya. Dari belakang terlihat pantanya, ketika CD putih itu turun sekilah terlihan bongkahan Pantatnya. Perlahan sekali, aku sangat tidak sabar. Alunan musik makin kencang, kak widya duduk di pinggir ranjang, dan menggakat kaki kanannya, ada CD terjepit di antara jempol dan telunjuk kakinya. Di arahkanya ke cam laptop. Seakan-akan dia mau menunjukkan, bahwa sekarang hanya gaun malam tipis berwarna putih itulah yang melindungi tubuhnya. Aku berusaha mengintip ke arah selangkangannya. CD yang bergerak-gerak membuat celah hangat itu kadang kelihatan sekelebat. Kak widya berbalik ke arah Hpnya.
“udah kakak buka nih, mau apa lagi?” tantang kak widya
“lanjut goyang lagi kak, bajunya di buka juga” jawabku
Kak widya bangkit dan mulai bergoyang kembali. Lidahnya menjilat-jilat bibir, matanya sendu, ekspresi wanita yang sedang terangsang berat. Tangannya mengelus lehernya, turun ke dadanya, dia maikan tangannya di dadanya, di remas perlahan, sekali, duakali, aaggghhhhh...... dari bibir imutnya mengalir desahan halus. Burungku menjadi tegang sekali. Ingin sekali rasanya aku pulang malam ini juga dan langsung menyetubuhi kakak kandungku yang cantik ini.
“adekkkkkkk...... remasin nenen kakak dong” pintanya manja
Aku diam saya, melihat ulahnya yang makin merangsang. Aku yakin kalau sekarang dia juga sudah merangsang sendiri. Tangan kanannya masih meremas dada kanannya, tangan kirinya mulai turun ke bawah. Dan... ohhhhh. Dia mulai mengelus vaginanya.
“adekkkk... kakak jadi pengen..” desahnya
“aku juga pengen kak”  
“sini dong dek, kakak udah gemeteran rasanya” kak widya menurunkan tali baju yang di bahu kiri dan meloloskan kedua kedua tanganya dari tali tipis itu. Satu gerakan lagi maka baju itu akan jatuh, kak widya bakalan telanjang total.
”adek mau lihat kakak bugil?” tanyanya
“mau banget kak, aku mau lihat bidadari yang cantik ini bugil dan terus menari”
“tapi kakak capek dek?”
”aku belum keluar kak!” timpalku
Kak widya bangkit dia ambil laptop dan memindahkan ke ranjangnya, kemudia dengan gerakan manja dia melepaskan bajunya kebawah. Dress putih halus itu langsung meluncur kebawah. Kak widya bugil. Dia naik ke atas ranjang dan bersandar di dinding. Menghadap laptop dan hpnya.
“kakak sambil sandaran boleh kan?” pinta kak widya
“gimana kakak nyaman aja gak papa!” burungku udah tidak bisa kompromi lagi. Udah sekeras beton cor.
“adek, nih kakak remas sendiri nenen kakak, kalo adek di sini adek yang remasin, lebih enak rasanya, aagghhhh....... adek...” racau nya sendiri
“adeeeekkk, vagina kakak udah basah, kakak suka banget kalo di elus-elus di sini, aaaggh...aggh” kak widya mengelus-elus clitorisnya. Tampak jarinya udah mengkilat terkena lendir vaginanya.
”adeeek, kakak udah lama banget gak masturbasi sendiri, sekarang masturbasi malahan di dipan adek kandung kakak yang lagi jauh pula, tapi demi adek gak papa kok, kakak rela. Agghh... liat burung kamu dong dek!”  kak widya makin meracau, pertanda dia makin terangsang.
Aku turunkan cam dan mengarah kek burungku yang terus ku kocok. Udah merah kepalanya. Udah mau muncrat.
”coba di masukin ke sini dek, pasti lebih enak..” goda kak widya sambil terus mengelus vaginanya.
“sini kak aku masukin ya?” aku layani fantasinya yang juga fantasiku.
”iya dek masukin, kakak udah gak tahan lagi. Ahh...ahhh....ah...” desah kak widya
“aku genjot ya kak?”
“terserah adek mau kakak di apain, kakak pasrah aja.” Dia jawab dengan mata terpejam
“adekkkkk, aahhh...ahh....ahh.....aaahhhhhhhh........aadeeeeeekkkkkkkkk!” suara kak widya makin tinggi, semoga tidak ada yang dengar. Lengkingan desahannya disusul dengan pahanya yang menutup rapat dan tuburnya bergetar. Dia orgasme. Kocokan ku pun makin menggila, aku juga udah tidak tahan lagi. Ku sambar tisyu di samping dan aaggghhhhhh....... untung keburu di tutup. Burungku sudah menyemprotkan lahar panasnya. 

“Nanti kalau pulang kita lanjutin yang berena ya kak?” sambil membersihkan kepala penisku dengan tisyu. Aku lihat kak widya di ujung sana juga sedang mengatur nafasnya. Dia melirik ke kamera, tidak menjawab. Hanya tersenyum manis.
  KEMBALI
 Tamat Untuk sementara. penulis lagi sibuk persiapan pernikahan kak Widya. 
(lihat videonya disini. jangan lupa like n subscribe n klik iklannya ya :p) 
(demi keberlangsungan blog ini, kami mengharapkan kesediaan pembaca untuk mengklik iklan-iklan yang ada di blog ini sebgai donasi kepada para penulis)
CERITA LAIN
Screeshoot percakapan sex kakak cantik dan adiknya
KUSETUBUHI IBUKU DALAM TIDURNYA 
DILEMA CINTA DAN SEKS SEDARAH
merasakan lubang kenikmatan mama